Home / Headline / PPP Sumsel Prihatin Merebaknya DBD Dan Virus Corona

PPP Sumsel Prihatin Merebaknya DBD Dan Virus Corona

BP/DUDY OSKANDAR
Ketua DPW PPP Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Sutikno

Palembang, BP
Merebaknya demam berdarah dengue (DBD) dan virus corona di Indonesia menjadi keprihatinan semua pihak.

Bagi Ketua DPW PPP Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Sutikno, dalam perilaku dan pola pikir manusia harus berpegang pada norma-norma agama.

“ Menurut saya mari kasus-kasus yang berkaitan dengan DBD dan Corona dan sebagainya itu bagian dari kita untuk mencoba muhasabah atau introspeksi kita, dalam kehidupan sehari-hari , masihkah kita berpegang pada tali Allah SWT, rasa-rasanya kita melihat pemimpin-pemimpin secara umum sudah banyak jauh dari situ,” katanya, Minggu (15/3).

Dia melihat hal-hal bersifat kebendaan sekarang mengedepan, tidak lagi bersandar kepada norma-norma agama.

“ Berkaitan dengan wabah DBD dan corona tentu kita prihatin dan menurut saya , kami mengapresiasi kerja keras pemerintah, kami mengapresiasi baik di lapangan dan di tataran regulator, maka dalam mengantisipasi untuk menghadapi ini selain pemerintah melalui sosialisasi-sosialisasinya , kami berharap peran tokoh agama , para alim ulama ikut menenangkan masyarakat , memberikan penjelasan-penjelasan dan sebagainya , “ katanya.
Dan semua diserahkan kepada pemerintah dan jajarannya hal-hal berkaitan dengan tehnis baik bagaimana merelokasi, bagaimana tindakan-tindakan dan sebagainya.

“ Mari kita kembali norma agama , di agama itu ada namanya kebersihan itu sebagian dari iman, barangkali salah satunya kita sudah agak jauh dari kebersihan , kita yang muslim mungkin wudhunya tidak lima kali dalam sehari semalam, sementara sarannya cuci tangan , apalah cuci tangan itu tidak bisa kita analogikan kalau kita muslim berwudhu,” katanya.

Selain itu menurut mantan Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumsel ini melihat kejadian ini menyadarkan semua pihak , bahwa tidak otomatis produk makanan di luar semuanya harus merubah pola hidup kita.

“ Kenapa tidak kembali ke adat kebiaasaan kita, sekarang sudah jarang orang masak sayur asam, minum jamu beras kencur, jamu kunyit asem, tapi lebih banyak bagaimana kuah , pasta dan sebagainya,” katanya.

Dan secara umum menurut politisi senior PPP ini mengatakan, pihaknya prihatin dan pihaknya sekecil apapun mensosialisasikan dan menghimbau kader di lapangan dan menilai pemerintah sudah cukup tanggap.

“ Terakhir bari kita berdoa mudah-mudahan musibah ini tidak berlaku lama di republik ini ,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Fase New Normal, Pemkab OKU Fokuskan di 7 Sektor Kegiatan

Baturaja, BP–Pemerintah Kabupaten OKU saat ini tengah mempersiapkan tahap awal penerapan pelaksanaan tatanan fase New Normal. Kali ini, Pemkab OKU ...