Home / Headline / Kabur Saat Ditangkap, Residivis Curanmor Ditembak Polisi

Kabur Saat Ditangkap, Residivis Curanmor Ditembak Polisi

BP/IST
Petugas dari Unit 4 subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terpaksa menembak kaki seorang residivis spesialis pencurian kendaraan bermotor di kota Palembang atas nama Sailani (35) warga Talang Andong Plaju Palembang karena berusaha kabur saat akan di tangkap di kediamannya Minggu (5/1) dini hari.

Palembang, BP

Petugas dari Unit 4 subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terpaksa menembak kaki seorang residivis spesialis pencurian kendaraan bermotor di kota Palembang atas nama Sailani (35) warga Talang Andong Plaju Palembang karena berusaha kabur saat akan di tangkap di kediamannya Minggu (5/1) dini hari.
Kanit 4 Kompol Zainuri mengatakan tersangka merupaka residivis penjara 2011 dengan kasus curanmor.
“Namum setelah bebas pelaku mengulangi perbuatannya di berbagai lokasi di Palembang,” kata Zainuri, Senin (6/1).
Sebagian besar motor yang di curi Sailani dan temannya Yona sekarang menjadi buronan, menurutnya merupakan motor-motor yang di tinggalkan pemiliknya.
Setiap beroperasi tersangka selalu berpasangan dengan temannya Yona sebagai pemetik (mengambil motor yang di tinggalkan pemiliknya) sedangkan tersangka menunggu di atas motor atau sebagai joki.
Kedua tersangka menggunakan modus naik motor berboncengan keliling kota Palembang untuk mencari mangsa atau motor yang di tinggal pemiliknya.
“Tersangka pernah di penjara tahun 2011, sejak bebas sudah sekitar 10 kali sudah mencuri motor tersangka di kenakan pasal 363 tentang pencurian dengan ancaman penjara di atas 5 tahun,” katanya.
Sedangkan tersangka Sailani mengaku, sejak bebas telah mencuri motor sekitar 10 kali mulai di seputaran Bukit Besar, Jembatan Musi 2, Jl. Menuju Bandara kawasan Kenten, belakang kantor gubernur dan jembatan Ampera, monpera dan Benteng Kuto Besak ( BKB ).
Terakhir tersangka mencuri motor di Bukit Besar dan sempat viral karena perbuatannya terekam CCTV di lokasi kejadian.
“Aku ngambil motor sekitar 10 kali dengan modus berboncengan bersama Yona, aku nunggu di atas motor Yona yang mengambil motor , semua motor di jual di Tulung Selapan OKl dengan harga Rp800 ribu permotor, “kata tersangka.#osk

Baca:  Pembahasan APBD Sumsel Terlama

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kapolda Sumsel Ambil Sumpah Peserta Calon Seleksi Dibangum Polri TA 2020

Palembang, BP Kapolda  Sumatera Selatan (Sumsel)  Irjen Pol Drs. Priyo Widyanto, M.M., mengambil Sumpah dan melaksanakan Penadatangan Fakta Integritas Seleksi ...