Home / Headline / Disdik Bentuk Satgas, Urai Penyebab Keteledoran di SMAN 18 Palembang

Disdik Bentuk Satgas, Urai Penyebab Keteledoran di SMAN 18 Palembang

Kadisdik Sumsel Drs Riza Fahlevi, MM saat mengomentari kejadian human error di SMAN 18 Palembang.

Palembang, BP–Terkait dengan keteledoran petugas operator SMA Negeri 18 Palembang yang menyebabkan ratusan siswa tak bisa mengambil peluang tes jalur SNMPTN, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Riza Fahlevi, MM mengimbau kepada semua siswa untuk tidak terlalu risau.

Pasalnya, peluang siswa untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tak hanya lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tapi juga bisa masuk jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan juga Ujian Saringan Masuk (USM).

Meski begitu, pihak Dinas Pendidikan Sumsel telah membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) untuk menemukan apa sebetulnya penyebab sekolah belum melakukan validasi data permanen sebagaimana syarat dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPTN).

“Untuk anak-anakku jangan pupus harapan, masih ada jalur SBMPTN dan USM untuk masuk PTN. Saat ini Dinas Pendidikan telah membentuk Tim Satgas untuk melihat apa penyebab sebetulnya. Ada yang bilang petugas operator berhenti, ada yang bilang data dipegang operator yang sudah berhenti, dan lain-lain,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Riza Fahlevi, MM, Selasa (11/2).

Riza menambahkan kejadian ini membuat peringatan bagi para kepala sekolah agar tetap menjalankan apa itu 4G yakni Gagasan, Gerakan, Gaul, dan Gilo.

“Kalau kepala sekolahnya gaul, gak sampai terjadi seperti ini. Karena sudah disosialisasikan dan diingatkan,” tegasnya.

Senada dengan itu dikatakan Kabid SMA Dinas Pendidikan Sumsel Bonny Syafrian bahwa pihaknya sudah mengingatkan bahkan melalui MKKS SMK sehingga jangan sampai sekolah tak validasi data permanen ke LTMPTN.

“Sebelumnya ada juga yang deadline SMAN 15 Palembang dan SMAN 22 tapi mereka lakukan validasi sebelum waktu deadline sentara SMAN 18 Palembang belum,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya ratusan siswa SMAN 18 Palembang mengaku menyesal karena tak bisa menggunakan peluang tes masuk jalur SNMPTN atau jalur undangan lantaran sekolah belum melakukan validasi data permanen ke LTMPTN.

“Ini memang kesalahan kami, bahkan banyak orang tua murid yang kecewa. Tadi ada sekitar 50 an siswa yang meminta penjelasan sekolah,” ujar Kepala SMA Negeri 18 Palembang Dra Sri Asmuniah, MSi.

Pihaknya menjelaskan bahwa kesalahan sekolah adalah karena pihak sekolah tidak menginput data permanen sekolah, jadi kita tidak bisa mengikutsertakan peserta didik di SNMPTN tahun ini.

Menurutnya, keteledoran tersebut murni kesalahan sekolah karena merasa tidak mendapatkan informasi untuk mempermanenkan data.

“Ada dua guru dan satu operator yang kita kirim saat sosialisasi, nah mereka ini merasa tidak mendapatkan informasi untuk mempermanenkan data tersebut karena tahun-tahun sebelumnya tidak ada aturan mempermanenkan data,” terangnya.

Sri Asmuniah mengaku, akibat kealpaan pihak sekolah tersebut dirinya juga sempat diancam oleh wali murid hingga didatangi ke rumah. “Saya mau gimana lagi, saya berusaha menghadapi ini semua,” jelasnya. #sug

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Wacana Metode Pembelajaran Jarak Jauh, DPRD Sumsel Dukung, Jika Untuk Jangka Pendek

Palembang, BP Wacana penerapan metode pembelajaran jarak jauh menjadi opsi permanen kedepan, menurut Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan ...