Home / Headline / Ridho Enggan Maju Sebagai Calon DPD Golkar Sumsel

Ridho Enggan Maju Sebagai Calon DPD Golkar Sumsel

Poto: Ridho Yahya Ketua DPD Partai Golkar

Palembang, BP

Ketua DPD Partai Golkar Prabumulih, Ridho Yahya mengungkapkan, situasi di Musyawarah Daerah (Musda) ke X Golkar Sumsel Kamis (5/3).
Ia sendiri enggan maju sebagai calon bersama kakak (Mawardi Yahya) saat ini, karena tak ingin partai Golkar terpecah belah, karena memaksakan untuk jadi ketua.
Namun, nyatanya mundurnya mereka jadi bursa calon, tetap tidak menurunkan tensi persaingan yang ada.
Sementara itu, Ridho Yahya mengakui salah satu yang menyebabkan paripurna kelima menjadi alot karena adanya dukungan ganda, terutama dari ormas yang melahirkan maupun yang dikahirkan Partai Golkar.
“Pembahasan terkait dukungan ganda sudah mulai alot mulai sejak tadi malam, sudah digugurkan. Hari ini mereka gugat lagi,” kata  Ridho kepada awak media disela-sela ishoma di arena Musda X DPD Partai Golkar Sumsel di Hotel Santika Premiere, Kamis (5/3).
Misal, untuk Ormas MKGR yang kepengurusannya ganda di tingkat provinsi. Ridho tak menampik perhelatan Musda X kali ini paling berat dibandingkan musda-musda sebelumnya. Karena ada dua kandidat yang bersaing ketat dimana peroleh dukungan suara kedua yang juga ketat. “Baiknya memang perlu diteliti agar jangan sampai memunculkan masalah di kemudian hari,” kata Walikota Prabumulih ini.
Sementara, untuk DPD hanya DPD Partai Golkar OKU yang bermasalah karena adanya dua Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar OKU sepeninggal Johan Anuar yang kini terbelit perkara hukum dan mendekam  di sel tahanan. Terkait tahapan verifikasi dukungan dari ormas ini dan DPD OKU ini yang masuk di paripurna V yang paling alot pembahasannya.
“Masih alot pembahasan seputar dualisme kepengurusan di DPD Partai Golkar OKU. Kalau yang ormas sudah selesai tadi,” ungkap salah seorang anggota SC Musda Partai Golkar Sumsel, Alamsyah.
Sementara itu, di luar arena musda berlangsung panas. Sejak pagi telah berkumpul puluhan massa dari ormas Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sumsel. Mereka mendesak untuk bisa masuk dan menjadi bagian pengamanan intenal di ruang rapat musda kali ini.
Makin siang jumlah massa bertambah banyak mencapai ratusan orang.
Hal ini dipicu karena adanya ormas yang juga sayap Partai Golkar lain yakni Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) yang bisa masuk sekaligus menjadi bagian dari pengamanan dalam (pamdal) di musda kali ini. Karena aksi mereka kian tak terkendali hingga masuk ke dalam lobi hotel Santika Premiere membuat aparat keamanan dipimpin langsung Kapolresta Palembang, Kombes Pol Anom Setiadi menginstruksikan anak buahnya untuk menggiring ratusan massa ini keluar dari lobi hotel.
“Kami tugasnya hanya mengamankan dan mohon kepada saudara-saudara sekalian untuk tertib. Jangan sampai kalau bertindak anarkis kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Anom.
Eka Candra Pasha, salah seorang pengurus DPD AMPI Sumsel menyebut pihaknya menginginkan adanya keseimbangan dalam pamdal musda.
“Kami disini ambil bagian di musda karena mereka bagian dari Partai Golkar. Kenapa cuma AMPG yang bisa masuk, kami mintak sebanyak 40-50 anggota AMPI bisa masuk dan menjadi bagian dari pamdal kami ingin menjaga ketua kami di dalam,” teriak Eka disambut yel-yel dukungan dari ratusan massa yang hadir.
Sementara, ketua AMPG Sumsel, Augie Bunyamin yang juga menemui massa AMPI mengklaim permintaan pamdal bukanlah inisiatif AMPG Sumsel melainkan instruksi langsung dari DPP Partai Golkar.
“Perlu diketahui pamdal di dalam total sebanyak 150 orang. Terdiri dari 130 orang yang merupakan perwakilan enam OKP dan 20 orang dari DPP AMPG.
Saat instruksi DPP kami tidak mengetahui kalau AMPG mau ngirim suratnya kemana karena pada saat itu kepengurusannya belum terbentuk,” tegas Augie yang di musda kali juga bertindak selaku anggota Organizing Commitee (OC) ini.
Akhirnya, setelah dilakukan pertemuan antara perwakilan AMPG,AMPI dan OC yang difasilitasi Kapolresta Palembang diambil keputusan ke-130 pamdal dari enam OKP berseragam AMPI ditarik hingga ke ruang resto Hotel Santika Premiere.
Sedangkan dipilih lima perwakilan dari AMPI yang akan ditugasi dua orang mengawal ketua DPD AMPI Sumsel, Andie Dinialdie di dalam ruang sidang, tiga orang di luar ruang sidang.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kapolda Sumsel Ingatkan Apapun Yang Terjadi Dilapangan Tetaplah Menjadi Tanggung Jawab Bersama.

Palembang, BP Kegiatan Rapat Koordinasi Forkopimda Tentang Penerapan New Formal Provinsi Sumsel dan Kota Palembang berlangsung di Mapolrestabes Palembang, Jum’at ...