Home / Headline / DPRD Sumsel Melalui Inisiator Ketua Komisi I DPRD Sumsel Ajukan Usulan Raperda Pesantren

DPRD Sumsel Melalui Inisiator Ketua Komisi I DPRD Sumsel Ajukan Usulan Raperda Pesantren

BP/IST
Ketua Komisi I DPRD Sumsel Antoni Yuzar SH MH

Palembang, BP

DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengajukan peraturan daerah (Perda) inisiatif melalui inisiatornya yang juga Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sumsel Antoni Yuzar SH MH yaitu usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pesantren dalam Program Perencanaan pembentukan peraturan daerah (Propemperda) tahun 2020.
“Ini amanah UU No 18 thn 2019 tentang pesantren yg menjadi landasan hukum afirmasi atas jaminan kesetaraan tingkat mutu lulusan, kemudian akses bagi kelulusan dan independensi penyelenggaraan pesantren, serta landasan hukum bagi pemerintah pusat dan pemda untuk memberikan fasilitasi dalam pengembangan pesantren. Maka perlu ditindaklanjuti dengan perda tentang pesantren Provinsu Sumsel,” katanya, Selasa (28/1).
Menurut politisi PKB ini, kehadiran perda ini sangat dinantikan sebab Perda pesantren nantinya diharapkan mampu menjadi payung hukum, serta mendorong kemajuan pondok pesantren yang menjadi garis keilmuan dan pendidikan karakter agama Islam yang Rahmatan Lil Alamin.
Selain itu pendidikan di Pesantren nantinya akan menjadi pendidikan formal , fungsi pemberdayaan masyarakat dan dakwah, akan semakin kuat dengann anggaran keuangan dari Pemda dan bantuan keuangan lainnya yang sah,” katanya.
“Dan persoalan terkait kesetaraan atau persamaan status diakuinya pendidikan dan pondok pesantren seperti pendidikan formal lainnya. Dengan adanya UU Pesantren maka ijazah pesantren memiliki derajad yang sama, serta dengan adanya perda Pesantren akan berdampak positip dalam perkembangan santri,” katanya.
Dia memohon dukungan dan doa masyarakat Sumsel agar raperda ini segera terwujud menjadi perda dan akan menjadi skala prioritas Propemperda di Bapempeda DPRD Sumsel .
Sedangkan Ketua Asosiasi Pondok Pesantren NU, Provinsi Sumsel Hendra Zainuddin mengaku mendukung raperda tersebut apalagi dirinya juga praktisi pesantren selain itu undang-undang pesantren juga telah ada.
“ Kita berharap raperda yang dibuat nanti benar-benar bisa mensejahterakan pesantren,” katanya.
Dia mengakui seiring zaman, dulu pesantren dianggap lembaga pendidikan kelas dua, tapi setelah semakin tahu orang bagaimana pentingnya pesantren , dianggap pesantren itu luar biasa dalam hal pembentukan karakter.
“ Karakter building ini khan harus dibaguskan dari anak-anak usia dini dan pesantren sudah teruji untuk itu,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Palembang Usut Kasus Dugaan Temuan Ulat Belatung

Palembang, BP Kasus dugaan ditemukannya ulat belatung dalam makanan seorang konsumen restoran yang ada di dalam komplek mall, Palembang Trade ...