Home / Headline / Hukum dan Penerapannya Yang Efektif dan Efisien

Hukum dan Penerapannya Yang Efektif dan Efisien

Oleh : Albar S Subari SH SU (Ketua
Pembina Adat Sumatera Selatan)

ILMU hukum mencakup pembicaraan segala hal, tentang seluk beluk mengenai hukum. Pembicaraan mengenai hukum akan menyangkut tentang apakah hukum itu, dari mana asal nya, apa gunanya dan tujuannyaman, apa hakekat nya, unsur unsur apa yang ada di dalam nya dan bagaimana kedudukan nya dalam masyarakat, serta hubungan dengan sub sistem sub sistem lainnya seperti politik, sosial, ekonomi, kebudayaan dan sebagai nya, serta bagaimana hukum dapat dipergunakan sebagai sarana untuk menyelesaikan masalah masalah yang ada dalam masyarakat.

Dari gambaran tersebut, maka adalah keliru apabila ada pendapat yang mengatakan bahwa ilmu hukum itu hanya terbatas hanya berurusan dengan peraturan dan perundang undangan saja.

Hukum, apabila kita melihat secara lebih mendalam, maka dia ibarat buah kelapa, di sebelah luar tampak kulitnya keras kecoklat cokelatan, lebih dalam lagi tampak isinya yang putih, airnya yang jernih dan bersih, membuat kita tergiur untuk mencacinya.

Baca:  SU I Dan SU II Dukung Dodi-Giri

Demikian juga hukum, diluar keras, menakutkan, ia sarat dengan perintah perintah dan larangan larangan berikut sanksi yang mengancam penderitaan. Namun demikian dibalik semua itu apabila kita mengupas nya lebih ke dalam maka kita akan menemukan suatu dunia yang indah dan kita akan berada di dunia idea dan alam filsafat.

Sebelum kita melangkah kepada pembicaraan tentang penerapan hukum, maka terlebih dahulu harus diketahui apa hakekat, fungsi dan tujuan hukum itu. Pengetahuan tentang ini sangat penting, terutama sekali bagi penegak hukum, agar dia dapat menegakkan hukum sesuai dengan hakekat, fungsi dan tujuan hukum itu sendiri.

Dengan demikian diharapkan dapat dihindari secara maksimal penyimpangannya terjadi bukan semata mata disebabkan oleh ketidak fahaman kita terhadap makna yang terkandung di dalam hukum, tetapi juga boleh terjadi karena faktor faktor lain seperti faktor sosial, ekonomi, politik dan sebagainya.

Baca:  Voli Pantai Putra Indonesia Melaju ke Final

Kita memang tidak menutup mata dari sementara orang yang berpendapat bahwa hukum selalu tertinggal di belakang dengan kemajuan peradaban. Namun pendapat tersebut tidak seluruhnya benar.

Mungkin mereka hanya melihat hukum sebagai undang undang (tertulis). Tetapi apabila kita memandang hukum dalam arti luas maksudnya termasuk hukum tidak tertulis maka hukum selalu berkembang mengikuti perkembangan masyarakat nya serta peradaban di mana hukum itu berada.

Hukum berasal dan tumbuh serta berkembang dari dan dalam masyarakat itu sendiri.

Hukum merupakan hasil cipta karsa dan rasa manusia (Koentjaraningrat). Rasanya tidak mungkin kita dapat membayangkan bagaimana keadaan suatu kehidupan bermasyarakat tanpa ada hukum di dalam nya (homo homini lupus bellum omnius contra omnes).

Oleh karena itu kita bersyukur diciptakan Nya dengan sebaik baik makhluk.

Baca:  Balar Sumsel Tindaklanjuti Temuan Batu Megalit di Empat Lawang

Kita sudah mengenal bahwa ” dimana ada masyarakat di sana ada hukum”,yang saya maksud dengan masyarakat adalah apabila dua orang atau lebih saling berinteraksi. Biasanya mereka mengikuti pola pola perilaku yang sudah tetap dan teratur dan menghasilkan ketertiban dan keamanan.

Ketertiban dan keteraturan tersebut mengikuti suatu sistem yang disebut sistem inter aksisosial dan di dalam ilmu hukum disebut hukum kebiasaan. Kebiasaan itu tidak muncul begitu saja, tetapi melalui proses yang panjang, dari sikap dan tingkah laku yang berlaku umum dan berlaku konsisten dan kontinuitas.

Prof. Satjipto Rahardjo mengatakan…. Apa yang kita lihat di dalam lalu lintas pergaulan hidup masyarakat yang tertib, teratur dan aman tersebut, sebenarnya tidak lah terjadi dengan sendirinya, tetapi dia ujud dan didukung berbagai tatanan dan sub sub tatanan yang disebut kebiasaan, kesusilaan dan hukum.#

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

20 April, DPRD Sumsel Gelar Paripurna Melalui Teleconprence

Palembang, BP DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan menjadwalkan rapat paripurna melalui teleconfrence, meski di tengah ancaman penyebaran virus Covid-19/ ...