Home / Headline / Pansus III DPRD Sumsel Kritisi Kinerja PT Jamkrida Sumsel

Pansus III DPRD Sumsel Kritisi Kinerja PT Jamkrida Sumsel

BP/IST
Suasana rapat paripurna DPRD Sumsel dengan agenda laporan hasil penelitian dan pembahasan panitia khusus (Pansus) I DPRD Sumsel terhadap 7 raperda usulan Pemprov Sumsel, Jumat (20/3).

Palembang, BP
Panitia Khusus (Pansus) III mengkritisi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 9 Tahun 2012 tentang Pembentukan perseroan terbatas penjamin kredit daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) .

Menurut juru bicara Pansus III DPRD Sumsel, Alfrenzi Panggarbesi setelah mengadakan penelitian dan pembahasan serta mempertimbangkan hasil Kunjungan kerja konsultasi dan study komparatif ke pemerintah pusat dan beberapa pemerintah provinsi, serta dengan memperhatikan semua pendapat dan aspirasi yang berkembang dalam rapat kerja Pansus III, maka Pansus III berkesimpulan dapat menyetujui dan memahami terhadap Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 9 Tahun 2012 tentang Pembentukan perseroan terbatas penjamin kredit daerah Provinsi Sumsel .

“Mengingat , sisa kapasitas (gearing ratio) penjaminan saat ini sebesar Rp. 300.000.000.000,00,yang diperkirakan akan habis maksimal pada semester 1 tahun 2020, jika gearing ratio habis, PT. Jamkrida Sumsel tidak bisa melakukan kegiatan Penjaminan,” katanya dalam rapat paripurna DPRD Sumsel dengan agenda laporan hasil penelitian dan pembahasan panitia khusus (Pansus) I DPRD Sumsel terhadap 7 raperda usulan Pemprov Sumsel, Jumat (20/3).

Dengan pemberlakuan UU No 1 Tahun 2016 tentang penjaminan, kegiatan penjaminan menurutnya, hanya dapat dilakukan Perusahaan Penjaminan, sehingga diperlukan kapasitas penjaminan yang besar agar semua kegiatan penjaminan dapat diserap oleh PT. Jamkrida Sumsel selaku perusahaan penjaminan milik daerah sehingga dapat memberikan keuntungan yang lebih besar lagi bagi Pemerintah daerah.

“Memperhatikan tingkat kesehatan keuangan PT. Jamkrida Sumsel berdasarkan penilaian OJK bulan Desember Tahun 2019 berada pada katagori sangat sehat( katagori tertinggi ),” katanya.

Lalu menurutnya, kinerja Laba terus meningkat setiap tahun, pencapaian laba tahun buku 2019 sebesar Rp. 4.765.431.529,35,-meningkat dibandingkan laba Tahun buku 2018 sebesar 3.715.208.281,00,atau bertambah 28%
Selain itu, target dividen setiap tahun terus meningkat dan realisasi pembayaran dividen lebih besar dari target dividen yang ditetapkan.

Ditambahkannya, sehubungan dengan penyertaan modal pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berupa aset tanah dan bangunan kantor di Jalan Kapten A. Rivai No. 56 Palembang, dan mengingat masa berlaku penilaian asset maksimal selama 6 bulan, maka perlu dilakukan percepatan revaluasi/appraisal ulang terhadap nilai tanah dan bangunan yang menjadi penyertaan modal tersebut.

“Demikian laporan hasil penelitian dan pembahasan Panitia Khusus III terhadap raperda tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 9 Tahun 2012 tentang Pembentukan perseroan terbatas penjamin kredit daerah Provinsi Sumsel, laporan ini disampaikan sebagai bahan pertimbangan bagi pengambilan keputusan selanjutnya,”katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Empat Rumah Sakit di Palembang Dapat Bantuan APD Dari Komisi I DPRD Sumsel

Palembang, BP Komisi I DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) membagikan Alat Perlindungan Diri (APD) yaitu baju hazmat untuk empat rumah sakit ...