Home / Budaya / Sutradara Nasional Firman Nurjaya Jadi Narasumber Dialog Global Parfi Awards 2020

Sutradara Nasional Firman Nurjaya Jadi Narasumber Dialog Global Parfi Awards 2020

Sutradara film nasional Firman Nurjaya

Jakarta, BP–Bali akan menjadi pusat perhatian para Insan perfilman dan juga masyarakat karena adanya perhelatan Besar bagi upaya peningkatan Film Indonesia.

Film menjadi medium strategis untuk mengenali budaya suatu bangsa. Belum ada medium lain yang bisa menyamai kemampuan film dalam mengekspresikan realitas, termasuk realitas budaya dan identitas kebangsaan.

Demikian antara lain dikemukakan CEO PT. Intaro Holding Company, Gde Laksananta Sandiyasa Arsada, ketika menerima Panitia Penyelenggara Parfi Awards 2020, di Denpasar, Bali, Selasa malam (31/12/2019).

“Masyarakat yang beragam membutuhkan ekspresi beragam pula. Di tengah berbagai krisis koeksistensi yang melanda negeri ini kita perlu meningkatkan peran film sebagai perantara sosial. Berdampingan dengan perannya sebagai komoditas komersial,” ujar Sandiyasa.

Sandiyasa menyambut baik serta mendukung penuh atas gagasan Parfi Awards 2020. Sebuah ajang apresiasi film berbasis budaya yang diselenggarakan lembaga profesi Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI).

Penghargaan ini menurutnya, penting untuk memperluas tolok ukur karya sinema.

“Kita perlu menakar film Indonesia lebih dari capaian ekonomi semata. Mengingat film tidak saja berfungsi sebagai komoditas komersial, tapi juga sebagai perangkat strategis dalam interaksi kultural,” paparnya.

Di luar gagasan penyelenggaraan Parfi Awards 2020, Sandiyasa juga telah menyiapkan perangkat produksi dan distribusi film di bawah kendali PT. Sandi International Picture.

Melalui Production House (Rumah Produksi) yang didirikannya ini harapannya, industri perfilman di tanah air dapat lebih mandiri serta mengalami pertumbuhan.

Dari sekian banyak proses dan karya yang membentuk perfilman nasional, kata Sandiyasa, film Indonesia masih diartikan sebatas film yang beredar di bioskop. Bioskop saat ini masih dipandang sebagai kanal distribusi yang paling stabil, dan paling diakrabi publik.

“Oleh karena itu, selain produksi dengan target produksi setiap bulan satu judul film, kami juga telah menyiapkan kanal distribusi berupa bioskop online, dan bioskop rakyat. Bioskop rakyat, berupa layar tancap modern yang akan kami bangun di tingkat kecamatan. Di tiap kecamatan ada satu unit perangkat layar tancap, dengan empat layar. Pola seperti ini sudah berlangsung di Amerika,” paparnya.

Terkait dengan Parfi Award Global  FM Bali adakan wawancara khusus dengan Sutradara Film Nasional dan sekaligus Ketua penyelenggara Parfi  Award 2020 Firman Nurjaya Hari Sabtu tanggal 4Januari 2020 pukul 10 WITA dan juga Dirut Aura Ratu Pertiwi Nurlaila yang akan bicara banyak hal tentang produk ARP dan Perfilman.Acara ini dikemas dalam format diskusi Publik yang diharapakan masyarakat pemirsa Radio Global FM Bali bisa memberikan masukan dan pemikiran dalam turut memajukan dunia perfilman di Indonesia. Acara ini disiarkan secara Live di FB dan  Aplikasi Radio Garden.

Jakarta, BP–Bali akan menjadi pusat perhatian para Insan perfilman dan juga masyarakat karena adanya perhelatan besar bagi upaya peningkatan Film Indonesia.

Film menjadi medium strategis untuk mengenali budaya suatu bangsa. Belum ada medium lain yang bisa menyamai kemampuan film dalam mengekspresikan realitas, termasuk realitas budaya dan identitas kebangsaan.

Demikian antara lain dikemukakan CEO PT Intaro Holding Company Gde Laksananta Sandiyasa Arsada, ketika menerima Panitia Penyelenggara Parfi Awards 2020, di Denpasar, Bali, Selasa (31/12/2019) malam.

“Masyarakat yang beragam membutuhkan ekspresi beragam pula. Di tengah berbagai krisis koeksistensi yang melanda negeri ini kita perlu meningkatkan peran film sebagai perantara sosial. Berdampingan dengan perannya sebagai komoditas komersial,” ujar Sandiyasa.

Sandiyasa menyambut baik serta mendukung penuh gagasan Parfi Awards 2020. Sebuah ajang apresiasi film berbasis budaya yang diselenggarakan lembaga profesi Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI).

Penghargaan ini, menurutnya, penting untuk memperluas tolok ukur karya sinema.

“Kita perlu menakar film Indonesia lebih dari capaian ekonomi semata. Mengingat film tidak saja berfungsi sebagai komoditas komersial, tapi juga sebagai perangkat strategis dalam interaksi kultural,” paparnya.

Di luar gagasan penyelenggaraan Parfi Awards 2020, Sandiyasa juga telah menyiapkan perangkat produksi dan distribusi film di bawah kendali PT. Sandi International Picture.

Melalui Production House (Rumah Produksi) yang didirikannya ini Sandiyasa berharap, industri perfilman di tanah air dapat lebih mandiri serta mengalami pertumbuhan.

Dari sekian banyak proses dan karya yang membentuk perfilman nasional, kata Sandiyasa, film Indonesia masih diartikan sebatas film yang beredar di bioskop. Bioskop saat ini masih dipandang sebagai kanal distribusi yang paling stabil, dan paling diakrabi publik.

“Oleh karena itu, selain produksi dengan target produksi setiap bulan satu judul film, kami juga telah menyiapkan kanal distribusi berupa bioskop online, dan bioskop rakyat. Bioskop rakyat, berupa layar tancap modern yang akan kami bangun di tingkat kecamatan. Di tiap kecamatan ada satu unit perangkat layar tancap, dengan empat layar. Pola seperti ini sudah berlangsung di Amerika,” paparnya.

Terkait dengan Parfi Award Global  FM Bali adakan wawancara khusus dengan sutradara film nasional dan sekaligus Ketua penyelenggara Parfi  Award 2020 Firman Nurjaya Hari Sabtu tanggal 4 Januari 2020 pukul 10 WITA dan juga Dirut Aura Ratu Pertiwi Nurlaila yang akan bicara banyak hal tentang produk ARP dan Perfilman.Acara ini dikemas dalam format diskusi Publik yang diharapakan masyarakat pemirsa Radio Global FM Bali bisa memberikan masukan dan pemikiran dalam turut memajukan dunia perfilman di Indonesia. Acara ini disiarkan secara Live di FB dan  Aplikasi Radio Garden.#rdo

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Gasak Dua Hp Diruang Tamu, Jabrik Ditembak Polisi

Palembang, BP Febriansyah alias Jabrik (34) hanya bisa meringis kesakitan akibat luka tembak di kaki kirinya. Warga Jalan Baru, Kelurahan ...