Home / Headline / AGSI Sumsel Ikuti Persamuhan Nasional Pendidik Pancasila Di Jatim

AGSI Sumsel Ikuti Persamuhan Nasional Pendidik Pancasila Di Jatim

BP/IST
Suasana kegiatan Persamuhan Nasional Pendidik Pancasila di Surabaya,  Jawa Timur (Jatim).

Palembang, BP

Rombongan guru sejarah yang tergabung dalam AGSI Sumatera Selatan (Sumsel), Jum’at (29/11)  mengikuti kegiatan Persamuhan Nasional Pendidik Pancasila di Surabaya,  Jawa Timur (Jatim).

Rombongan yang diketuai Rita Nefrida mewakili ketua umum AGSI Sumsel Merry Hamraeny membawa 14 guru sejarah, seni dan Pkn. Guru-guru ini berasal dari Kota Palembang dan daerah Tingkat II Sumsel.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerjasama dengan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), 29 Nopember 2019-2 Desember 2019 di Hotel Shangri-La,  Surabaya Jatim menghadiri  sekitar 500 guru-guru sejarah, seni, pkn dan agama dari 34 Propinsi.

Acara persamuhan Pancasila dibuka oleh kepala BPIP Prof. Hariyono didampingi oleh Direktur Pembudayaan BPIP  Irene Camelyn Sinaga,  Sekretaris Dewan Pengarah BPIP, Mayjen Wisnu Banu Tenaya dan Presiden AGSI, Sumardiansyah Perdana Kusuma.

Dalam pembukaan acara Persamuhan Pancasila ini juga dipentaskan kesenian dari beberapa daerah antara lain Tari Saman  Aceh.

AGSI Aceh dibawah pimpinan ketua umumnya Hizqil Apandi membawa tim penari Saman langsung dari Aceh.

Musik Sasando dari Nusa Tenggara Timur dan tentunya juga kesenian dari daerah tuan rumah yaitu Jawa Timur.

Kemeriahan acara Persamuhan Pancasila bertambah saat AGSI Papua menampilkan  Tari Amire yang ditarikan oleh peserta didik Pak Harjuni guru sejarah dari SMA Negeri 1 Sentani.

Baca:  DPRD Palembang Dan Pelaku Usaha Tidak Diajak Bicara Bersama Soal Penerapan Pajak Bagi Usaha Pempek Dan Pecel Lele Oleh Pemkot

Prof. Hariyono sebagai Pelaksana tugas  Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila mengajak guru-guru yang hadir untuk memperkokoh ideologi Pancasila. Guru sejarah harus mampu menunjukkan pentingnya Pancasila sebagai upaya untuk memperkokoh bangsa  dan menekankan  pentingnya Pancasila sebagai kesepakatan bersama bangsa.

“Guru sejarah diharapkan bisa mendukung BPIP untuk menjaga ideology Pancasila  dengan cara-cara yang inovatif, kreatif dan bisa menunjukkan prestasi.  Guru sejarah harus bisa menjadi lokomotif untuk membentuk siswa yang Pancasialis,” kata Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya.

Dia berharap, guru harus bersemangat mendidik anak-anak bangsa agar Indonesia maju.

Sedangkan Risma atau Tri Rismaharini, Walikota  Surabaya dalam persamuhan ini mengatakan,  rasa cinta terhadap tanah air sangatlah penting.

Pancasila adalah hal yang sangat luar biasa. Dan sejak Indonesia merdeka perasaan persatuan dalam keberagaman yang diikat oleh Pancasila sudah ada.

Hal ini bisa dilihat bagaimana Bung Tomo menyeru tidak hanya  kepada arek Suroboyo, namun ia juga menyebut semua unsur pemuda dari berbagai etnis.

“Di dalam kesempatan ini juga beliau mengungkapkan bahwa guru harus mampu mengemas dirinya sebaik mungkin sehingga anak tertarik, kemudian pompa semangat siswa untuk berprestasi. Berikan yang terbaik untuk anak-anak, maka pasti kebaikan itu akan kembali lagi kepada kita,” katanya.

Baca:  Orang Gila Bisa Nyoblos

Sejarawan JJ Rizal dalam persamuhan ini mengungkapkan bahwa kita harus belajar sejarah , mau tidak mau harus belajar sejarah untuk dapat memahami Pancasila dengan utuh. Kurangnya aspek sejarah berakibat lemahnya ideology Pancasila saat ini.

“Pancasila tidak mungkin dimengerti tanpa sejarah. Cara mengerti sejarah Pancasila adalah pulang ke rumah sejarah dan menemukan mereka (Para tokoh) yang menjadi orang Indonesia pertama.orang-orang yang perilakunya akan menjadi Pancasila. Siapa itu? Tokoh-tokoh sejarahnya” tambahnya.

Menurut JJ Rizal ,  ada satu kunci yang akan menambah wawasan dan memberikan sejarah tidak sekadar kronik. Kunci itu adalah membaca.

Dengan banyak membaca kita tidak hanya menceritakan tokoh sejarah dalam satu aspek saja. Misalnya orang hanya tahu bahwa MH Thamrin adalah orang yang kaya, tidak banyak orang tahu bahwa dengan kekayaannya, MH Thamrin mewakafkan hartanya untuk kepentingan pergerakan.

Bahkan stadion standard internasional Indonesia pertama dibangun dari uang beliau. Hal ini harus didukung oleh referensi, kerja keras ketika kurikulum semakin miskin.

Sementara itu budayawan nyentrik Sujiwo Tejo dalam persamuhan ini mengatakan,  bahwa maksud Pancasila saat ini sudah tidak ada, adalah dalam artian implementasinya.

”Andai Pancasila itu ada di Indonesia, pasti perusahaan-perusahaan saldonya pasti nol rupiah sebagaimana masjid-masjid di Yogyakarta yang uangnya dikembalikan untuk kemaslahatan umat. Kenyataan saat ini, bahkan koperasi pun sebagai soko guru ekonomi Pancasila mati suri”, jelas Sujiwo.

Baca:  Tim Kuasa Hukum RM Ishak Minta KPU Sumsel Tunda Rekapitulasi

Berkaitan dengan pendidikan saat ini dimana siswa banyak belajar dari media.

Sujiwo menegaskan bahwa guru, orang tua, kyai, tidak dapat  tergantikan oleh media apapun. Karena media ini tidak memberikan keberkahan. Keberkahan hanya dapat dari sopan santun dan mencium tangan gurunya.

Menurut Sumardiansyah, pada hakikatnya Pancasila berakar dan lahir dari Sejarah, maka menggunakan pendekatan sejarah dalam mengkontekstualisasikan nilai-nilai luhur Pancasila yang terkandung melalui peristiwa masa lalu dan keteladanan para pendiri bangsa adalah sebuah keniscayaan bagi seorang Pendidik Pancasila.

“Dalam konteks pendidikan, pancasila adalah milik semua mata pelajaran, seorang pendidik pancasila harus mampu menggali nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam mata pelajarannya masing-masing untuk kemudian direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Sumardiansyah

Persamuhan Pancasila yang telah terlaksana dengan lancar dan berguna bagi guru-guru Sejarah, Pkn , Seni dan Agama ini ditutup dengan pergelaran seni antara lain pentas Angklung yang diikuti juga oleh 500 guru-guru seIndonesia.

Dan para guru-guru ini tidak hanya pembekalan tentang sejarah Pancasila saja tapi para guru-guru diberi satu angklung sebagai oleh-oleh mereka dalam Persamuhan Pancasila berkat kerjasama BPIP dan AGSI.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Ogan Ilir Puncaki Klasemen di Cabor Tenis Meja

Prabumulih, BP–Atlet kontingen Ogan Ilir berhasil tampil percaya diri dengan menyabet lima medali emas pada cabang olahraga tenis meja pada ...