Home / Headline / DPRD Sumsel Nilai RUU Omnibus Law Harus Berada Dalam Koridor Keadilan

DPRD Sumsel Nilai RUU Omnibus Law Harus Berada Dalam Koridor Keadilan

BP/IST
Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menerima perwakilan aksi Delegasi Buruh yg tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumsel dalam rangka penyampaian aspirasi terkait penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law, Jumat (13/3)

Palembang, BP

Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menerima perwakilan aksi Delegasi Buruh yg tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sumsel dalam rangka penyampaian aspirasi terkait penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law, Jumat (13/3).

Sebelumnya ribuan buruh di Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar aksi unjukrasa di halaman gedung DPRD Sumsel, Rabu (11/3). Mereka menolak rancangan undang-undang (RUU) Cipta Kerja Omnibus law.

Semula massa melancarkan aksi damai di kantor Gubernur Sumsel, puas berorasi massa berlanjut ke gedung DPRD Sumsel. Sayangnya dari 75 wakil rakyat tak seorang pun yang hadir menyambut ribuan massa buruh.

Dalam tuntutannya, ribuan buruh ini menyampaikan empat tuntutan. Pertama mereka memohon perlindungan hukum dan keadilan. Kedua, massa menolak rancangan undang-undang cipta kerja Omnibus law, ketiga menuntut dikeluarkannya kluster ketenagakerjaan dalam rancangan undang-undang cipta kerja Omnibus law.
Poin ke empat, massa meminta gubernur Sumsel dan DPRD Sumsel untuk turut mendukung perjuangan buruh dalam menolak rancangan undang-undang cipta kerja Omnibus law.

Pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi V DPRD Sumsel Susanto Adjis didampingi Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli dan sejumlah anggota Komisi V DPRD Sumsel, Komisi V DPRD Sumsel dalam hal ini sepakat dan mengapresiasi tuntutan buruh.
Dan akan menyampaikan aspirasi buruh ke pemerintah agar bisa di segera di sikapi.

“Kami dari Fraksi PKS meminta pemerintah agar RUU Omnibus Law tersebut berada dalam koridor keadilan sehingga pemerintah tak melulu mengejar investasi namun mengabaikan keadilan masyarakat,” kata Syaiful Padli.

Sedangkan Hermawan dari Konfederasi Serikat Buruh Indonesia Sumsel menilai rancangan undang-undang cipta kerja Omnibus law nantinya akan menyengsarakan hak hak buruh.

Dimana hak pesangon berpotensi akan hilang, hubungan kerja berpotensi seumur hidup. Selain itu upah kerja sangat murah.

“Jadi istilah kami kalau ini berlaku buruh pekerja kontrak kuli seumur hidup, banyak yang ingin kami sampaikan cuma prinsipnya kami menolak rancangan undang-undang cipta kerja Omnibus law,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Melihat Aktivitas Kampung Tangguh Tangkal Covid-19 di Muba: Warga Kompak Saat Pandemi, Kelola Pangan Lokal

Sekayu, BP–Lahan seluas 1,5 hektar terhampar luas di Perumnas Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu. Tanaman pangan lokal diantaranya Jagung, Cabai, ...