Home / Headline / Pelaku Sindikat SIM Palsu Dibekuk

Pelaku Sindikat SIM Palsu Dibekuk

BP/IST
Pelaku sindikat SIM palsu Erlangga Gusta (37), warga IT I Palembang ini berperan sebagai, pembuat SIM dan Nyayu Fadilah (42) warga IT II Palembang ini, berperan sebagai mengumpulkan bahan SIM bekas yang sudah tidak berlaku dan mencari warga yang sedang membutuhkan SIM , keduanya dibekuk pihak unit Curanmor Polrestabes Palembang , Senin (20/1).

Palembang, BP

Pelaku sindikat SIM palsu Erlangga Gusta (37), warga IT I Palembang ini berperan sebagai, pembuat SIM dan Nyayu Fadilah (42) warga IT II Palembang ini, berperan sebagai mengumpulkan bahan SIM bekas yang sudah tidak berlaku dan mencari warga yang sedang membutuhkan SIM , keduanya dibekuk pihak unit Curanmor Polrestabes Palembang , Senin (20/1).
Pelaku langsung digiring ke Polrestabes Palembang, berserta barang bukti berupa, tiga buah sim B II, dua lembar KTP, satu buah gunting kertas, empat buah bahan laminating, satu lembar SIM A a.n ROLEX, satu lembar SIM B1 UMUM A.n MADDINA, satu unit Printer merk EPSON L200, satu unit handphone merk VIVO warna hitam, satu botol kaleng pilox merk saporo, satu kaleng toner dan 1 kaleng kit.
” Kita kedua pelaku ini kita tangkap berdasarkan adanya laporan korban, yang membuat kepada petugas,” Ungkap Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyasdji didampingi Kasat Reskrim AKBP Nuryono, yang juga bersama Kanit curanmor Novel, Senin (20/1).
Ditangkapnya kedua Erlangga dan Nyayu, berawal korban Yamin meminta bantuan kepada saksi Uda untuk pembuatan SIM B I karena SIM miliknya sudah habis masa berlakunya.
Setelah itu Uda, menelpon Nyayu yang di ketahui bisa membantu korban untuk memperpanjang SIM B Idengan persyaratan foto KTP asli.
Kemudian, persyaratan langsung dikirimkan korban melalui Via Whatsapp ke nomor handphone Nyanyu dengan biaya uang sebesar Rp 1,8 juta.
Setelah itu, oleh Nyayu uang dan persyaratan tadi diberikan kepada tersangka Erlaga dan setelah SIM tersebut selesai 2 (dua) hari, SIM tadi berikan kepada korban.
Namun apesnya saat ada razia Sat Lantas di Lampu merah Tanjung Api-Api, rupanya sim korban palsu.
Saat dilakukan penangkapan, lanjut Anom, ternyata benar Erlaga ini merupakan Sindikat pembuatan sim palsu.
” Jadi mereka ini mencari sim yang sudah mati. Lalu menghapus indetitas pelaku mengunakan tiner, kemudian dicetak kembali. Sedangkan Nyayu bertugas mencari siapa yang ingin membuat sim kepada Erlaga,” kata Kapolrestabes.
Selain itu menurutnya pelaku mengaku sudah dua tahun terakhir ini menjalani profesi membuat SIM palsu ini .Dan sudah kurang lebih membuat sim palsu 50 sim.
” Atas ulah pelaku diancam pasal 263 KUHP pidana Jo pasal 264 KUHP dan pasal 378 KUHP, ancama penjara 6 tahun,” kata Anom.
Sedangkan tersangka Erlangga mengakui perbuatannya telah melakukan pemalsuan SIM.
“Jujur saya malu, ini sudah saya lakukan sejak 2 tahun terakhir, dan untuk pembuatan sim A dan C, saya bandrol 150 ribu, sedangkan untuk sim, B Umum saya minta 300 ribu,” Kata Erlaga.
Erlaga menjelaskan, pembuatan sim palsu ini, materialnya didapatkan dan dibeli dari sim orang yang sudah mati seharga 50 ribu.
Lalu untuk menghilangkan identitasnya dengan mengunakan tiner.
” Setelah identitas hilang, baru saya mengunakan printer untuk mencetaknya ulang, prosesnya dalam waktu singkat. Namun saya berikan ke pelagan dalam jangka 2 hari, agar tidak ketahuan sim ini palsu,” katanya.
Sedangkan, Nyayu, mengaku harus disuruh oleh Erlaga mencari pelaggan untuk membuat sim, ” saya hanya disuruh Erlaga dan diupah hanya 50 ribu. Mencari siapa yang mau membuat sim palsu,” katanya.
Peredaran SIM palsu di Palembang, terungkap setelah adanya pengendara terjaring razia.
Setelah dicek petugas, ternyata SIM yang bersangkutan palsu.
Dari kejadian itu, Polrestabes Palembang mengincar sindikat pembuat SIM palsu tersebut.
Tak butuh waktu lama, unit Curanmor Polrestabes Palembang berhasil menangkap dua orang pelaku.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

ASN dan Warga Muba di Bantaran Sungai Diakomodasi di Rusun

Sekayu, BP–Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza sangat memperhatikan betul kondisi dan kebutuhan warga Muba ...