Home / Headline / TAPD Sumsel Akui Salah Anggarkan  Belanja Bagi Hasil Cukai Tembakau Tahun 2019

TAPD Sumsel Akui Salah Anggarkan  Belanja Bagi Hasil Cukai Tembakau Tahun 2019

BP/DUDY OSKANDAR
Rapat lanjutan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) 2020 di ruang banggar DPRD Sumsel, Senin (2/11).

Palembang, BP

Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengakui salah dalam menganggarkan belanja bagi hasil cukai tembakau pada tahun 2019 lalu.

“Belanja bagi hasil cukai tembakau ini pada tahun 2019 kita juga termasuk salah penganggaran, rupanya  aturan main pemerintah pusat , karena cukai tembakau adalah pajak pusat, jadi masuk kas daerah provinsi langsung dipecah, makanya di pendapatan di tahun 2020 sudah tercamtum penerimaan pajak dari bea cukai tembakau tidak lagi Rp 6 miliar tapi pemerintah provinsi hanya dapat Rp1,9 miliar,” kata sekretaris TAPD Muklis dalam Rapat lanjutan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) 2020 di ruang banggar DPRD Sumsel, Senin (2/11).

Baca:  Pasca Asian Games, Operasi Pemadaman Karhutla Di Sumsel Terus Berlanjut

Dijelaskan Muklis  untuk belanja bagi hasil  kepada kabupaten kota untuk belanja bagi hasil pajak rokok masuk kekas daerah provinsi dan disalurkan ke kabupaten kota.

“Ada penerimaan  pajak rokok dipendapatan , ada bagi hasil kepada kabupaten kota,” katanya.

Sebelumnya anggota banggar DPRD Sumsel MF Ridho sempat mempertanyakan, bagi hasil cukai tembakau yang tidak lagi share ke kabupaten kota, artinya porsi kabupaten kota sudah dari pusat sedangkan provinsi hanya menerima yang porsi provinsi.

Baca:  "Pers Adalah Mitra Dewan"

“ Kaitan dengan itu dimana posisi  penerimaan pajak dari bea cukai tembakau bagi  pemerintah provinsi yang besarnya Rp1,9 miliar tadi,  dikolom ini kosong , nah dimana itu masuknya, dipendapatan belum ketemu.”  tanya Ridho.

Sekretaris TAPD Muklis mengatakan, penerimaan pajak dari bea cukai tembakau  untuk pemerintah provinsi  Rp1,9 miliar masuk dana perimbangan  ada huruf A besar  , ada dana transper umum dibagian terakhir cukai hasil tembakau Rp1,935 miliar.

Baca:  KPU Sumsel Bagi Empat Zona Kampanye Pilgub Sumsel

Sedangkan Ketua Banggar DPRD Sumsel yang juga Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati mengatakan, belanja bagi hasil cukai tembakau langsung di transper ke kabupaten kota tapi untuk pajak rokok tetap di anggarkan di Provinsi.

“Jadi belanja bagi hasil kepada provinsi, kabupaten dan kota dianggarkan di APBD 2020 adalah Rp1.611.544.453.276,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Menyambut Milad Ke-5, Prodi Politik Islam Gelar Seminar Kebangsaan

Palembang, BP Menyambut Milad ke-5 Prodi Politik Islam Fakultas Adab dan Humaniroa (FAHUM) UIN Raden Fatah Palembang Menggelar Seminar Kebangsaan ...