Home / Headline / Guru SMP Negeri 13 Palembang Serahkan Dua Arca Ke Museum Balaputra Dewa

Guru SMP Negeri 13 Palembang Serahkan Dua Arca Ke Museum Balaputra Dewa

Palembang, BP

Guru SMP Negeri 13 Palembang, Kemas Sofyan, menyerahkan dua arca berukuran mini kepada Museum Negeri Provinsi Sumatra Selatan Balaputra Dewa, untuk dijadikan koleksi museum.

Dua arca tersebut, Arca Budha dan Arca Ganesha, diserahkan Sofyan kepada Kepala Museum Negeri Provinsi Sumatra Selatan Balaputra Dewa H Chandra Amprayadi, Senin (24/2).

Menurut Sofyan, dirinya mendapatkan kedua arca itu dari pemulung di kawasan Makrayu, Kecamatan Ilir Barat II, Kota Palembang.

“Saya kebetulan lewat sana dua hari lalu. Lihat ada kerumunan orang pengumpul barang bekas. Ternyata mereka mendapatkan dua arca kecil,” ujarnya yang saat penyerahan dua arca tersebut didampingi Kemas Ari Panji, sejarawan.

Ia kemudian bertanya kepada mereka mau diapakan dua arca tersebut. Jawabnya hendak dijual dengan kolektor barang antik.

“Saya berusaha mencegah. Saya bilang barang ini tidak boleh dijual. Kalau saya lapor polisi, kalian bisa ditangkap. Ini barang sejarah,” katanya.

Si pengepul barang bekas ini takut dengan ancaman tersebut. Apalagi, ketika itu Sofyan sedang mengenakan pakaian dinas. Alhasil, ia pun menjualnya kepada Guru Bahasa Indonesia ini. Setelah barang tersebut berpindah ke tangannya, beberapa meter meninggalkan lokasi, tiba-tiba ada orang mengendarai motor menghadang Sofyan.

Baca:  Sejarah Membuktikan Cara Berdemokrasi Masyarakat Palembang Sejak Dulu Tinggi

“Orang itu minta agar arca ini dijual kepadanya. Namun, saya menolak,” katanya.

Bingung mau diapakan barang tersebut, ia pun menghubungi Ari Panji. Disarankanlah dua arca tersebut untuk dihibahkan ke museum. Dan Museum Negeri Provinsi Sumatra Selatan Balaputra Dewa dipilih untuk menjadi tempat menyelamatkan peninggalan bersejarah tersebut.

Dua arca itu berukuran kecil. Arca Budha tingginya 13 cm. Arca ini berupa patung Budha yang sedang duduk bersila. Sedangkan Arca Ganesha yang berkepala gajah bertubuh manusia, merupakan dewa bagi pemeluk agama Hindu, berukuran 12 cm. Kedua barang tersebut terbuat dari batu andesit.

Kepala Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan Balaputra Dewa H Chandra Amprayadi mengatakan, apa yang dilakukan oleh Sofyan patut diteladani bagi warga lainnya. Apabila menemukan benda cagar budaya atau benda yang memiliki nilai sejarah, sepatutnya menyerahkannya ke museum, agar benda tersebut bisa dilestarikan dan tidak hilang.

“Kami akan ajak Arkeolog dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan untuk meneliti kedua arca ini, guna mengetahui kapan dibuat benda tersebut dan berapa umurnya,” katanya.

Baca:  Emoh Pakai Premium, Pengemudi Bentor Pilih Move On Pakai Pertamax

Menurutnya, bisa saja benda ini merupakan buatan orang zaman modern. Tapi tak tertutup kemungkinan peninggalan sejarah.

“Kami sangat mengapresiasi karena ada niat baik dari masyarakat untuk menyelamatkan benda-benda bersejarah ini,” katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk segera memberitahu pemerintah setempat atau pejabat berwenang, utamanya pihak Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan Balaputra Dewa, apabila menemukan benda-benda bersejarah.

“Jangan sampai barang-barang tersebut jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Sebab kalau sampai itu terjadi, maka akan hilanglah kebudayaan satu generasi. Padahal benda-benda tersebut sangat dibutuhkan oleh para budayawan dan arkeolog serta pemerintah,” katanya.

Sesuai dengan PP Nomor 66 tahun 2015 tentang Museum Pasal 1 disebutkan, museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan koleksi dan mengkomunikasinya kepada masyarakat.

Koleksi museum yang selanjutnya disebut koleksi adalah benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, dan atau struktur cagar budaya dan bukan cagar budaya, yang merupakan bukti material hasil budaya atau material alam dan lingkungan, yang punya nilai penting bagi sejarah.

Baca:  Pangdam II Sriwijaya Beri Penghargaan Prajurit Yang Tangkap Tersangka Mutilasi Vera Oktarina

Syamsudin, Kepala Seksi Koleksi Museum Balaputra Dewa memuji apa yang dilakukan Sofyan dengan menghibahkan dua buah arca ke museum.

“Kita apresiasi masyarakat, yang mempunyai keinginan untuk menghibahkan atau menitipkan koleksi yang memang jadi bagian dari sejarah Sumatera Selatan. Kita tampung dulu, nanti kajian ilmiahnya akan menyusul,” ucapnya.

Apabila setelah dikaji oleh Balai Arkeologi dan ternyata memang benar benda tersebut arca, maka akan jadi koleksi Museum Balaputra Dewa.

“Nanti akan ada kajian lanjutan berupa buku. Tidak menutup kemungkinan ada seminar dan sebagainya. Ini menarik untuk memperbarui data sejarah Kerajaan Sriwijaya ataupun Sumatera Selatan,”  katanya.

Ia juga mengatakan, pihaknya berencana membuat ruangan khusus untuk menampung benda-benda bersejarah yang dihibahkan masyarakat. Terlebih, hampir setiap tahun Museum Balaputra Dewa menerima barang-barang hibah dari masyarakat.

“Kami ingin memamerkannya dalam sebuah ruang khusus, ruang hibah namanya. Dengan harapan memberikan edukasi kepada masyarakat lain agar terpancing untuk menghibahkan benda-benda, yang mereka miliki, yang punya nilai penting,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kelly Mariana : Penundaan Pilkada Kewenangan Pemerintah Pusat

Palembang, BP Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel Kelly Mariana mengatakan, penundaan pelaksaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, termasuk ...