Home / Headline / Dua Pelaku Perampokan Dan Pembunuhan , Ruslan Sani Terancam Hukuman Mati  

Dua Pelaku Perampokan Dan Pembunuhan , Ruslan Sani Terancam Hukuman Mati  

BP/IST
Tersangka Sulaiman (37) dan Abib Samudra alias Iwan (36) yang merupakan  dua pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap sopir taksi online (Taksol) , Ruslan Sani, di Kecamatan Gandus Palembang, pada Sabtu malam (28/12), terancam hukuman mati.

Palembang, BP

Tersangka Sulaiman (37) dan Abib Samudra alias Iwan (36) yang merupakan  dua pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap sopir taksi online (Taksol) , Ruslan Sani, di Kecamatan Gandus Palembang, pada Sabtu malam (28/12), terancam hukuman mati.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis, Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Baca:  Dandrem 044/Gapo Ultah

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, kedua tersangka merencanakan pembunuhan terhadap Ruslan Sani. Hal itu dibuktikan dengan temuan beberapa bukti catatan riwayat pemesanan taksi online.

“Ditemukan beberapa catatan riwayat pemesanan taksi online yang beberapa kali gagal oleh tersangka Sulaiman. Dan ini menunjukkan jika tersangka memang mengincar korban,” kata Anom, Senin (30/12).

Dia menjelaskan, kedua tersangka melakukan aksi kejahatan dengan motif ingin menguasai barang berharga milik korban berupa mobil Avanza. Di mana aksi perampokan tersebut disertai dengan pembunuhan yang terencana.

Baca:  KOPZIPS Ucapkan Selamat Datang dan Terima Kasih Kepada Tamu Ziarah Kubro

“Saat mengeksekusi korban di wilayah Gandus, Sulaiman yang duduk disamping korban menghujamkan pisau ke tubuh korban. Di sisi lain tersangka Iwan yang duduk dibelakang menjerat leher korban menggunakan tali. Korban mengalami tujuh luka tusuk di wajah, dada dan perut. Jadi pembunuhan ini sangat terencana,” kata Anom.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti yang digunakan dalam melancarkan aksi kejahatan dan barang hasil kejahatan.

Baca:  Yusuf Mansyur Dukung Jokowi, Bukti Jokowi Tak Krimininalisasi Ulama

“Barang bukti yang diamankan berupa pisau, replika senjata api air jenis softgun dan tambang plastik milik tersangka, serta sebuah mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi BG 1442 RP,” katanya.

Sedangkan Tersangka Iwan mengaku jika mereka tidak berniat untuk menghabisi nyawa korban.

Menurutnya, mereka hanya ingin memukuli korban untuk memberikan efek jera. Aksi kejahatan ini juga dia akui atas dasar dendam. Karena korban pernah menyerempek keponakannya saat berkendaraan.

“Sebenarnya tidak ada niat untuk membunuh korban, tapi dia melawan. Kami cuma ingin memukulinya saja karena dia pernah nyerempet keponakan saya sampai luka,” katanya.#osk

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Puji SMKN 3, Kadisdik Sumsel Sebut Kasek Harus Bisa ‘4G dan Mikir’

Palembang, BP–Tak bisa dipungkiri, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mayoritas lulusan bermuara pada dunia usaha dan dunia industri (Du-Di). Peran ...