Home / Headline / Fraksi Gerindra Kritisi Penyertaan Modal Untuk PDAM dan Pajak Daerah

Fraksi Gerindra Kritisi Penyertaan Modal Untuk PDAM dan Pajak Daerah

BP/IST
Patra Wibowo SE,

Palembang, BP

Fraksi Gerindra DPRD Palembang  mengkritisi terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Kota Palembang Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Pajak Daerah dan Raperda tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kota Palembang kepada PDAM Tirta Musi Palembang.

Hal itu diungkapkan oleh politisi muda Gerindra Patra Wibowo SE, usai rapat paripurna DPRD Palembang, tentang pandangan umum fraksi terhadap 4 Raperda Kota Palembang Tahun 2020. Selasa (14/1).

Patra mengatakan, pada dasarnya Fraksi Gerindra mendukung terbentuknya Perda, tapi dengan catatan, diantaranya, besaran angka pajak daerah adalah hasil kajian secara akademis yang disesuaikan dengan kemampuan masyarakat agar tidak membebani masyarakat di tengah perlambatan ekonomi secara makro dan mikro.

Baca:  2 hari LCC Sejarah Peserta Tunjukkan Kemampuan Terbaik

“Kami meminta Perda dapat dijalankan dengan tegas dan sesuai ketentuan yang harus dijalankan dengan pendekatan persuasif sehingga terjadi tingkat
kepatuhan dan tertib administrasi yang signifikan dalam peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) kota Palembang,” katanya.

Menurut pria berlatar belakang pendidikan ekonomi ini, saat ini inventarisasi porto folio PBB belum update. Fraksi Gerindra,
menyoroti tentang transaksi jual beli tanah, atau tanah-tanah yang sudah memiliki sertifikat yang belum dibangun, belum ditagihkan PBB nya alias tidak terdata.

Baca:  Orang Gila Bisa Nyoblos

“Kami sarankan agar BPPD Palembang segera melakukan kerjasama terhadap pihak terkait, dalam hal ini pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) kota Palembang, Kecamatan, Kelurahan dan ketua RT. Sehingga terjadi sinkronisasi dan supervisi setiap transaksi jual beli atas penerbitan SHM (Sertifikat Hak Milik),” ujarnya.

Selain soal pajak daerah, pihaknya juga menyoroti Raperda tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kota Palembang kepada PDAM Tirta Musi Palembang. Seperti diketahui bersama, air bersih adalah urat nadi kehidupan masyarakat, pada prinsipnya Fraksi Gerindra mendukung Raperda ini, secara garis besar dapat dimengerti penyertaan modal yang diinvestasikan oleh Pemerintah Kota Palembang, bertujuan untuk kepentingan masyarakat sekaligus sumber PAD yang terukur, yang dapat digunakan kembali untuk pemeliharaan dan peningkatan pelayanan di bidang air bersih.

Baca:  Medi Basri Jabat Plt Ketua DPD Golkar Muaraenim

“Didalam Raperda tersebut belum mengatur tentang persentasi kontribusi laba bersih PDAM Tirta Musi Palembang kepada Pemkot Palembang, kami sarankan item tersebut dimasukkan dalam Bab III. Bentuk dan Nilai Penyertaan Modal, atau
ditambahkan pasal baru. Hal ini menjadi penting untuk mengukur rata- rata kontribusi PAD pada pos anggaran Kekayaan Daerah yang dipisahkan dari PDAM Tirta Musi Palembang,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Puji SMKN 3, Kadisdik Sumsel Sebut Kasek Harus Bisa ‘4G dan Mikir’

Palembang, BP–Tak bisa dipungkiri, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mayoritas lulusan bermuara pada dunia usaha dan dunia industri (Du-Di). Peran ...