Home / Headline / BPN Harus Tuntaskan Konlik Lahan di Sumsel

BPN Harus Tuntaskan Konlik Lahan di Sumsel


BP/IST
Ratusan masyarakat tani yang tergabung dalam Komite Reforma Agraria Sumatera Selatan (KRASS) datangi kantor wilayah Badan Pertanahan Nasional Agraria dan Tata Ruang (BPN/ATR) Sumsel.

Palembang, BP

Ratusan masyarakat tani yang tergabung dalam Komite Reforma Agraria Sumatera Selatan (KRASS) datangi kantor wilayah Badan Pertanahan Nasional Agraria dan Tata Ruang (BPN/ATR) Sumsel.

Kedatangan mereka meminta agar BPN ATR Sumsel segera menuntaskan semua konflik lahan para petani di Sumsel. Pasalnya, diduga ada ketimpangan atas kepemilikan tanah para petani yang telah diserobot oleh pihak perusahaan.

Baca:  Masuk Penjara, Gara-Gara Buat Laporan Palsu

“Disini kita hadir membawa 9 basis serikat tani di Kabupaten dan kota Sumsel, menuntut agar BPNATR Sumsel segera memproses lahannya yang diduga telah diserobot oleh perusahaan,” ujar Sekjen KRASS, Dedek Chaniago saat orasi di halaman kantor BPNATR Sumsel, Palembang, Selasa (10/12).

Menurut Dedek, dari 9 juta hektar luas tanah di Sumsel, 6.3 juta hektar telah dikuasai oleh pihak perusahaan, hanya 1 juta hektar milik masyarakat.

Baca:  Kolonel Inf Iman Budiman Jabat Dandrem 044/Gapo

“Artinya kalau dibagi 8 juta penduduk Sumsel, hanya 0.5 hektar milik petani, jelas ini ada ketimpangan dan melanggar UU pokok agraria tahun 1960, bahwa setiap manusia dan masyarakat wajib memiliki tanah, sementara masyarakat sedikit tidak memiliki tanah,” katanya.

Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 86 tahun 2018  perusahaan, yang HGU nya bermasalah, tidak ada HGU, dan perpanjangan HGU sepihak,” katanya.

Baca:  Sekolah Xavarius Lebong Gajah Pernah Berdiri Barak Jepang

Menanggapi aksi tersebut, Kakanwil BPN/ATR Sumsel, Muchtar Deluma, mengapresiasi atas kedatangan mereka. “Kita adakan koreksi total dan sangat responsibiliti yang telah berpegang pada peraturan,” katanya.

Selanjutnya, pihaknya akan membuat tim untuk menyelesaikan semua permasalahan tanah yang diduga telah diserobot oleh perusahaan

“Saya minta semua komponen tani menyiapkan data untuk di ferivikasi, dan ini ada proses dan tahapan dalam penyelesaiannya, saya juga bingung, kok sudah sekian tahun belum selesai,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Bertambah, 25 ODP Diduga Terpapar Virus Corona di Ogan Ilir

Inderalaya, BP–Semakin hari bukannya makin berkurang, jumlah orang dalam pengawasan (ODP) bertambah menjadi 25 orang di Kabupaten Ogan Ilir (OI). ...