Home / Headline / Dewan Adat Sumsel Segera Dihidupkan

Dewan Adat Sumsel Segera Dihidupkan

BP/IST
Gubernur Sumsel H Herman Deru saat menerima audiensi Tim Persiapan Revitalisasi Kepengurusan Dewan Adat Sumsel, bertempat diruang tamu Gubernur, Kamis (28/11) petang.

Palembang, BP

Kepengurusan Dewan Adat Sumatera Selatan (Sumsel)  yang selama ini mati suri bakal kembali di hidupkan. Mengingat lembaga  adat tersebut dinilai penting sebagai salah satu benteng dalam  mempertahankan kearifan lokal di Sumsel.

“Sebenarnya untuk menghidupkan kepengurusan ini sudah ada di benak saya sebelumnya,” kata Gubernur Sumsel H Herman Deru saat menerima audiensi Tim Persiapan Revitalisasi Kepengurusan Dewan Adat Sumsel, bertempat diruang tamu Gubernur, Kamis (28/11) petang.

Hadir pada kesempatan ini Asisten I Bidang Pemerintan Kesra Setda Provinsi Sumsel Akhmad Najib, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Aufa Syahrizal, Wakil Ketua Dewan Pembinaan Adat Istiadat, Albar Subari dan rombongan  terdiri dari  Beny Mulyadi dari  Angkatan Muda Pembaharuan Sriwijaya (AMPS) , akademisi, Saudi Berlian , Marman, budayawan Sumsel Erwan Suryanegara,  Budayawan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan, Ahmad Rapanie Igama , Pekerja seni, Warman.

Herman Deru menilai Provinsi Sumsel yang memiliki banyak adat dan budaya termasuk di sembilan batang hari, maka kepengurusan ini sangat penting.

“Sumsel ini banyak adat dan budaya. Tentu dalam mempertahankannya kita harus punya lembaga.  Maka kita akan aktifkan kembali lembaga ini,” katanya.

BP/IST
Gubernur Sumsel H Herman Deru saat menerima audiensi Tim Persiapan Revitalisasi Kepengurusan Dewan Adat Sumsel, bertempat diruang tamu Gubernur, Kamis (28/11) petang.

Namun dia sangat mewanti-wanti di dalam lembaga  ini nantinya  jangan ada masuk dalam ranah politik.

“Aku tidak ingin lembaga ini masuk ke dalam ranah politik,” tegasnya.

Sebagai lembaga yang akan mempertahankan kearifan lokal di Sumsel, Herman Deru meminta di dalam kepengurusan di tingkat kecamatan namanya jabatan sebagai Pesirah Adat.

“Jadi namanya tetap lembaga adat tetapi jabatannya sebagai pesirah adat untuk ditingkat Kecamatan,” kata  Herman Deru.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembinaan Adat Istiadat, Albar Subari mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Herman Deru yang telah meluangkan waktu menerima mereka beraudiensi.

 

“Kita menyambut baik akan di bentuknya kembali Lembaga Kepengurusan Adat Sumsel ini,” katanya.

Selain itu menurut dosen hukum adat ini, dalam waktu dekat akan diadakan Musyawarah Pemangku adat Se-sumsel.

“Target akan dilaksanakan pada bulan Desember sudah  terbentuk,  nanti setiap etnis batanghari sembilan ada perwakilan duduk sebagai wakil ketua. Sedangkan Ketua nanti akan kita musyawarahkan antar mereka,” kata Albar usai pertemuan.

Selain itu menurut Albar, Gubernur Sumsel  sangat berterima kasih atas kehadiran  mereka.

“Beliau memang sudah memikirkan untuk mengaktifkan Dewan Adat itu,” katanya.

Sedangkan Beny Mulyadi dari  Angkatan Muda Pembaharuan Sriwijaya (AMPS)  berharap Sumsel harus kembali ke sistem pemerintahan Marga karena itu legal sakral sebagai sejatinya wujud pengamalan dan Pengejawantahan  Empat  pilar kebangsaan di Sumsel.

Sebagaimana kesepakatan pendirian bangsa Indonesia sebagaimana termaktub pada pembukaan UUD 1945 .

“BAP Penjelasan VI butir II Penjelasan Pasal 18 UUD  1945 asli, amanah Keputusan Mahkamah Konstitusi  No  35/2012 hutan Adat Bukan Hutan Negara  dan dalam pertemuan kemarin Gubernur  diharapkan kan mengukir sejarah , menoreh tinta emas kebangkitan masyarakat adat Sumsel,” katanya.#osk

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pangdam II Sriwijaya Kunjungan Kerja Bersama Forkompimda Sumsel Ke OKU dan Pali Terkait Covid-19

Palembang, BP Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M. Hum., bersama Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali melaksanakan kunjungan kerja ...