Home / Headline / Pasutri Ini, Resmi Jabat Guru Besar UIN Raden Fatah

Pasutri Ini, Resmi Jabat Guru Besar UIN Raden Fatah

BP/IST
Kebahagian tercermin dari wajah pasangan suami istri (pasutri) ini, sebab, Prof Dr Muhajirin MA dan Prof Maya Panorama SE, MSi PhD resmi dikukuhkan menjadi guru besar atau profesor di di Gedung Akademik Centre Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Jumat (24/1).

Palembang, BP
Kebahagian tercermin dari wajah pasangan suami istri (pasutri) ini, sebab, Prof Dr Muhajirin MA dan Prof Maya Panorama SE, MSi PhD resmi dikukuhkan menjadi guru besar atau profesor di di Gedung Akademik Centre Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Jumat (24/1).
Prof Muhajirin dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Studi Islam di Fakultas Ushuluddin Pemikiran Islam, sedangkan Prof Maya sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Pembanguanan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Fatah Palembang.
Adapun judul orasi ilmiah yang diambil Prof Muhajirin yakni dengan judul Memaknai “Teori Tuhan ” Sebagai Hukum Absolut, sementara sang istri Prof Maya mengambil judul orasi ilmiah “Pengembangan Rural Micro Finance Di Indonesia”.
Acara pengukuhan dua profesor dua bidang studi berbeda tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting baik dari akademisi maupun pemerintah, tokoh nasional, dan tokoh asal Sumatera Selatan (Sumsel).
Proses pengukuhan dua guru besar ditandai dengan pembacaan SK Mendikbud Nadiem Makarim dan pembacaan SK pengukuhan serta pengalungan gordon oleh Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof Drs HM Sirozi, MA, PhD kepada dua guru besar yang tengah berbahagia hari ini.
Usai pengalungan gordon, kegiatan pengukuhan dua guru besar itu dilanjutkan dengan pemutaran video pendek yang berisikan perjalanan hidup dan aktivitas keseharian Prof Dr Muhajirin, MA.
Kegiatan pengukuhan kemudian dilanjutkan orasi ilmiah yang disampaikan Prof Dr Muhajirin, MA dengan judul Memaknai Teori Tuhan Sebagai Hukum Absolut dan Prof Maya Panorama, SE, MSi, PhD dengan judul Pengembangan Rural Micro Finance di Indonesia.

Baca:  Berat Medan Dihadapi, Pasiter Kodim  Palembang Terjebak Lumpur

Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof Drs HM Sirozi, MA, PhD mengaku, sangat bersyukur karena institusi yang dipimpinnya dapat tambahan dua profesor. Menurutnya, pengukuhan dua guru besar ini sangat luar biasa karena untuk meraih gelar tersebut di zaman sekarang ini bukanlah hal yang mudah.
Pastinya, menurut Sirozi, penambahan dua profesor ini menambah kredibilitas lembaga UIN Raden Fatah Palembang dalam melayani masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dikatakannya, pengukuhan dua profesor ini menjadi inspirasi dan motivasi untuk dosen-dosen yang sudah berkualifikasi doktor khususnya di UIN Raden Fatah Palembang, guna meraih gelar yang sama.
“Saat ini ada 111 dosen yang berkualifikasi dan bergelar doktor. Saya optimis para doktor ini lebih semangat untuk meraih guru besar. Sebab para guru besar inilah yang menentukan maju mundurnya pendidikan di Indonesia,” kata Sirozi.
Sirozi mengatakan, pengukuhan pasutri sebagai guru besar ini untuk pertama kalinya dan ini merupakan aset berharap UIN Raden Fatah Palembang sehingga lebih kredibel dan akuntabel dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.
“Yang jelas untuk mendapatkan gelar Profesor ini sangat sulit, butuh perjuangan dan pengorbanan ungkap Profesor muhajirin, karena kami berdua harus membuat jurnal yang terindeks scopus, dan Alhamdulillah kami bisa melaluinya dengan baik,” Insyaallah, “ kata Prof Dr Muhajirin, MA.
Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor ini pun menambahkan, untuk mengusulkan menjadi Profesor tersebut dirinya selisih satu tahun jadwalnya dengan pengajuan sang istri, sementara turunnya hasil usulan hanya berbeda satu bulan.
“Semoga pencapaian hingga guru besar ini membuat kami selalu berbuat baik untuk umat dan menjadi jalan kami menuju surganya Allah SWT,” katanya.

Baca:  Jadi Kurir Sabu , Oknum PNS PBK Kota Palembang di Vonis 7,5 Tahun Penjara

Hal senada dikemukakan Prof Maya Panorama SE, MSi PhD .
“Selain pengorbanan biaya, saya juga 10 hari harus di kuliah dan sisanya masih mengajar di UIN. Sedihnya kadang sering ketinggalan pesawat,” katanya.
Dia mengatakan, selama di Kuala Lumpur pun memang benar-benar disibukkan urusan menyusun disertasi sehingga aktivitasnya hanya dari flat ke perpustakaan.
“Alhamdulillah sekarang jerih payah saya terbayarkan. Bahagia sekali apalagi dikukuhkan bersamaan dengan suami,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Gerindra Sumsel Targetkan Menang di 7 Pilkada Serentak

Palembang, BP Ketua DPD Gerindra Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Kartika Sandra Desi, pihaknya menargetkan partainya bisa memenangi Pilkada di 7 ...