Home / Headline / Hukum Berdaya Guna dan Berhasil Guna

Hukum Berdaya Guna dan Berhasil Guna

Oleh : Albar S Subari SH SU (Ketua
Pembina Adat Sumatera Selatan)

HUKUM di samping bersumber pada kebiasaan dan kesusilaan, juga bersumber kepada kehendak manusia yaitu kehendak pembuat undang undang, yang dimasukkan sebagai norma ke dalam hukum dan bertujuan untuk membentuk pola pola perilaku tertentu yang baru, yang tidak bersumber pada kebiasaan dan kesusilaan.

Namun hukum terikat pada nilai nilai dasar yaitu kemanfaatan dan kepastian hukum,serta keadilan. Atas dasar inilah berlaku nya hukum dalam masyarakat.

Dalam proses menjalankan fungsinya itu hukum harus mampu memadukan antara yang ideal dan fakta atau bahasa lainnya memadukan sollen dan sein.

Kehadiran hukum akan berhasil guna dan berdaya guna apabila terjadi keharmonisan antara dua faktor diatas yaitu antara sollen dan sein.

Dari sejarah hukum kita mengetahui bahwa hukum dapat dibentuk dari kebiasaan kebiasaan yang merupakan manifestasi dari nilai nilai moral, yang terdapat dalam jiwa setiap orang.

Dengan demikian hukum bermula dari sumber yang satu atau lebih umum sifatnya yang membawa tuntutan etis. Menurut Poul Scholten asas hukum dengan tuntutan etisnya itu tidak hanya terdapat di dalam hukum positif yang disebut nilai nilai etika. Dan etika sebagai asas dari pada hukum memberikan nilai nilai etis kedalam hukum positif.

Pendapat tersebut tadi sejalan dengan yang dikemukakan okeh Hans Kelsen dalam Stufenbau Theori yang mengatakan agar ilmu hukum itu memenuhi persyaratan sebagai ilmu, maka dia harus punya objek yang dapat ditelaah secara empirik, dengan menggunakan analisis yang logis.

Untuk itu maka ilmu hukum harus menjadikan hukum positif sebagai objek studinya. Yang dimaksud hukum positif menurut Hans Kelsen adalah tatanan hukum, mulai dari hukum dasar sampai kepada peraturan peraturan yang paling konkret. Satjipto Rahardjo ( Guru Besar Sosiologi Hukum Universitas Diponegoro) pernah mengajarkan bahwa semua peraturan yang merupakan bagian dari tatanan tersebut, masuh bersumberkan kepada tata nilai dasar yang mengandung penilaian etis.

Simpul bahwa agar hukum positif itu berhasil guna dan berdaya guna maka semua peraturan harus bersumber kepada undang undang dan undang undang bersumber kepada norma diatasnya. Sedangkan Undang Undang Dasar bersumber pada grundnorm (tata nilai dasar). Karena ilmu hukum jtu bersifat empiris dan harus dapat dijelaskan secara logika, sedangkan grundnorm itu bersifat meta empirik dan meta yuridist, maka dua harus diletakkan diluar kajian hukum.

Di Indonesia tata nilai dasar tersebut adalah Pancasila yang kalau dilukiskan secara paramida maka sika Ketuhanan Yang Maha Esa berada di puncak dan ke empat sila sila lainnya berada secara horizontal sejajar, oleh karena itu Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum.#

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kapolda Sumsel Ingatkan Apapun Yang Terjadi Dilapangan Tetaplah Menjadi Tanggung Jawab Bersama.

Palembang, BP Kegiatan Rapat Koordinasi Forkopimda Tentang Penerapan New Formal Provinsi Sumsel dan Kota Palembang berlangsung di Mapolrestabes Palembang, Jum’at ...