Home / Headline / ASN PU BM Ini Ganti Uang Negara Dan Dipenjara 1 Tahun 6 Bulan

ASN PU BM Ini Ganti Uang Negara Dan Dipenjara 1 Tahun 6 Bulan

BP/IST
Terdakwa kasus korupsi proyek pemeliharaan atau maintenance rutin jalan Muaradua – Kotabatu perbatasan provinsi Lampung di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Yattimura ST,MM Bin M.Thalib (50) ASN dinas PU Bina Marga yang juga PPTK kegiatan tersebut diganjar pidana penjara 1 tahun dan 6 bulan, Pada sidang dengan agenda putusan di PN Klas 1A khusus tipikor Palembang, Selasa (25/2).

Palembang, BP

Terdakwa kasus korupsi proyek pemeliharaan atau maintenance rutin jalan Muaradua – Kotabatu perbatasan provinsi Lampung di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Yattimura ST,MM Bin M.Thalib (50) ASN dinas PU Bina Marga yang juga PPTK kegiatan tersebut diganjar pidana penjara 1 tahun dan 6 bulan, Pada sidang dengan agenda putusan di PN Klas 1A khusus tipikor Palembang, Selasa (25/2).
Putusan itu dibacakan Majelis Hakim Tipikor Palembang, Kamaludin SH MH, terhadap terdakwa sebanyak 150 lembar, ” Mengadili dan memutuskan terdakwa, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum berupa Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang didakwakan dalam Dakwaan Kombinasi Kesatu Subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, terdakwa dipidana selama 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan,” kata Kamaludin.
Vonis tersebut lebih rendah dari tuntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari OKU Selatan Romza SH dibantu JPU Kejati Sumsel, Indra Bangsawan SH MH yang menuntut terdakwa sebelumnya dengan pidana penjara selama 2 tahun denda Rp.100.000.000.- (seratus juta Rupiah) subsidair 3 bulan kurungan menetapkan Terdakwa mengganti Kerugian Negara sebesar Rp. 1.191.147.600,00 Menetapkan Barang Bukti berupa Uang Tunai sebesar Rp. 1.030.000.000.- (satu Milyar tiga puluh juta rupiah) dirampas untuk Negara yang diperhitungkan sebagai uang pengganti atas kerugian negara, serta menghukum terdakwa membayar uang pengganti Rp. 161.147.600,00 (seratus enam puluh satu juta seratus empat puluh tujuh ribu enam ratus rupiah) dengan ketentuan apabila dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan setelah putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap Terdakwa tidak membayar uang pengganti maka harta benda dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut dan apabila Terdakwa tidak punya harta benda yang mencukupi untuk membayar Uang Pengganti maka dipidana selama 1 tahun Penjara.

Baca:  Itulah Demokrasi , Kita Harus Hargai , Selesai Kongres Bersatu, Siapkan Muswil Cari Yang Terbaik

Majelis hakim menyebut hal-hal yang memberatkan bahwa terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan korupsi, sedangkan hal yang meringankan bahwa terdakwa telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp. 1.030.000.000.- (satu Milyar tiga puluh juta rupiah dari total Kerugian negara sebesar Rp. 1.191.147.600,00 (satu milyar seratus sembilan puluh satu juta seratus empat puluh tujuh ribu enam ratus rupiah).
Terkait kerugian negara majelis hakim menetapkan agar terdakwa juga wajib mengembalikan sisa kerugian uang negara sebesar Rp. 161.147.600,00 (seratus enam puluh satu juta seratus empat puluh tujuh ribu enam ratus rupiah) dengan ketentuan, ” Apabila dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan setelah putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap terdakwa tidak membayar uang pengganti maka harta benda dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut dan apabila Terdakwa tidak punya harta benda yang mencukupi untuk membayar Uang Pengganti maka dipidana selama 6 bulan penjara,” kata Kamal.

Baca:  Gashuku dan Ujian DAN I Regional Sumatera Lemkari Sumsel Digelar

Terkait putusan tersebut terdakwa Yatimura melalui penasehat hukumnya langsung menyatakan pikir-pikir untuk upaya banding atau menerima.
Terdakwa Yatimura selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas PU Bina Marga (BM) dan Tata Ruang Sumsel ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek pemeliharaan rutin Jalan Muara Dua OKUS perbatasan dengan Provinsi Lampung tahun 2015.
Terdakwa terbukti membuat laporan fiktif terkait upah pekerja dalam kegiatan pemeliharaan rutin jalan tersebut, sehingga negera mengalami kerugian sebesar Rp1,1 milyar berdasarkan audit BPKP RI.
Modus operandi terdakwa yakni menambahkan jumlah pekerja yang memelihara jalan tersebut padahal jumlahnya tidak sesuai dengan laporan resmi, selain itu terdakwa juga melakukan mark up upah pekerja.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kelly Mariana : Penundaan Pilkada Kewenangan Pemerintah Pusat

Palembang, BP Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel Kelly Mariana mengatakan, penundaan pelaksaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, termasuk ...