Home / Headline / Warga Prabumulih Resah, Beredar Informasi Pasien Covid-19 Keliling Kota

Warga Prabumulih Resah, Beredar Informasi Pasien Covid-19 Keliling Kota

Palembang, BP

Warga Kota Prabumulih, Sumatera-Selatan (Sumsel), dihebohkan dan mengaku resah dengan beredarnya informasi mengenai Paisen 09 yang positif terpapar virus Covid-19, keliling kota naik ojek. Bahkan, menurut netizen ada yang bertemu di pasar tradisional moderen.

Selain pasien 09, diketahui juga jika pasien 10, pernah ke kantor Grapari yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur.

Netizen sendiri, Sejak siang hingga malam ini Jumat, (3/4), digemparkan pesan berantai yang tersebar di media sosial baik whatsapp, group facebook yang isinya menyebutkan para pasien positif Covid-19 masih berkeliaran di tempat umum.

Ironisnya, dalam pesan berantai tersebut pasien 09, masih nekat naik ojek pergi ke pasar dan ke kawasan Sukajadi tempat orang tuanya tinggal.

“Info (dari wag IDI Prabumulih, red), Pasien positif nomor 09 masih beredar keluar rumah siang ini naik ojek ke Sukajadi ke rumah orangtuanya.

Yang bersangkutan tidak isolasi di RS, bahkan keluar rumah naik ojek. Agar bapak/ibu agar lebih hati-hati, terutama yang menggunakan jasa ojek termasuk saat pesan antar makanan.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Prabumulih, dr Happy Tedjo dihubungi via telpon mengakui telah mengetahui informasi tersebut.

“Pasien itu rencana mau isolasi mandiri ke Sukajadi ke rumah orang tuanya, sepertinya secara psikologis dia menginginkan isolasi dan lebih sehat di rumah orang tuanya,” ujar Tedjo.

“Katanya mobilnya sedang tidak ada karena ada di rumahnya di kawasan Lingkar, tapi seharusnya naik mobil saja, jangan naik ojek, untuk menghindari supaya tidak tertular,” tegasnya.

Disinggung kenapa tiga pasien tidak diisolasi di rumah sakit, Tedjo mengatakan sesuai pedoman pusat halaman 30 terkait Covid-19 dijelaksan positif tanpa gejala bisa dirawat dirumah dengan pengawasan.

“Untuk yang dua berusia tua besok mau diisolasi di rumah sakit walaupun memang tidak ada indikasi, untuk yang satunya bisa dirumah namun memang semestinya ada yang bisa mengetahui untuk penanganan atau pengertian bagus.”

“Tapi kalau memang sudah berpengaruh ke sosial maka kita akan lakukan kebijakan diisolasi ke rumah sakit saja,” tegasnya protap dirumah tapi kalau berpengaruh sosial kita akan lakukan kebijakan itu.

Lebih lanjut Tedjo menuturkan, jika memang pasien masih tidak mau isolasi dirumah maka indikasinya bukan medis tapi sosial dan untuk keamanan warga ada pihak lain yang membidangi.
“Karena kalau indikasi medis tidak ada masalah paling sosial, maka akan kita lakukan kebijakan terkait itu,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

2069 Gram Sabu dan 446 Butir Ekstasi Dimusnahkan

Palembang, BP   Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel Jumat (5/6) kembali memusnahkan barang bukti sabu seberat 2068 gram dan 446 ...