Home / Headline / Muba Lakukan Penguatan Lembaga Petani Berbasis Database Lahan

Muba Lakukan Penguatan Lembaga Petani Berbasis Database Lahan

BP/IST
Acara diskusi bersama Media dengan Tema Musi Banyuasin Membangun Kawasan Industri Melalui Pendekatan Lanskap Ekologi, dan Komoditi Budaya Lestari’, Selasa (3/12), di Whyndam Hotel Palembang.

Palembang, BP–Pemerintah  Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) mengadakan acara diskusi dengan tema ‘Musi Banyuasin Membangun Kawasan Industri Melalui Pendekatan Lanskap Ekologi, dan Komoditi Budaya Lestari’, Selasa (3/12), di Whyndam Hotel Palembang.

Salah satu isu menarik yakni tata kelola perkebunan di Musi Banyuasin terus dilakukan pembenahan terutama terkait dengan database perkebunan dan peremajaan perkebunan atau replanting.

Baca:  Pemkot di Desak Bersihkan Kawasan BKB dari Bangunan Merusak

Berdasarkan data ada 1,4 juta hektar luas lahan di Muba dan sekitar 950 hektar merupakan perkebunan kelapa baik kelapa sawit maupun karet.

Yang dilakukan yakni dengan penguatan lembaga petani berbasis data base lahan,” kata Kepala Dinas Perkebunan Musi Banyuasin Iskandar Syahrianto.

Dia menjelaskan Muba sudah mendata pekebun 1 : 50.000 dan akan diperkuat 1 : 2500 sehingga kedepan setiap persil tanah milik petani dapat diketahui pemiliknya.

Baca:  Musik Etnik Besemah, “ Rejung Pasirah” Tampil Memukau Di Tingkat Nasional

Kita sudah lakukan perbandingan dengan Thailand yang sudah lebih maju, dimana Raja mengetahui data base setiap persil kepemilikan lahannya,” ujarnya.

Lanjut Iskandar, kemudian, Dinas perkebunan Muba juga akan melakukan upaya sertifikasi perkebunan milik masyarakat yang akan dilakukan pada tahun 2020 mendatang.

Pendekatan Lanskap yuridiksi sertifikasi ini sebagai upaya menciptakan petani atau pekebun yang berdaulat dan mudah mengakses modal,” katanya,

Baca:  Jejak Peradaban Kerajaan Sriwijaya, Ulu Melayu Dan  Tuah  Pulau Selebar Daun

Selain pembenahan data base, Muba juga konsen dalam pembenahan lahan perkebunan rakyat yang tidak produktif melalui replanting. Saat ini sudah mendapatkan dana peremajaan 12 ribu hektar dari BPDPKS untuk replanting.

“Sebut saja Perkebunan Sawit ada sekitar 350 ribu tanaman sawit, 80 persennya tidak berkualitas dan produktivitasnya rendah,” kata Iskandar.#osk

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Wagub Sumsel Akui Rencana Pembangunan Gedung Kantor Pemprov Sumsel di Kramasan

Palembang, BP DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar  rapat paripurna DPRD Sumsel dengan agenda jawaban Gubernur sumsel  terhadap pemandangan umum ...