Home / Headline / Dua Mahasiswi Kedokteran Unsri Asal Belanda dan India Bukan Positif Corona

Dua Mahasiswi Kedokteran Unsri Asal Belanda dan India Bukan Positif Corona

BP/IST
Prof Yuwono sebagai juru bicara (jubir) penanganan Covid-19 untuk Sumsel didampingi Gubernur Sumsel H Herman Deru

Palembang, BP

Saat ini Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Mohammad Hoesin Palembang mengisolasi tiga orang pasien dalam pengawasan (PDP).
Prof Yuwono sebagai juru bicara (jubir) penanganan Covid-19 untuk Sumsel mengatakan, sejak merebaknya kasus corona virus ini ada enam orang PDP. Kesemuanya belum dinyatakan positif.
“Tiganya sudah pulang dan tiga lagi masih dirawat di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang,” katanya saat dikonfirmasi, Selasa (17/3).
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk tiga orang ini dua laki-laki dan satu perempuan.
Satu perempuan umur 14 tahun dari Lubuk Linggau karena ada riwayat ke Jakarta.
Lalu dua yang laki-laki yaitu warga Palembang di Pakjo dengan usia 30 tahun, ada riwayat perjalanan ke Malaysia dan satu laki-laki lagi warga Jakarta dengan usia 40 tahun sedang di Palembang.
Yuwono juga membantah soal informasi ada mahasiswa Kedokteran asal Belanda dan India yang kuliah di Unsri dikabarnya positif. Informasi itu tidak benar. Kategori dua mahasiswa WNA itu adalah ODP.
“Ada juga orang dalam pengawasan (ODP) yaitu Mahasiswi Unsri asal Belanda dan asal India. Mereka hanya diambil sampelnya dan sudah kembali pulang ke kosannya,” katanya.
Yuwono menjelaskan, untuk mahasiswi asal Belanda itu ada riwayat pernah dikunjungi orang tuanya pada tanggal 26 Februari.
Lalu pada tanggal 7 Maret ibu nya ini batuk dan pilek, posisinya sudah di Belanda.

Di Belanda, ibunya di periksa dan hasilnya keluar tanggal 9 positif. Namun pada pemeriksaan kedua pada tanggal 12 negatif, saat ini kondisi ibu dari mahasiswi asal Belanda ini sudah sembuh.
“Melihat itu saya tidak bisa menyimpulkan. Mungkin mereka melakukan pemeriksaan dengan metode yang berbeda-beda,” katanya.
Lalu untuk Mahasiswi asal India ini sekamar dengan mahasiswi asal Belanda makanya turut diperiksa.

Mereka ini Mahasiswi Kedokteran. Lalu ada juga ibu dan anak dari Empat Lawang, ibu nya berusia 28 tahun dan anaknya baru 3 bulan.
“Karena ibu ini ada riwayat dari Malaysia dan ada keluhan batuk dan pilek. Kondisinya baik, hanya karena ada riwayat maka sesuai setandar prosedirnya kita masukan ODP dan diambil sampelnya,” bebernya.
Seperti diketahui ada tiga kategori untuk penanganan corona. Kategori pertama adalah ODP atau Orang Dalam Pemantauan. Kategori ODP biasanya menjalani proses mengkarantina diri selama 14 hari. Dari sini dipantau perkembangannya.
Yang kedua adalah PPD atau pasien dalam pemantauan. PPD diisolasi di Rumah Sakit. Biasanya pasien menunjukkan gejala corona namun belum tentu positif. Kedua kategori ini belum tentu positif.
Kategori ketiga adalah positif terinfeksi virus corona.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Anggaran Covid-19 Sumsel Hanya Terealiasi Rp38 Miliar, Anggota Komisi I DPRD Sumsel Naik Pitam

Palembang, BP Sejumlah anggota Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) naik pitam (marah) lantaran sudah tiga bulan berjalan realisasi ...