Home / Headline / Pasien Covid-19 Sumsel Bertambah, Warning bagi Pemprov Sumsel dan Pemerintah 17 Kabupaten Kota

Pasien Covid-19 Sumsel Bertambah, Warning bagi Pemprov Sumsel dan Pemerintah 17 Kabupaten Kota

BP/IST
Wakil Ketua  Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli

Palembang, BP

Jumlah pasien positif corona atau COVID-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) bertambah 15 orang.

Penambahan itu berdasarkan laporan media harian COVID-19 tanggal 16 April 2020. Total positif corona yang sudah ditemukan di Sumsel hingga hari ini mencapai 37 kasus.

“Dengan bertambahnya pasien Covid-19 di Sumsel menjadi warning bagi Pemprov Sumsel dan pemerintah 17 kabupaten kotanya untuk lebih meningkatkan kewaspadaan lebih besar lagi, warning dalam segala sisi dari fasilitas kesehatan yang belum memadai, kerumunan massa masih banyak, perbatasan Sumsel belum di tutup ini menjadi warning bagi Pemprov Sumsel,” kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Mgs Syaiful Padli, Kamis (16/4).

Terkait bertambah banyak pasien Covid-19 di Sumsel ini , politisi PKS ini juga menilai ini menjadi pekerjaan rumah apakah kedepan Sumsel akan akan bersiap-siap melaksanakan PSBB.

“ Dengan jumlah semakin besar, kita menganggapnya biasa-biasa saja tapi kalau jumlahnya bertambah terus aku pribadi mengusulkan Sumsel harus melakukan Pembatasam Sosial Berskala Besar (PSBB) harus sesegera mungkin, hal ini melihat seperti di pasar-pasar, tempat-tempat umum masih banyak kerumunan masyarakat, kalau diberlakukan PSBB itu menjadi perhatian pihak terkait,” katanya.

Selain itu PSBB juga akan tidak memperbolehkan masuk pemudik luar masuk Sumsel, guna mengurangi lonjakan pasien corona yang besar, mengingat fasilitas kesehatan di Sumsel belum siap .

“ Sebelum itu terjadi harus dibuatkan langkah-langkah antisipasi, salah satunya PSBB di Sumsel,” katanya.
Jika diterapkan PSBB maka pemerintah daerah akan serius lagi menangani Covid-19 .

Selain itu , dia juga melihat kesiapan fasilitas tempat untuk pasien positip Corona, karena fasilitas ini di Sumsel sangat terbatas baik RSMH dan rumah sakit rujukan lainnya.

“ Kalau kita tidak siap tempat ini , tentu Pemprov Sumsel harus mencarikan solusi sedangkan alat fentilator di RSMH baru empat, belum ditempat yang lain dan dipastikan tidak ada ventilator itu,” katanya.

Komisi V DPRD Sumsel pekan depan menurutnya dalam pansus LKPJ Gubernur Sumsel akan menekankan meminta pertanggungjawaban Pemprov terkait dengan Covid-19 ini terutama kepada Dinkes agar jangan sampai ada data ditutup-tutupi.

“ Kita ingin keterbukaan, jangan sampai terkesan rumah sakit takut rugi dengan adanya pasien covid-19, “ katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Pertanyakan Temuan LHP BPK RI

Palembang, BP Sejumlah Fraksi DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mempertanyakan temuan dari LHP BPK RI beberapa waktu lalu. Seperti yang ...