Home / Headline / DPRD Sumsel Minta Diperjelas Insentif Medis Covid-19 di Sumsel

DPRD Sumsel Minta Diperjelas Insentif Medis Covid-19 di Sumsel

BP/IST
Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Mgs Syaiful Padli

Palembang, BP

DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mempertanyakan insentif para medis yang menangani virus corona (Covid -19) yang sebelumnya akan di anggarkan dalam APBD Sumsel tahun 2020.
Karena itu hal tersebut perlu di perjelas kembali terkait anggaran insentif kalangan medis yang menangani Covid-19 di Sumsel.
“ Itulah yang aku tanyakan ke Pemprov Sumsel , karena kata mereka kemarin mereka mau fokus ke Alkes katanya sekarang,” kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli, Kamis (9/4).
Padahal menurutnya dalam rapat Komisi V DPRD Sumsel dengan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel beberapa waktu lalu pihak Dinkes Sumsel sudah menyampaikan RKA .
“ Mungkin dialokasikan lagi, mereka belum final membahas anggaran ini khan,” katanya.
Politisi PKS menilai harusnya insentif untuk kalangan medis yang menangani Covid-19 Sumsel harusnya dianggarkan Pemprov Sumsel, karena kalangan medis sebagai garda terdepan harus diapresiasi dengan memberikan insentif tambahan , jangan di hilangkan.
“Diawal rapat Dinkes dengan Komisi V ada rencana untuk insentif kalangan medis menangani Covid-19, kemudian rapat terakhir kemarin aku baca di anggaran Rp103 miliar dari Dinkes Sumsel itu tidak termasuk anggaran insentif itu tidak ada pas aku lihat , karena aku tanya kemarin tapi aku tidak tahu jawaban mereka karena aku shalat,” katanya.
Untuk itu pihaknya menghimbau Pemprov Sumsel agar insentif untuk kalangan medis yang menangani Covid-19 di Sumsel jangan di hilangkan,kalau bisa tetap ada.
“ Kemarin untuk insentif kalangan medis yang menangani Covid-19 di Sumsel dianggarkan melalui APBD Sumsel Cuma dari Pemerintah pusat menurut kabar akan memberikan insentif juga, nah ini akan kita tanyakan apakah insentif ini menunggu dari pusat, kalau bisa jangan dari pusat , kalau bisa benar-benar di anggarkan melalui APBD kita sendiri,” katanya.
Sebelumnya Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) memangkas habis biaya perjalanan dinas ke luar negeri yang bersumber dari APBN 2020. Anggaran tersebut kemudian direalokasikan untuk penanganan pandemi virus korona (covid-19) di wilayah Sumsel.
Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengatakan pihaknya sudah melakukan efisiensi biaya perjalanan dinas untuk realokasi anggaran. Hal itu sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.

“Anggaran ini berkembang terus. Kalau dari perjalanan dinas bisa diefisiensikan. Yang pasti untuk dinas luar negeri sudah 0%. Sementara itu, dinas dalam negeri berkurang 50%,” ujar Herman.
Dari re-focusing dan realokasi anggaran, lanjut Deru, pihaknya memperoleh anggaran sebesar Rp 100 miliar. “Ini yang akan kami gelontorkan segera. Jumlah ini baru di awal, bisa saja bertambah,” katanya.
Deru mengungkapkan pihaknya telah meminta satuan administrasi, organisasi perangkat daerah (OPD) dan gugus tugas penanganan covid-19 di Sumsel, untuk mengajukan kebutuhan kepada Pemprov Sumsel.
Dirinya berharap realokasi anggaran juga menjadi insentif bagi dokter, perawat dan tenaga medis lain yang menangani virus korona. “Kebutuhannya apa karena uang sudah tersedia. Kita akan alirkan sesuai dengan sistem yang sudah dibuat oleh BPKP Sumsel. Terutama untuk insentif tenaga medis,” katanya.
Untuk wilayah Sumsel, pihaknya akan menghitung berapa banyak pasien terkait covid-19 yang ditangani petugas medis. Semakin banyak yang dilayani, maka insentif yang diterima juga lebih besar.
“Kami meyakini tenaga medis, baik dokter maupun perawat, adalah garda terdepan saat ini. Oleh karena itu, mereka menjadi perhatian utama,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pembunuh Guru SD Banyuasin Ternyata Mantan Anak Murid Korban

Palembang, BP Pembunuhan disertai pemerkosaan yang dialami Efriza Yuniar (50), seorang guru SD di Jalur 5 Kecamatan Muara Telang, Kabupaten ...