Home / Budaya / Nyaris Terlupakan, BMKM Ajak Generasi Milenial Lestarikan Baju Kuruang Basiba

Nyaris Terlupakan, BMKM Ajak Generasi Milenial Lestarikan Baju Kuruang Basiba

Festival dan Lomba Baju Kuruang Basiba yang digelar di Gedung Bundo Kanduang BMKM Sumsel.

Palembang, BP–Tak bisa dipungkiri, di era modernisasi dan globalisasi belakangan ini, generasi milenial nyaris melupakan budaya-budaya baju adat dan lebih memilih baju modern.

Apalagi, di era teknologi saat ini banyak berkembang baju dengan model yang minimalis, menarik dan tampil modis sehingga makin menggerus kecintaan generasi muda akan baju adat.

Berangkat dari hal tersebut, Bundo Kanduang Badan Musyawarah Keluarga Minang (BMKM) Provinsi Sumsel menggelar festival dan lomba baju kuruang basiba di Gedung BMKM Palembang, Sabtu (20/12).

Ketua Bundo Kanduang BMKM Sumsel, Supriati mengatakan para wanita minang yang merantau di provinsi Sumsel sudah jarang memakai baju karuang dalam berbagai kegiatan sakral seperti akad nikah, akikah, ngunduh mantu dan acara adat lainnya.

Dampak dari perubahan zaman yang semakin modern, membuat para wanita minang lebih memilih menggunakan pakaian modern ketimbang baju karuang.

“Kita ingin melestarikan baju karuang budaya Minangkabau. Zaman sekarang wanita minang umumnya lebih suka pakai pakaian modern daripada baju karuang,” katanya.

Dikatakannya, festival baju karuang ini diikuti oleh 87 orang wanita minang yang berada di Palembang. Baju karuang ini sendiri memiliki banyak arti bagi para wanita minang dalam menjalankan perannya sebagai ibu dan seorang istri.

“Ini kita gelar untuk wanita-wanita Minang se Kota Palembang, kita harap ke depan daerah-daerah lain juga menggelar kegiatan yang sama agar lebih melestarikan lagi,” jelasnya.

Melalui kegiatan yang baru pertama kali digelar ini, Supriati mengajak para wanita minang jangan melupakan akar rumpun meskipun berada di tanah rantau.

“Kami harap wanita minang terus menggunakan baju karuang meski zaman telah modern. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan budaya minang,” ungkapnya.

Sementara itu dikatakan Sekretaris Dinas Pariwisata Sumsel, Fitriana mengaku sangat mengapresiasi kegiatan festival baju karuang basiba. Meski berada di perantauan namun para wanita minang tetap tidak meninggalkan identitas mereka.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud beragamnya budaya yang ada di Nusantara dan harus terus digalakkan lagi ke depannya.

“Festival ini wujud betapa pedulinya wanita minang terhadap pakaian adat. Meski sedang merantau tetap jangan melupakan akar budaya kita,” urainya.

Menurutnya, Pemrintah Provinsi Sumsel mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Bundo Kanduang BMKM Sumsel untuk melestarikan baju adatnya. “Nah ini bisa menjadi contoh bagi kita untuk melestarikan adat kita sebagai generasi muda,” pungkasnya. #sug

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kapolda Sumsel Ingatkan Apapun Yang Terjadi Dilapangan Tetaplah Menjadi Tanggung Jawab Bersama.

Palembang, BP Kegiatan Rapat Koordinasi Forkopimda Tentang Penerapan New Formal Provinsi Sumsel dan Kota Palembang berlangsung di Mapolrestabes Palembang, Jum’at ...