Home / Headline / Rencana Perluasan TOD LRT Di Kota Palembang Dipertanyakan

Rencana Perluasan TOD LRT Di Kota Palembang Dipertanyakan

BP/IST
Pengamat kota dengan latar belakang ahli perancangan kota (urban desain ) dari Universitas Sriwijaya (Unsri) , Rizka Drastiani ST M SC

Palembang, BP
Rencana pemerintah dalam perluasan Transit Oriented Development (TOD) atau sistim perpindahan moda transportasi light rail transit (LRT) di Palembang yang ditargetkan dapat terealisasi di 13 stasiun pada 2023 mendatang dipertanyakan.

“Saya yakin itu cuma regulasinya saja, karena pengembangan TOD itu pertama harus regulasinya dulu, trus juga persegmen area transit atau stasiunnya harus dipikirin, enggak mungkin sama karakternya, kayak Ampera okelah dia karakternya Central Bisnis Distrik (CBD) trus dia ada heritage juga, dia kawasan perdagangan juga tapi begitu stop di misalnya Demang Lebar Daun dia kawasan pemukiman ada campurannya juga, jadi perlu benar-benar dipikirkan,” kata Pengamat kota dengan latar belakang ahli perancangan kota (urban desain ) Universitas Sriwijaya (Unsri),   Rizka Drastiani ST M SC, Minggu (19/1).

Apalagi menurutnya Peraturan Menteri (Perment) Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (RI) No 16 tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit seharusnya ada Peraturan Gubernur atau Peraturan Walikota turunan dari perment tersebut yang disesuaikan karakteristik kota Palembang.

“ Jadi kalau model pengembangan kita disesuaikan dengan karakteristik rawanya disesuaikan dengan heritagenya, yakinlah investor datangnya luar biasa,” katanya.

Baca:  Musi IV dan VI Masih Terkendala Pembebasan Lahan

TOD sendiri menurutnya suatu konsep pengembangan kawasan dimana titik transit LRT di Palembang.

“Karena mau tak mau Palembang secara tidak langsung Palembang mencontoh Jakarta yang juga memiliki LRT dengan titik transit dan itu akan dikembangkan jadi konsep TOD,” katanya.

Walaupun peraturan menteri soal TOD sudah ada tapi itu menurutnya menjelaskan secara global tapi harusnya disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah termasuk Palembang.

“ Sebenarnya Palembang dan Jakarta hampir mirip-mirip permasalahannya seperti banjir dan segala macam, cuma kita lihat dulu karena palembang ini RTRWnya belum jadi,” katanya.

Dia melihat di Palembang untuk konsep pengembangan TOD berdasarkan penataan kota yang ideal hanya ada satu di stasiun LRT di dekat Jembatan Ampera .

Apalagi stasiun LRT di Ampera ini menurutnya berdasarkan beberapa akademisi itu adalah sistim TOD paling sempurna di Palembang disana ada LRT, disana dibawahnya ada Trans Musi juga ada perpindahan moda transportasi air yang jika dimaksimalkan semua transportasi ini akan baik sekali.

“Kemungkinan besar, karena Ampera ini kawasan heritage dan juga sentral bisnis distrik juga, sementara dari peraturan pemerintah itu belum turunan baru perment dia masuk TOD kota, TOD kota itu regulasinya bisa KLB tinggi, ketinggian bangunan bisa 40 lantai, nah.. kalau tidak di awasi dan pemerintah tidak awere sama potensi heritage kita bisa-bisa bablas,” katanya.

Baca:  Penerjemahan Alquran Ke Baso Palembang, Masuk Pembahasan Draft Final

Selain itu titik-titik transit LRT di Palembang juga selalu banjir.

“ Hal ini disebabkan karena daerah resapan kurang dan regulasi pemerintah kayaknya dipatuhi, semestinya kalau kita mau membangun, bangunan komersial, itu harus ada 20 persen areal RTH untuk publik privat harus 10 persen atau 30 persen sementara sejauh ini seperti kalau kita lihat di kawasan PTC di Hotel Harper dimana areal hijaunya kurang dan tidak sampai 30 persen, jadi harus diperketat lagi sebenarnya untuk regulasinya,” katanya.

Sebelumnya Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumsel, Sugianto saat acara FGD terkait TOD di Palembang, Kamis (11/4/2019) menilai perlu mempercepat TOD yang ada di Sumatera Selatan dan salah satunya dengan menyiapkan regulasi yang lebih matang dan baik.

Menurut Sugianto, pengembangan area TOD LRT di Palembang terbagi dalam 4 fase. Hal ini disesuaikan dengan tingkat kesiapan pada pasar properti komersial dan areal lahan pengembangan.

Adapun fase pertama yang dinilai siap seperti stasiun Bumi Sriwijaya, stasiun Cinde dan Stasiun Ampera. Sementara fase dua, yakni stasiun Garuda Dempo dan stasiun RSUD.

Setelah kedua fase itu, maka TOD dapat dilanjutkan pada fase ketiga, mulai dari stasiun Asrama Haji sampai ke stasiun Dishub. Sementara untuk fase keempat meliputi stasiun Jakabaring dan stasiun DJKA.

Baca:  Penjaga Kost Curi Motor Ditangkap

“Semua fase dilakukan secara bertahap sesuai regulasi dan penelitian yang ada. Pembangunan TOD nanti akan sampai dalam radius 1 Kilometer di tiap stasiun,” kata Sugianto.

Sementara Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Jalan dan Perkeretaapian Kemenhub, Fadriansyah menilau pengembangan TOD pada jalur LRT di Palembang dapat meningkatkan penumpang transit. Bahkan akan dapat menambah pendapatan melalui tarif layanan.

“Manfaatnya banyak sekali, selain nanti dapat nilai tambah dan peningkatan nilai properti pastinya juga dapat menambah pilihan moda pergerakan khusus untuk kawasan pertokoan,” kata Fadriansyah.

Sementara untuk mempercepat dalam pengembangan TOD LRG, maka perlu ada kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk swasta. Dengan begitu, apa yang ditargetkan dapat tercapai.

“Dalam konsep TOD perlu ada kawasan parkir kendaraan yang disediakan untuk bersama, yang penting adalah integrasi dengan moda transportasi lain. Dengan begitu masyarakat bisa dengan mudah,” katanya.

Untuk LRT Palembang, Fedriansyah pun menilai saat ini sudah cukup baik. Salah satunya karena LRT sudah terintegrasi dengan Trans Musi serta angkutan kota lainnya. Baik itu LRT, Trans Musi bahkan Bus Damri.

“Sekarang sudah baik, naik LRT, Trans Musi, Damri sudah ada tarif tersendiri. Mulai dari Rp 7.000-14.000, saya rasa sudah baik,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

ASN dan Warga Muba di Bantaran Sungai Diakomodasi di Rusun

Sekayu, BP–Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza sangat memperhatikan betul kondisi dan kebutuhan warga Muba ...