Home / Headline / Purnawirawan Kombes dan AKBP Disidang, Kasus Sogokan Penerimaan 25 Calon Bintara Polisi

Purnawirawan Kombes dan AKBP Disidang, Kasus Sogokan Penerimaan 25 Calon Bintara Polisi

BP/IST
Kasus dugaan suap Calon Siswa (Casis) Bintara Polri tahun 2016 yang menyeret dua oknum polisi Polda Sumsel, kini memasuki ranah persidangan.

Palembang, BP

Kasus dugaan suap Calon Siswa (Casis) Bintara Polri tahun 2016 yang menyeret dua oknum polisi Polda Sumsel, kini memasuki ranah persidangan.
Dalam dakwaannya, JPU menyebut bahwa hasil dugaan gratifikasi ini mencapai hingga Rp.6 miliar.
Uang tersebut didapat dari 25 orang calon Bintara yang mengikuti seleksi penerimaan Bintara Umum dan Bintara Penyidik Pembantu POLRI Tahun Anggaran (TA) 2016.
Disebutkan bahwa para terdakwa menjanjikan kelulusan bagi Casis yang bersedia membayar sejumlah uang ke mereka.
“Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya,” ujar JPU saat membacakan dakwaan pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Palembang, Senin (16/3).
Hadir dalam persidangan kedua terdakwa yakni Kombes Pol (Purn) Drg. Soesilo Pradoto M.Kes yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Dokter Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sumsel.
Serta AKBP Syaiful Yahya S.Si yang sebelumnya menjabat Kasubbid Kespol Biddokkes Polda Sumsel.
Keduanya disebut JPU menerima hasil yang berbeda dari perkara ini.
Yakni Kombes Pol (Purn) Drg. Soesilo Pradoto M.Kes disebut menerima uang sebesar Rp.3 miliar total Rp.6 miliar yang diduga berhasil diraup dari 25 Casis yang menjadi korbannya.
“Bahwa terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan, menerima hadiah atau janji yaitu menerimauang tunai,” tegas JPU.

Sementara itu, pantauan, kedua terdakwa hadir ke persidangan tampak banyak menundukkan kepalanya di hadapan majelis hakim yang diketuai Abu Hanifah SH MH.
Setelah persidangan, kedua terdakwa yang kompak menggunakan baju lengan panjang putih dan celana hitam tersebut juga langsung berjalan menuju ke mobil tahanan.
Sebelumnya diketahui kasus ini berhasil diungkap pada tahun 2016 silam.
Adapun modus operandi dari para tersangka yakni, Kombes Pol (Purn) drg. Soesilo Pradoto yang saat itu menjabat sebagai Kabiddokkes Polda Sumsel sekaligus ketua Rikkes dalam penerimaan brigadir tahun 2016, memberikan arahan kepada AKBP Syaiful Yahya selaku sekretaris tim Rikkes.
Arahan tersebut yaitu Kombes Pol (Purn) drg. Soesilo Pradoto memerintahkan AKBP Syaiful Yahya untuk menjadi koordinator penerimaan polri dengan menetapkan biaya sebesar Rp.250 juta per Casis yang membutuhkan bantuan untuk lolos dalam tes kesehatan dan psikologi.
“Jadi modusnya adalah drg. SP memerintahkan, kalau ada (Casis) yang minta tolong lolos tes kesehatan dan psikologi, jalurnya melalui AKBP SY,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palembang Asmadi, melalui Kasi Pidsus Kejari Palembang Dede, saat ditemui Kamis (23/1).
Dikatakan Dede, selain Kombes Pol (Purn) kedua terdakwa, masih ada satu orang lagi yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Tapi berkas satu tersangka itu masih P19. Jadi, selama masa penyelidikan tidak dilakukan penahanan. Setelah berkasnya dinyatakan lengkap, barulah kedua tersangka ini menjalani masa tahanan di mabes polri selama satu minggu dan kemudian dilimpahkan ke kami,” katanya saat itu.
Kedua kini terancam dijerat melanggar dengan pasal 12 huruf A dan atau Pasal 5 ayat (2) huruf a dan atau pasal 11 dan atau pasal 5 ayat (1) huruf a dan atau pasal 13 undang undang nomer 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.
Sebagaimana yang telah diubah dengan undang undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 jo pasal 65 ayat (1) KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dengan denda Rp.1 Milyar.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kapolda Sumsel Ingatkan Apapun Yang Terjadi Dilapangan Tetaplah Menjadi Tanggung Jawab Bersama.

Palembang, BP Kegiatan Rapat Koordinasi Forkopimda Tentang Penerapan New Formal Provinsi Sumsel dan Kota Palembang berlangsung di Mapolrestabes Palembang, Jum’at ...