Home / Headline / Pengendali Peredaran Heroin dari Sumsel Diserahkan Ke Polisi

Pengendali Peredaran Heroin dari Sumsel Diserahkan Ke Polisi

BP/IST
Petugas yang dipimpin AKP Ardie Demastyo mendatangi Rutan Pakjo untuk menjemput Tanwir Kamal (35), salah satu warga binaan kasus narkotika yang mendekam di Rutan tersebut guna pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap peran yang bersangkutan terkait heroin yang dibawa WNA atas Sajid Hussain.

Palembang, BP

Menindaklanjuti penangkapan warga negara asing (WNA) asal Pakistan yang ditembak mati karena kedapatan membawa narkotika jenis heroin, penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mendatangi Rutan Kelas I Pakjo Palembang belum lama ini.

Baca:  Ibu Rumah Tangga Kampung Pulokerto Dan Sungai Regas Beradu Keahlian Dalam Lomba Memasak di TMMD Ke 104, Kodim 0418 Palembang

Petugas yang dipimpin AKP Ardie Demastyo mendatangi Rutan Pakjo untuk menjemput Tanwir Kamal (35), salah satu warga binaan kasus narkotika yang mendekam di Rutan tersebut guna pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap peran yang bersangkutan terkait heroin yang dibawa WNA atas Sajid Hussain.

Penyerahan dilakukan Kepala Rutan Kelas I Palembang Mardan diwakili Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Ady Kusuma Wardana. “Sudah dilakukan penyerahan dan dari inspeksi ke kamar hunian, disita dua unit ponsel yang diduga milik narapidana atas nama Tanwir Kamal,” kata Hamsir, Kasubag Humas Kemenkumham Sumsel, Minggu (15/12).

Baca:  4 Kurir Narkoba Asal Aceh diringkus Polda Sumsel

Seperti diketahui, Sajid Hussain ditangkap anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dengan barang bukti heroin seberat 5 gram di Jalan Gunung Sahari, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara, pada 11 Desember lalu.

Dari keterangan yang bersangkutan sebelum ditembak mati petugas, Sajid Hussain menyebut bahwa narkotika tersebut diperoleh dari Tanwir Kamal, salah seorang narapidana di Rutan Kelas I Palembang. Selanjutnya rombongan menjemput Tanwir yang dalam kasus sebelumnya dihukum delapan tahun penjara tersebut.

Baca:  Pilkada Serentak di Sumsel Tahun 2020, PPP Sumsel Kuat Di Tiga Kabupaten

Adapun dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, beberapa waktu lalu, Tanwir Kamal sendiri dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Desi Arsean dengan pidana penjara selama 20 tahun dan denda Rp1 miliar, karena dianggap terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Namun dalam perjalanan kasusnya, majelis hakim yang diketuai Berton Sihotang justru tak sependapat dengan jaksa dan hanya menghukum Tanwir dengan pidana penjara selama delapan bulan. Bahkan hukuman super ringan itu sempat membuat heboh kalangan penegak hukum dan masyarakat Sumsel.

Hingga akhirnya jaksa mengajukan upaya hukum banding dan membuat Tanwir Kamar dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.#osk

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

MMK Sumsel Minta Kejari Palembang Usut PDAM Tirta Musi Dan PT SP2J

Palembang, BP Puluhan orang yang menamakan Masyarakat Miskin Kota (MMK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar demo di kantor Kejaksaan Negeri ...