Home / Headline / “Kami Masyarakat Butuh Perlindungan Yang Sama, Tidak Hanya Natuna”

“Kami Masyarakat Butuh Perlindungan Yang Sama, Tidak Hanya Natuna”

BP/DUDY OSKANDAR
Ketua DPRD provinsi Sumatera Selatan
(Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati

Palembang, BP
Ketua DPRD provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati meminta Pemerintah Provinsi dan pihak terkait untuk melakukan pengawasan terkait virus corona ini.

Terkait dengan ritual Cap Go Meh di Pulau Kemaro yang nantinya banyak wisatawan asing dari luar Sumsel termasuk dari Cina menurut politisi Partai Golkar itu ritual tahunan tidak bisa dihalangi namun dia minta ada tindakan pencegahan dipintu masuk dibandara.

“ Bandara itu sudah harus disiapkan, baik yang datang domestik dan luar negeri, itu siapapun yang masuk harus diperiksa, khan ada alatnya, kalau kira-kira panasnya melebihi itu coba dievakuasi dulu untuk dicek kondisinya terutama wisatawan-wisatawan yang akan melakukan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, itu perlu seluruh pintu masuk yang ada di Sumsel dijaga,” katanya, Senin (3/2).

Soal pelarangan penerbangan orang dari Cina ke Sumsel, menurutnya itu kebijakannya dari pusat.

“Kita lihat di natuna saja, mereka keberatan kalau mereka ditempatkan disitu, artinya, kami masyarakat butuh perlindungan yang sama, tidak hanya Natuna, tidak hanya Palembang , tidak ada Jakarta, inilah yang harus betul-betul diwaspadai pemerintah, bahwa penyebaran virus corona dengan udara dengan suhu tubuh,” katanya.
Karena itu seluruh pintu masuk Sumsel baik darat, udara dan laut harus disiapkan alat untuk mendeteksi itu.
Selain itu peran penting stake holder (stake holder) terkait dalam hal antisipasi penyebaran wabah virus Corona khususnya di wilayah Sumsel mutlak dibutuhkan.

“Stake holder seperti Dinas Kesehatan harus gencar melakukan sosialisasi sekaligus edukasi. Termasuk menjawab rasa keingintahuan masyarakat tentang seberapa mematikannya wabah virus Corona. Karena di era keterbukaan informasi sekarang kita selaku masyarakat ikut cemas dan khawatir kalau melihat video ada orang yang tiba-tiba jatuh dan tergeletak di jalan yang dikatakan akibat terserang virus corona ini,” kata Anita.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nuraini mengatakan, meskipun dinyatakan negatif virus Corona, sembilan mahasiswa asal Sumsel yang baru datang dari Provinsi Wuhan Cina, akan terus dilakukan pemantauan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Sumsel dan fasilitas kesehatan terdekat.

Menurutnya menyebarnya virus Corona yang pertamakali ditemukan di Provinsi Wuhan Cina ini membuat masyarakat khawatir.

“Sembilan mahasiswa asal Sumsel dari Cina yang datang pada Sabtu kemarin langsung dilakukan pengecekan kesehatan,” katanya, Senin (3/2)

Dijelaskannya, pengecekan yang dilakukan di ruang isolasi tersebut untuk mengantisipasi menyebarnya virus yang di duga berasal dari kelelawar.

“Dari hasil pemeriksaan, semua mahasiswa tersebut dinyatakan negatif virus Corona, dan sudah di perbolehkan pulang,” katanya.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, meski telah dinyatakan negatif. Dinas Kesehatan Sumsel akan terus melakukan pemantauan kesehatan kepada sembilan mahasiswa tersebut selama 14 hari setelah kedatangan.
Selain itu Dinas Kesehatan Sumsel menyiagakan empat buah rumah sakit.

“Meskipun virus Corona belum masuk ke Sumsel, untuk antisipasinya kita sudah menyiapkan 4 rumah sakit dan pelayanan kesehatan,” katanya.

Dijelaskannya, ke empat rumah sakit rujukan penyakit infeksi Coronavirus tersebut adalah rumah sakit RSMH Palembang, RSUD Kayu Agung, RSUD kota Lubuk Linggau dan RSUD Kabupaten Lahat.
“Empat rumah sakit inilah yang menjadi rujukan bila nanti bila ada warga Sumsel yang terindikasi virus Corona,” katanya.
Diungkapkannya, virus Corona yang pertama kali terindikasi di kota Wuhan Negara Cina ini, membuat sejumlah negara melakukan antisipasi, termasuk Provinsi Sumsel.

“Untuk antisipasinya di bandara SMB II Palembang telah memasang alat pendeksi suhu tubuh, titiknya di terminal kedatangan Internasional dan domestik,” katanya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Sumsel, Feri Yanuar menambahkan, virus jenis baru yang belum pernah di indentifikasi sebelumnya oleh manusia tersebut adalah jenis virus yang di tularkan melalui paparan antara hewan dengan manusia.

“Menurut penelitian virus Corona di transmisikan dari hewan ke manusia. Manifestasi klinis biasanya muncul dalam 2 sampai 14 hari setelah paparan,” katanya.

Sedangkan untuk tanda dan gejala umum infeksi virus Corona antara lain, gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas.
“Pada kasus yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian,” katanya.

Dirinya mengimbau, agar masyarakat tidak panik dan selalu membiasakan hidup bersih dan sehat serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pangdam II Sriwijaya Kunjungan Kerja Bersama Forkompimda Sumsel Ke OKU dan Pali Terkait Covid-19

Palembang, BP Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M. Hum., bersama Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali melaksanakan kunjungan kerja ...