Home / Headline / Urgensi Aktif Berorganisasi Bagi Mahasiswa Baru

Urgensi Aktif Berorganisasi Bagi Mahasiswa Baru

Oleh ADE FAJRI

Direktur Utama Fasco Unsri 2019

Penerima Manfaat Beasiswa Generasi Harapan dari Sinergi Sriwijaya

 

FASE kehidupan seorang intelek pada jenjang SMA/sederajat ke dunia kampus adalah sesuatu hal yang rumit dan menantang. Kita mahasiswa kala itu dilabilkan dengan narasi ‘maha atas kesiswaan’ yang kita peroleh ketika dinyatakan diterima di sebuah instansi. Masuk di dunia kampus adalah sebuah perjalanan yang harus dicermati dan dinikmati bagi seluruh mahasiswa, karena jenjang inilah kita akan ditantang untuk meningkatkan kapasitas keindividualan sebagai instrumen kemajuan bangsa. Ketika kita berbicara tentang mahasiswa, maka kita berbicara soal kebermanfaatan dan solusi. Saya yakin masih banyak mahasiswa yang masih belum mengetahui apa yang menjadi keahlian mereka, belum lagi kita berbicara tentang banyaknya mahasiswa yang mengeluh karena salah masuk jurusan.

            Menjadi seorang mahasiswa bukanlah sesuatu hal yang mudah, namun dapat dipermudah jika kita ada kemauan untuk menjalaninya dengan lebih baik, salah satu caranya adalah kita harus menjalankan kewajiban atas kemahasiswaan di diri kita sebagaimana mestinya dan sebagaimana utuhnya. ketika menjadi mahasiswa jangan hanya sebatas menjadi mahasiswa yang biasa. Kita juga harus mengikuti segenap arus pergaulan positif kampus yang biasanya secara tak terdefinisi dapat meningkatkan kapasitas kita mahasiswa dalam mengembangkan diri untuk pasca kampus nantinya.

            Ketika masuk di dunia kampus, selain membahas tentang kuliah-tugas, kita pasti akan mendengar kata ‘organisasi’. Kita hidup di antara beragam bentuk organisasi, karena sejatinya kita adalah unit terkecil organisasi di dalam kehidupan. Di tingkat terdekat, keluarga adalah bentuk organisasi, pada tingkat terluas pun kita tetap akan bertemu dengan organisasi, seperti organisasi internasional PBB dan WHO, yang memiliki lingkup kerja seluas dunia itu sendiri. Kita hampir tak dapat membayangkan, bagaimana hidup tanpa adanya organisasi.

            Seperti yang saya sampaikan tadi, pada tingkat terkecil sekali, organisasi adalah pribadi, dimana kita memiliki program kerja untuk menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya. Hidup kita adalah sebentuk organisasi. Ia memiliki tata tertentu yang sampai hari ini membuatnya tetap terus ada, misalnya kita makan dan istirahat, guna memperbaiki sel-sel tubuh kita yang lelah dan rusak. Kita (sel terkecil organiasi) juga memiliki sebuah tujuan utama, yakni cita-cita yang ingin kita capai di masa yang akan datang.

            Seorang atlit basket akan mengorganisir dirinya dengan begitu baik. Ia akan bangun pagi, berolah raga, dan makan dengan makanan yang bergizi nan menyehatkan. Ia akan terus berlatih menjadi atlit yang handal tanpa merusak modal-modal yang tuhan berikan. Inilah yang dimaksud organisasi diri.

            Ketika kita berbicara organisasi di dalam kampus, maka konteksnya adalah mahasiswa. Organisasi merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dengan mahasiswa yang menimba ilmu di kampusnya. Organisasi memiliki peran yang amat penting untuk kebaikan mahasiswa, namun sangat disayangkan kesadaran mahasiswa hari ini untuk berorganisasi itu sangat minim. Sudah semakin berkurang minat mahasiswa dalam berorganisasi di kampus. Padahal, dengan berorganisasi kita mampu menemukan jati diri kita yang sesungguhnya sebagai kaum intelektual. Tidak hanya sekedar duduk dan mendengarkan dosen memberikan materi perkuliahan, tetapi di organisasi kita mampu merasakan kepuasan menjadi seorang pemimpin dan nuansa bekerja sama di sebuah sistem yang terorganisir.

Begitu banyak manfaat ketika mahasiswa berperan aktif dalam organisasi kampus, yang utama adalah  kita dapat mengenal dunia kampus secara utuh. Sebagai contoh, misal kita adalah seorang mahasiswa yang tidak terbiasa untuk berbicara di depan umum, kita cenderung gugup ketika berbicara di depan orang ramai, maka dengan berorganisasi kita akan dibina untuk bagaimana mampu berbicara di depan orang banyak.

Aspek utama yang harus mahasiswa miliki dalam berorganisasi adalah mental. Jika kita sudah memiliki mental yang cukup untuk berlabuh pada sebuah organisasi, maka akan mudah bagi kita untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Setelah itu barulah kita melaksanakan pembinaan dalam organisasi tersebut dengan baik. Berbeda dengan orang yang tidak pernah berorganisasi, jangankan untuk berbicara di depan umum, berdiskusi dengan ruang lingkup yang kecil pun tidak sanggup rasanya untuk mengeluarkan pendapat.

Baca:  Pengabdian Masyarakat, FP Unsri Gandeng Komunitas Pemuda yang Mendirikan Bank Sampah

Kita tidak mampu mengukur ataupun menginterpretasikan secara formal betapa pentingnya manfaat berorganisasi bagi seorang mahasiswa, namun bisa kita rasakan dengan perasaan dan perubahan dalam diri. Dahulunya kita hanyalah seorang yang pendiam dan susah dalam bergaul, setelah mencoba untuk berorganisasi maka kita mampu untuk mengemukakan pendapat dan berbicara dengan tenang. Kita tidak lagi merasakan gugup atau gemetar ketika melihat kumpulan orang yang akan mendengar apa yang akan kita ucapkan.

Baca:  UKM Pers Unsri Hadirkan Menteri Lingkungan Hidup

Banyak lagi manfaat kita aktif dalam organisasi di kampus antara lain: memperluas pergaulan, meningkatkan wawasan, membentuk pola pikir yang lebih baik, menjadi terbiasa dalam menghadapi tekanan, meningkatkan kemampuan dalam negosiasi dan komunikasi, melatih skill kepemimpinan, pandai memanajemen waktu, dapat memperluas jaringan (networking), dan sebagai medium dalam mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja setelah pasca kampus nanti. Masih banyak sebenarnya manfaat dari berorganisasi, tetapi hal yang saya sebutkan diatas adalah manfaat yang sangat terasa ketika kita menikmati proses berorganisasi tersebut selama kampus.

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

20 April, DPRD Sumsel Gelar Paripurna Melalui Teleconprence

Palembang, BP DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan menjadwalkan rapat paripurna melalui teleconfrence, meski di tengah ancaman penyebaran virus Covid-19/ ...