Home / Headline / Komunitas Pese Lubuklinggau dan Palembang Hadiri Sedekah Rame di Batu Urip, Lubuklinggau

Komunitas Pese Lubuklinggau dan Palembang Hadiri Sedekah Rame di Batu Urip, Lubuklinggau

Lubuklinggau, BP

Demi menggali budaya sebagai pelestarian kearifan lokal daerah, Komunitas Pencinta Sejarah dan Budaya Bumi Silampari Kota Lubuklinggau beserta Komunitas Pencinta Sejarah (PESE) UIN Raden Fatah Palembang menghadiri Sedekah Rame yang diadakan oleh Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau. Minggu (15/12) lalu.

 Sedekah rame ini seperti sebuah kegiatan penyucian benda-benda pusaka yang dimiliki Kelurahan Batu Urip yang masih kental dengan budayanya. Pada acara pembuka, ditampilkan tari-tarian tradisional dan tari kreasi dari warga itu sendiri. Pada acara inti, yaitu acara penyucian benda-benda pusaka yang dianggap keramat seperti Keris, Tombak/Kujur, dan Pakaian/Kain peninggalan leluhur yang dianggap keramat dan sakral. Kemudian pada acara penutup yaitu penghanyutan Jong (Perahu Kecil) di Sungai Kelingi yang memiliki maksud semoga wilayah Kelurahan Batu Urip dijauhkan dari segala bencana dan malapetaka.

Baca:  Jalan Menuju KPT Tanjung Senai Berlobang

 Salah satu tokoh adat Kelurahan Batu Urip, Basir mengatakan, bahwa adapun tujuan sedekah rame ini diantaranya mewujudkan rasa syukur atas hasil pertanian dan hasil alam yang ada di Dusun Batu Urip, menolak bala atau musibah seperti kebakaran, banjir, pembunuhan atau perbuatan kotor lainnya yang ada di wilayah Batu Urip, agar terhindar dari serangan binatang buas.

“Untuk keamanan dan kedamaian Dusun Batu Urip. Namun hal yang paling penting, ada berupa larangan atau pantangan setelah dilaksanakan acara sedekah rame ini diantaranya dilarang mencari ikan dengan alat apapun di wilayah Batu Urip selama 3 hari, lalu dilarang menjemur padi di halaman rumah di wilayah Batu Urip selama 3 hari, kemudian dilarang mengambil tumbuh-tumbuhan (Rebung atau Bambu Muda, Pakis atau Paku) selama 3 hari. Apabila ini dilanggar maka sanksinya adalah pelanggar harus mengembalikan seluruh biaya acara sedekah rame ini,” katanya.

Baca:  DPRD Sumsel Prihatin Harga Hasil Bumi Di Sumsel Jatuh

Andriana Sofiarini, SH., M.Pd selaku Pembina Komunitas Pencinta Sejarah dan Budaya Bumi Silampari menjelaskan bahwa sedekah rame ini perlu dipertahankan, dilestarikan dan diadakan setiap tahunnya.

 Paling tidak ditentukan waktu yang tetap sehingga mampu mengundang wisatawan domestik maupun mancanegara untuk dapat hadir menyaksikan acara sedekah rame. Acara ini merupakan kearifan lokal yang dapat menjadi identitas daerah yang pada akhirnya menjadi identitas bangsa yang kaya akan kemajemukan.

Baca:  Anggaran Lanjutan Pembebasan Lahan Jembatan Musi IV di Anggarkan Rp20 Miliar di APBD P 2019

Salah satu perwakilan Komunitas Pencinta Sejarah (PESE) UIN Raden Fatah Palembang, M. Danu Israju mengatakan, bahwa sedekah rame ini menunjukkan adanya keterkaitan masa kini dengan masa lampau dengan menghargai keberadaan nenek moyang dan selalu mengingatnya. Dan pada akhirnya selalu mendoakan serta menunjukkan rasa syukur kita akan hasil bumi dan arti pentingnya kebersamaan.#osk/ril

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Muara Medak Sulap Lidi Kelapa Sawit Jadi Piring

Sekayu, BP–Lowongnya aktivitas setelah disibukkan dengan kegiatan di rumah tidak membuat kalangan emak-emak di Dusun Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir ...