Home / Headline / Muba Pilot Project Super Prioritas Pengembangan BBN, DRA Percepat Bangun Pabrik IVO dan Standalone Gasoline Biohidrocarbon

Muba Pilot Project Super Prioritas Pengembangan BBN, DRA Percepat Bangun Pabrik IVO dan Standalone Gasoline Biohidrocarbon

Foto: Humas Dinkominfo Muba

Sekayu, BP–Pemerintah Pusat melalui Kemenko Perekonomian dan Kemenristek Dikti pada 6 Februari 2020, telah menetapkan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sebagai Pilot Project Super Prioritas Pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN).

Sejak saat itu, Pemkab Muba terus fokus untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan Pemerintah pusat untuk percepat impelmentasi program tersebut. Hari ini, Selasa (10/3/2020), bertempat di ruang rapat Bupati Muba, bersama Kepala Perangkat Daerah terkait Dodi pimpin rapat percepatan Implementasi Rencana Pembangunan Pabrik IVO dan Standalone Gasoline Biohidrocarbon Berbasis Kelapa Sawit di Kabupaten Muba.

“Segera bentuk tim terpadu yang melibatkan seluruh OPD dan kepala wilayah dimana lokasi pabrik yang akan ditetapkan. Karena pemerintah pusat hampir setiap minggu mengundang kita untuk rakor percepatan program pengembangan BBN ini, jadi kita bentuk gugus tugas untuk tim percepatan, isinya lintas sektoral untuk mengimbangi speed sektoral pemerintah pusat,”pungkasnya.

Doktor Lulusan Universitas Padjajaran ini juga menjelaskan, ITB Dan Masyarakat Biohidrocarbon Indonesia (MBI) telah melaksanakan pembahasan untuk mengelola (FS) yang sudah dipesipkan untuk pembangunan tersebut. Kemudian BPDPKS bersama Surveyor Indonesia (SI) juga akan melaksanakan pendataan terhadap profil pekebun serta melihat potensi luasan areal perkebunan swasta dan swadaya sebagai suplai atas Kilang Plaju (CO Prosesesing).

“Nanti tim percepatan yang akan dibentuk dibagi dalam tiga bagian, pertama tim tanggung jawab untuk koordinasi ke pemerintah pusat, karena ada Sembilan Kementerian yang tergabung dalam pilot project ini. Kedua tim peninjau lokasi dan tata ruang, dan ketiga ada tim penyiapan kelembagaan. Nah tim ini perlu melibatkan sektor pihak luar,”ucap Dodi.

Dodi juga mengatakan selain Kabupaten Muba terpilih sebagai Pilot Project Super Prioritas Pengembangan BBN, ada juga Kabupaten Palalawan namun kebun mereka milik swasta. Nah disini Kabupaten Muba unggul karena program pengembangan BBN berbasis kelapa sawit ini jelas memberi nilai tambah bagi petani sawit di Muba, karena sudah terbukti seluas 12000 hektar diremajakan dan akan ada lagi program PSR, inilah kelebihan Muba, tempat lain tidak ada, satu-satuya di Indonesia.

“Dalam pemilihan lokasi pabrik IVO Kelapa sawit ini harus dipersiapkan matang-matang, baik tata ruangnya, jarak lokasi pabrik yang 5-10 km dari suplay perkebunan sawit rakyat tadi bisa tidak diakomodir, karena jika lebih pendek jaraknya bisa mengurangi cost, mempengaruhi harga dan visibilitas program ini,”pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Muba, Drs Iskandar Syahrianto memaparkan, rencana pembangunan baru pabrik IVO di areal Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). BPDP KS melalui Surveyor Indonesia melaksanakan pendataan profil pekebun dan lokasi pembangunan pabrik IVO dengan keluaran Profil Kebun, Pengumpulan data pekebun,koperasi, PKS. Pengumpulan Peta Tematik (Sebaran kebun sawit rakyat, Tata Ruang, administrasi, jaringan jalan, tanah, kelerengan. Kemudian Overlay dan analisis peta, Klusterisasi kebun (berdasarkan karakteristik lahan dan adminsitrasi  wilayah),sampling drone maping dengan multisensor untuk mendapatkan faktor-faktor produktifitas kebun dan Analisa produktivitas kebun per kluster.

“Untuk mekanisme harga IVO, harga beli TBS Kelapa Sawit Pekebun mengikuti penetapan harga TBS yang ditetapkan oleh Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi
Sumatera Selatan ditambah Insentif min 4,5 % dari harga TBS tersebut. Pekebun mendapatkan juga harga tambahan dari penjualan IVO setelah dikurangi biaya produksi. Yang melakukan pembelian TBS dan penjualan IVO adalah pihak pemilik Pabrik IVO,”jelasnya.

Rapat turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir Yusman Sriyanto, Kepala Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinkominfo, Plt PU Perkim dan Disperindag Kabupaten Muba serta Kepala Badan Pertanahan Wilayah Kabupaten Muba.#arf

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

SMB IV: Percuma Dilakukan PSBB Lanjutan Jika Masyarakat dan Pemerintah Tidak Mau Kerjasama

Palembang, BP Peningkatan jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Palembang, membuat Gugus Tugas Covid-19 Sumatra Selatan (Sumsel) mengusulkan Kota ...