Home / Headline / Selewengkan Dana Desa dan DAD, Oknum Kades Dituntut Penjara Dua Tahun

Selewengkan Dana Desa dan DAD, Oknum Kades Dituntut Penjara Dua Tahun

BP/IST
Agus Wahyu Wasana, oknum kepala desa di Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muaraenim Provinsi Sumatera Selatan sejak tahun 2013-2019, mendengarkan tuntutan dari jaksa di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Jumat (20/3).

Palembang, BP

Agus Wahyu Wasana, oknum kepala desa di Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muaraenim Provinsi Sumatera Selatan sejak tahun 2013-2019, mendengarkan tuntutan dari jaksa di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Jumat (20/3).
Agus merupakan terdakwa kasus dugaan tipikor penyelewengan Dana Desa dan Dana Alokasi Desa di Desa Selemen.
Pada sidang tuntutan ini, jaksa menuntut Agus dengan penjara selama dua tahun dan membayar denda Rp 100 juta, subsider enam bulan penjara.
AgusKades yang berbadan tinggi tegap dan berparas ganteng ini saat mendengarkan tuntunan yang dibacakan oleh Febri sang JPU hanya diam dan tertunduk.
Sidang yang beragendakan tuntutan tersebut yang pimpin oleh hakim ketua Abu Hanifah dan berjalan sekitar berjalan 15 menit.
“Terdakwa yang menjabat sebagai kades pada saat itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 240 juta sehingga terdakwa dituntut dengan hukuman 2 tahun penjara dengan denda 100 juta dan subsider 6 bulan,” kata jaksa saat membacakan tuntutan.
Selesai membacakan tuntutan, Abu Hanifah pun langsung menanyakan kepada terdakwa apakah mendengarkan dan ingin mengajukan permohonan kembali.
Dengan nada bicara rendah, Agus pun meminta waktu kepada hakim untuk mengajukan permohonan tertulis meminta keringanan tuntutan pada hari Senin (23/3).
Diberitakan sebelumnya, Agus diperiksa lantaran menggunakan uang negara saat menjabat sebagai kepala desa selama 6 tahun.
Ia ditahan lantaran terlibat dugaan kasus korupsi penggunaan dana desa dan alokasi dana desa tahun 2016 -2019 dengan total kerugian negara sebesar Rp422 juta 545 ribu rupiah.

Penahanan tersebut dilakukan penyidik setelah sebelumnya, tersangka menjalani pemeriksaan.
Penyidikan perkara korupsi tersebut memakan waktu cukup penjang hampir satu tahun lebih.
Menurut JPU febri terdakwa akan dikenai pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18, pasal 3 Jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 yang telah dirubah dan ditambang UU No 20 tahun 2001.
Tambahnya lagi korupsi yang dilakukan terdakwa dalam pengelolaan dana desa dan alokasi dana Desa Selemen tahun dari tahun 2016- 2019.
Penyimpangan yang dilakukan juga meliputi adanya kelebihan bayar yang tak sesuai dengan realisasi pekerjaan, pencairan dana yang tidak ada bukti pertanggung jawab pekerjaan dan kegiatan fiktif.
Sementara dana desa dan alokasi dana yang dikorupsi diantaranya penyalahgunaan terhadap pembangunan bronjong yang benar-benar total tidak ada sama sekali pembangunannya setelah cek ke lapangan beserta pengadaan bibit pohon pinang tidak sampai kepada kelompok tani serta pembangunan gedung PAUD.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

3 Bulan, Muaraenim Tembus 100 Kasus

Muaraenim,BP–Dalam  kurun waktu 3 bulan lebih atau sejak kasus pertama warga kabuoaten Muatsenim terserang virus covied 19. jumlah warga yang ...