Home / Headline / Selama 2019, Kasus Pembunuhan Meningkat Di Sumsel

Selama 2019, Kasus Pembunuhan Meningkat Di Sumsel

BP/IST
Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alfiani SIk

Palembang, BP

Kasus pembunuhan yang terjadi di Sumsel selama tahun 2019 mengalami peningkatan. Hal itu lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya 2018 yang terjadi 70 kasus pembunuhan dan selesai 43 kasus.

Sementara di tahun 2019 terjadi 98 kasus pembunuhan dengan 64 penyelesaian. Dengan demikian, ada kenaikan sekitar 28 kasus pembunuhan atau mengalami kenaikan sekitar 40 persen.

Dengan kasus menonjol tahun ini, diantaranya dialami korban Apriyanita (50), PNS Kementerian Balai Besar Palembang, dihabisi pada 14 Oktober 2019. Warga Jalan Dwikora II, Kecamatan Ilir Barat I, dihabisi pelaku Mgs Yudi Thama Redianto bersama M Ilyas Kurniawan alias Yas. Motifnya pelaku punya piutang Rp 100 juta yang tak kunjung dilunasi kepada korban.

Akibatnya Yudi juga honorer di Balai Besar Palembang ini, nekad membunuh korban. Korban dijerat Ilyas di dalam mobil Innova Nopol BG 1559 FIS warna hitam. Kemudian jasadnya dimakamkan dengan tidak wajar dicor di TPU kandang kawat, hingga kini tinggal dua pelaku yang terlibat penguburan korban masih dalam pengejaran.

Kasus berikutnya korban Ina Anti Murni (20), terjadi 20 Januari 2019. Warga Desa Pedetaan, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim ini tewas tragis, usai mengonsumsi narkotika bareng para pelaku Febriansyah, Abdul Malik alias Tete, Dian Prayoga alias Yoga, dan Ferianto.

Sebelum dihabisi, Ina sempat melawan dipukul 3 kali kepalanya pakai kayu balok. Lalu diperkosa secara bergiliran, kemudian mayatnya diikat dengan kasur spring bed, lalu dibakar dan dibuang ke rawa-rawa. Yakni di buang ke SP 2 Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir.

Kemudian kasus Melindawati Zidoni (22) calon pendeta, dan seorang anak Nita (6) terjadi 26 Maret 2019, di Polres OKI, Kecamatan Air Sugihan. Dihabisi tersangka Hendri dan Nang, sehabis korban belanja di pasar, kemudian di tengah kebun sawit korban dihadang dengan kayu balok.

Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alfiani SIk mengatakan, pihaknya telah mengungkap sejumlah kasus menonjol dan menjatuhkan vonis terhadap para pelakunya. “Untuk kasus menonjol kita ungkap, hanya ada beberapa pelaku yang masih menjadi DPO. Namun kasusnya sudah terang benderang, dari motif dan pelakunya,” tanggapnya.

Meningkatnya perkara pembunuhan ini, menurutnya terjadi karena faktor seperti utang piutang dan pengaruh narkotika. “Ini jadi masalah ekonomi dan pengaruh narkotika dan miras ini sangat berpengaruh. Bahkan dari penyelidikan, para pelaku melakukan karena pengaruh obat berbahaya ini, beberapa tes hasilnya positif narkotika,” katanya, Rabu (1/1). #osk

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Lagi, Pasien Terpapar Covid-19 di OKU Bertambah 37 Orang

Baturaja, BP–Jurubicara Satgas Covid-19 Kabupaten OKU, Rozali, kembali menginformasikan update data kemarin hingga hari ini, Rabu (3/6/2020), sampai pukul 10.00 ...