Home / Pemerintahan / Situasi Hukum Adat Dari Suku Melayu

Situasi Hukum Adat Dari Suku Melayu

Oleh : Albar S Subari SH SU (Ketua
Pembina Adat Sumatera Selatan)
Hukum adat adalah suatu model hukum yang sumbernya adalah suku bangsa Melayu yang hidup didalam kawasan Asia Tenggara, maka perlu kita lihat pula bagaimana keadaan hukum adat di lain lain negarawan yang ada dikawasan tersebut.
Pertama di Philipina. Dimulai juga diadakan pengkajian oleh Universitas of the Philippines. Dalam tahun 1982 di Universitas tersebut terlihat ada suatu team yang serius mengadakan research dan publikasi tentang hukum adat di daerah utara Philipina yaitu mereka beri nama ETHNIC LAW.
Di Muang Thai belum terlihat adanya usaha yang jelas. Tetapi dari artikel yang pernah dikeluarkan oleh salah satu guru besar Hukum dari Universitas Thamasak dapat dibaca bahwa hukum barat yang diterima disana sampai kini dirasakan tidak efektif dan asing (Koesnoe).
Dalam tulisan tersebut dikemukakan ada pemikiran baru tentang bagaimana menyusun hukum yang sesuai dengan tuntutan rakyat negara tersebut.
Di Malaysia banyak pyla studi tentang Adat. Tetapi mengenai studi yang khusus tentang hukumnya belum terlihat jelas. Di Singapore, hukum adat dalam kurikulum fakultas hukum tidak kita jumpai. Dan bahan informasi tentang masalah ini sangat terbatas.
Dari uraian diatas,Hukum adat adalah salah satu model hukum di dunia. Hanya model hukum ini lama dibiarkan kepada nasibnya sendiri di tangan rakyat awam yang bersangkutan. Pemerintah kolonial dan ilmu pengetahuan kemudian berusaha mengangkat nya dengan cara dan jalan mereka masing masing. Sejak itu maka hukum adat menjadi perhatian kalangan ilmiah hingga tetap populer dan tetap diakui dan diketahui adanya.
Dalam masa pemerintahan nasional dewasa ini eksistensi dan kedudukan hukum adat justru menjadi persoalan. Dalam alam kemerdekaan nasional tampak lebih banyak masyarakat suku bangsa Melayu yang lebih suka memilih hukum barat yang moder, karena hukum adat dilihat sebagai hukum inferior.
Dalam keadaan yang demikian hukum adat, berkembang sendiri tanpa pembinaan dari para ilmuwan dab penguasanya. Pengembangan secara lokal dan nasional yang dialami kini adalah berkat latihan dan penanaman yang tidak henti hentinya dari lingkungan dan budaya rakyat adat itu sendiri, yang dalam kehidupan sehari hari tetap berjiwa dan memegang kembali kehidupannya adat secara nyata.
Disini adat hidup dengan “tak lekang dek paneh, tak lapuik dek hujan, Adaf terus berkembang dan berganti mengikuti irama dan tuntutan kehidupan tanpa dimengerti kalangan ilmu hukum yang ada di negerinya Adat yang bersangkutan. Akibatnya ialah sebagai kata pepatah: Tak dikenal, tidak disayang.
Untuk kebersamaan gerak di daerah bangsa Melayu sekarang kita kenal adanya pertemuan tahunan dari Lembag adat yang disebut Dunia Melayu Dunia Islam. Untuk periode sekarang presiden DMDI adalah bapak H. Herman Deru, SH MM ( Gubernur Sumsel).#

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kapolda Sumsel Silaturahmi Ke PDIP Sumsel

Palembang, BP Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol.Prof.Dr.Eko Indra Heri S, M.M menggelar silahturahmi ke Pengurus PDI Perjuangan (PDIP) Provinsi ...