Home / Headline / 111 Doktor UIN Raden Fatah Berpotensi Jadi Guru Besar

111 Doktor UIN Raden Fatah Berpotensi Jadi Guru Besar

BP/DUDY OSKANDAR
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang Prof Dr HM Sirozi PhD

Palembang, BP
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang Prof Dr HM Sirozi PhD mengakui pihaknya masih kekurangan guru besar atau profesor, dari 500 dosen baru ada 20 orang yang jadi profesor.
Apalagi saat ini UIN Raden Fatah telah memiliki 111 doktor yang semuanya berpotensi menjadi profesor.

“Kita akui memang masih kekurangan profesor, idealnya itu minimal 40 persen dari jumlah dosen. Dan ini menjadi tantangan bagi UIN Raden Fatah untuk mendorong para dosen untuk untuk menjadi profesor,” kata Sirozi usai melakukan pengukuhan Guru Besar Prof Dr Muhajirin MA, Guru Besar Studi Islam, dan Prof Maya Panorama SE MSi PhD, Guru Besar Ilmu Pembangunan, di Gedung Akademik Centre UIN Raden Fatah Palembang, Jumat (24/1).
Menurutnya, saat ini tantangan Perguruan Tinggi semakin besar. Bagaimana membangun budaya akademik, bagaimana dosen secara maksimal memanfaatkan skillnya untuk melahirkan karya akademik yang karyanya bukan hanya diakui lembaga tapi juga diakui secara nasional.
“Gelar Profesor harus dapat menjadi contoh bagaimana berdedikasi terhadap ilmu pengetahuan. Menghabiskan ilmu, tenaga untuk ilmu pengetahuan,” katanya.
Oleh karena itu, kata Sirozi, yang menjadi tantangan pihaknya saat ini, bagaimana seluruh doktor ini berkomitmen untuk menjadi profesor. Dan tentu dengan persyaratan sekarang tidak mudah.
“Sebenarnya idealnya seluruh dosen itu profesor. Kalau diluar negeri doktor itu baru asisten profesor. Lama mengajar pun bukan jaminan. Tapi aktif riset, menulis Insya Allah gelar profesor itu datang sendiri,” katanya.
Apalagi menurutnya persyaratan menjadi profesor cukup jelas dan sulit,” Mudah-mudahan doktor-doktor yang lain ini terinspirasi, semangat untuk mengurus guru besarnya dan kita harapkan tahun ini 2020 ini akan bertambah lagi guru besar kita,” katanya.
Dia juga melihat tantangan paling besar untuk menjadi guru besar adalah semangatnya kurang,” Kalau persyaratan biasa-biasa saja, misalnya menulis artikel di jurnal internasional, jurnal nasional itu khan bagi seorang doktor bukan sesuatu yang luar biasa, disertasi yang 600 halaman bisa ditulis, seringkali semangat, kalau udah ada penyakit comport zone, kalau orang sudah selesai, karena perjuangan menjadi doktor itu berat, perjalanan panjang, apalagi dia sudah menjabat, ada namanya comport zone, zona nyaman, sudah zaman biasanya orang sudah nyaman suka lalai bahwa didepan masih ada tantangan, mengurus guru besar itu tidak sesulit yang kita pikirkan, yang penting fokus, berkomitmen dan berkerja keras,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Dibilang Lebay oleh Warga, Ini Penjelasan PLN Baturaja

Baturaja, BP–Manajer PLN Baturaja M Rasyid menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman listrik tidak ada pemberitahuan ke masyarakat Ogan Komering Ulu ...