Home / Headline / 9 Tahun Buronan Kasus Pengeroyokan Di Jemput Paksa Polisi

9 Tahun Buronan Kasus Pengeroyokan Di Jemput Paksa Polisi

BP/IST
Berakhir sudah pekerjaan Robi (34) sebagai tukang service Hp di Lahat, lantaran dijemput paksa oleh petugas dari Polsek Plaju Palembang

Palembang, BP

Berakhir sudah pekerjaan Robi (34) sebagai tukang service Hp di Lahat, lantaran dijemput paksa oleh petugas dari Polsek Plaju Palembang.
Robi yang tercatat sebagai warga Jalan Kopral Paiman Lorong Lematang Plaju ini ditangkap karena terlibat kasus pengeroyokan pada tahun 2011 silam, yang mana atas aksinya korban mengalami luka di sekujur tubuhnya.
Kapolsek Plaju Palembang, AKP Tamimi menerangkan, tersangka Robi menganiaya seseorang pria di Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju pada 18 Agustus 2011 lalu.
“Saat itu, pelaku bersama saudara laki-lakinya mengeroyok seorang pria menggunakan senjata tajam. Akibatnya, korban mengalami luka hampir di sekujur tubuh,” ujar Tamimi kepada awak media, Kamis (12/3).
Setelah melakukan penusukan tersebut, kedua pelaku kabur, sementara korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Beruntung, saat itu nyawa korban dapat diselamatkan hingga ia membuat laporan ke polisi.
“Informasi keberadaan pelaku tidak lepas berkat kerjasama dengan Polres Lahat. Sehingga begitu mendapat informasi, kami langsung menciduk tersangka tanpa perlawanan,” jelas Tamimi.
Lebih jauh dikatakan Tamimi, Saat ditangkap tersangka Robbi ternyata masih menyimpan parang yang digunakannya untuk membacok korban. Sehingga tersangka beserta barang bukti sebilah parang turut dibawa ke Mapolsek Plaju sedangkan adik pelaku masih dalam pengejaran.
“Atas perbuatannya, tersangka diancam Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama atau pengeroyokan. Ancaman hukumannya bisa di atas 5 tahun penjara,” tukasnya.
Sementara tersangka Robbi mengakui perbuatannya menganiaya korban karena tak terima ibunya dianiaya korban.
“Sebenarnya waktu itu persoalan sepele. Keponakan saya bertengkar dengan anak korban. Tiba-tiba dia (korban) mencekik ibu saya. Saya dan adik saya lalu menghajar korban ini,” ungkap Robbi.
Usai kejadian tersebut, Dia langsung kabur ke lahat dan bekerja menawarkan jasa servis handphone.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

13 Daerah Di Sumsel Ditunda Transfer DAU 35%. , Anita Noeringhati: Akan Dilihat Apakah Provinsi Terlambat Melaporkan Atau Belum Recofusing

Palembang, BP 29 April 2020 Menteri Keuangan telah mengeluarkan kebijakan dalam bentuk surat keputusan (KMK) Keputusan Menteri Keuangan No 10/KM.7/2020 ...