Home / Headline / Hukum Positif vs Hukum Alam

Hukum Positif vs Hukum Alam

Oleh : Albar S Subari SH SU (Ketua
Pembina Adat Sumatera Selatan)

DI dalam ilmu hukum umum (baca barat), kalau bicara hukum positif selalu dihadapkan dengan Hukum Alam. Seperti kita ketahui hukum positif itu secara umum kita katakan adalah hukum buatan manusia sebagai hasil budaya (ki Hajar Dewantara menyebutnya dengan hasil budi dan daya). Sedangkan Hukum Alam adalah ketentuan ketentuan yang berasal dari luar diri manusia (baca Pencipta). Kita meyakini bahwa Tuhan memiliki sifat yang serba Maha.

Tuhan pencipta alam dan segala isinya. Tuhan tidak hanya sekedar menciptakan, tetapi Dia juga mengatur ciptaan nya. Kita mengetahui bumi, matahari dan planet lainnya bergerak secara teratur menurut hukum hukum yang ditetapkan untuk nya. Manusia juga diciptakan oleh Tuhan, sebelum Tuhan menciptakan manusia, Dia menciptakan roh (jiwa). Kepada roh sebelum dia ditempat di dalam diri Adam dan anak cucu nya di dalam kandungan ibu Tuhan berfirman ” Bukankah Aku ini Tuhanmu” maka sekalian roh menjawab : Ya Engkau adslah Tuhan kami yang Esa.

Kemudian selanjutnya Tuhan berfirman : Tidak Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk taat kepada Ku.
Tuhan menciptakan alam dan beserta segalanya secara seimbang dan serasi dengan berpasangan. Manusia diciptakan ada laki laki dan perempuan, ada siang ada malam, ada kejahatan ada kebaikan. Diakhirat Tuhan menciptakan sorga dan neraka. Kemudian Tuhan memilih anak manusia untuk menjadi Rasul, untuk menyampaikan petunjuk dari Tuhan ke sekalian alam.

Tuhan memberi petunjuk tentang bagaimana seharusnya orang bertingkah laku di dunia, untuk memperoleh kehidupan yang bahagia di akhirat. Dan apabila mereka yang menyimpang dari hukum Tuhan, akan Mendapatkan sanksi yang pedih di neraka. Dengan demikian Tuhan telah berlaku adil terhadap hamba hambanya .

Karena apa kita percaya Tuhan Maha Adil jawabannya adalah karena Dia sebelum menjatuhkan hukuman, telah memberi petunjuk dengan hukum hukumnya, dengan mana orang mengetahui apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang dilarang untuk dilakukan.

Kita mengetahui bahwa hukum hukum agama dengan sengaja diciptakan untuk merubuhkan tingkah laku yang tradisional dan mengarahkan nya kepada suatu pola yang dikehendaki Tuhan. Bahwa suatu hukum yang berlaku haruslah suatu hukum yang bersumber kepada kaedah tertinggi, yang pada puncaknya akan sampai kepada nilai nilai etis yang memancarkan keadilan dalam hukum. Dikatakan keadilan merupakan nilai etika yang terdapat di dalam jiwa manusia secara kodrati.

Sedangkan jiwa berasal dari Tuhan, dengan demikian Tuhan adalah sumber dari norma norma dan keadilan.
Konsepsi seperti ini pernah dikemukakan oleh CICERO, seorang ahli hukum Romawi yang mengatakan bahwa ” Hukum yang sesungguhnya adalah akal yang benar, yang sesuai dengan alam, ia bisa diterapkan dimanapun, tidak berubah dan abadi, ia menuntut kewajiban melalui perintah perintah nya dan mencegah perbuatan perbuatan yang salah melalui larangan larangan.

Berbeda dengan konsep di atas dengan pendapat John Austin yang mengatakan bahwa sumber hukum adalah langsung dari pembuatnya yaitu pihak yang berkuasa atau badan legislatif yang tertinggi, yaitu pembuat hukum. Menurut paham ini (positivisme) hukum itu dibuat dengan sengaja oleh manusia untuk mencapai tujuan tujuan tertentu yang diinginkan. Aliran ini sampai pada titik sentral nya yang terakhir yaitu manusia dengan segala kekuasaan nya. Namun demikian kalau kita teruskan lebih dalam lagi maka akan kita temukan bahwa di dalam diri manusia ada jiwa dan di dalam jiwa ada akal, dan amal memiliki kekuatan untuk membimbing manusia dalam bertindak, untuk melakukan sesuatu, sedangkan akal manusia bersumber kepada ilmu Tuhan.

Simpul dari uraian diatas maka dapat dua sikap kita terhadap aliran atau paham di atas:
1.Hukum positif dan Hukum Alam dua hal yang berseberangan.
2.Hukum positif merupakan cerminan dari Hukum alam.#

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Pertemukan Semua Pihak, Terkait Konflik Karyawan PT BMU dan Manajemen PT BMU

#Sepakati Upaya Tripartit Palembang, BP DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar pertemuan bersama karyawan PT Baturaja Multi Usaha (BMU) sebagai ...