Home / Headline / ‘Laporan Ini Bentuk Pembungkaman Ide, Pernyataan, dan Aksi Nyata Aktivis di Sumsel’

‘Laporan Ini Bentuk Pembungkaman Ide, Pernyataan, dan Aksi Nyata Aktivis di Sumsel’

Presidium Aktivis Sumsel Bersatu (ASB) menanggapi laporan tim advokasi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Dr Mohammad Hoesin Palembang perihal koordinator aksi demo Aliansi Masyarakat Sumatera Selatan (AMSS) di Kejati Sumsel tanggal 16 November 2029, Ruby Indiarta, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel, Jumat (15/11).

Palembang, BP–Presidium Aktivis Sumsel Bersatu (ASB) menanggapi laporan
tim advokasi Direktur Utama Rumah Sakit Umum Dr Mohammad Hoesin Palembang perihal koordinator aksi demo Aliansi Masyarakat Sumatera Selatan (AMSS) di Kejati Sumsel tanggal 16 November 2029, Ruby Indiarta, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel, Jumat (15/11). Laporannya sudah diterima dengan STTLP Nomor : STTLP / 939 / XI / 2019 / SPKT.
Rubi dan rekan saat itu mempertanyakan adanya dugaan kejanggalan pelelangan tender RSMH.

Ketua Aktivis Sumsel Bersatu (ASB) Rudi Pangaribuan mengatakan, pihaknya akan mendampingi penuh kalau memang Ruby Indiarta yang dilaporkan oknum Dirut RSHM, serta pihaknya akan tetap menyuarakan dan akan mencermati apapun pelaksanaan pekerjaan di Rumah sakit Muhammad Husein (RSMH).

Dikatakan Rudi, ASB akan tetap menunggu itikad baik dari pihak RSMH serta menginginkan adanya proses mediasi dengan laporannya.

“Ada empat poin yang pertama pihaknya akan memilah dan menilai akan permasalahan Ruby ini, kedua pihaknya akan melakukan aksi kalau memang diperlukan, ketiga pendampingan hukum dan gugatan balik ke oknum direktur utama rumah sakit umum (RSMH), dan yang keempat kalau bisa dilakukan mediasi,” kata Rudi didampingi seluruh presidium ASB di Cafe Volume, Senin (18/11).

Laporan ini menurutnya bentuk pembungkaman dari ide , pernyataan dan aksi nyata dari aktivis di Sumsel, ada upaya agar aktivis di Sumsel untuk tidak lagi bersikap , berpikiran dan berbicara kritis.

“Pada prinsipnya ASB adalah kelompok aktivis yang bersikap dan bersifat konstruktif, artinya kami akan mengatakan benar, dan tinggalkan kalau itu salah, pemikiran inilah menjadi dasar gerak kawan-kawan aktivis ASB,” katanya.
Atas laporan ini menjadi preseden yang buruk bukan hanya aktivis di Palembang juga aktivis di seluruh kabupaten dan kota di Sumsel.
“ Sehingga kawan-kawan aktivis merasa khawatir menyuarakan aspirasi dari rakyat, oleh karena itu ASB akan berada di depan , samping dan belakang aktivis yang menyuaranan aspirasi dari rakyat, karena rakyat tidak pernah salah,” katanya.
Sementara, Kordinator Tim Advokasi ASB Firdaus Hasbullah, S.H didampingi Seluruh presidium ASB mengatakan, pihaknya nanti akan menunggu surat panggilan untuk saudara Ruby dan baru akan kita kaji dahulu pasal berapa yang disangkakan kepada Ruby Indiarta.

Dikatakan Firdaus, menyikapi hal tersebut apabila saudara Ruby indiarta di panggil, pihaknya nanti akan menghadiri sebagai bentuk alternatif kita terhadap aparat kepolisian.

“Yang namanya pemeriksaan klarifikasi itu umumnya dilakukan oleh penyidik. Kemudian, setelah ada laporan pasti penyidik memanggil untuk mengklarifikasi yang dilaporkan oleh si pelapor,” jelasnya.

Firdaus menambahkan, pihaknya juga akan mendampingi Ruby indiarta dengan beberapa tim advokat yang memang ada di ASB maupun yang di luar ASB yang punya kepedulian terhadap ASB, serta sudah banyak pengacara yang berasal dari aktivis, sehingga sudah menghubungi saya yang akan turut membackup ,” katanya.

Sebelumnya Tim advokasi direktur utama rumah sakit umum Dr Mohammad Hoesin Palembang melaporkan koordinator aksi demo yang dilakukan Aliansi Masyarakat Sumatera Selatan (AMSS) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel,Jumat (15/11). Laporannya sudah diterima dengan STTLP Nomor : STTLP / 939 / XI / 2019 / SPKT.
Laporan ini terkait aksi demo di halaman Kejaksaan Tinggi Sumsel dalam dugaan korupsi pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Dr Mohammad Hoesin Palembang yang dilakukan Aliansi Masyarakat Sumatera Selatan (AMSS) pada Selasa 12 November 2019 lalu.
Ketua tim advokasi Rumah Sakit Umum Dr Mohammad Hoesin Palembang, Muhammad Edy Siswanto SH MH didampingi Husni Chandra SH MH, Iir Sugiarto SH mengatakan dalam orasinya saat aksi demo koordinator aksi AMSS Rubi Indiarta yang digelar digedung Kejaksaan Tinggi Sumsel sudah menebar kebencian dan fitnah serta penistaan dengan menuduh direktur RS umum Dr Mohammad Hoesin Palembang sebagai mafia proyek sehingga minta diadili dan ditangkap.
“Dari orasi yang disampaikan Rubi merupakan bentuk tuduhan bukan lagi dugaan. Rubi langsung menuduh sehingga klien kami Direktur utama RS umum Dr Mohammad Hoesin, Dr Mohammad Syahril sudah dirusak kehormatan dan harga dirinya sehingga melapor ke polisi,”katanya.
Lebih lanjut, Edy menjelaskan perlu diketahui yang dituntut dalam demo AMSS ada pembangunan tahap tiga gedung delapan dan belum dilakukan pembayaran satu rupiah pun kepada kontraktor.
“Jadi kontraktor yang mengerjakan proyek tidak meminta DP, mereka sudah mengerjakan, membeli lif dan eskalator. Jadi kalau semua proses sudah berjalan sesuai dengan mestinya setelah dilakukan audit oleh pengawas jika sudah memenuhi standar baru proses pembayaran dilakukan,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi membenarkan adanya laporan dari tim advokasi direktur RS umum Dr Mohammad Hoesin Palembang yang melaporkan koordinator aksi demo dari AMSS terkait dugaan kasus korupsi pembangunan gedung baru RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang.
“Laporan terlapor sudah kami terima dan segera ditindaklanjuti oleh Ditreskrimum dengan melakukan penyelidikan terlebih dahulu,” katanya.
Sebelumnya puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumatera Selatan (AMSS) mendatangi gedung Kejaksaan Tinggi Sumsel Jalan Gubernur H Bastari, Jakabaring Palembang Selasa (12/11).
Kedatangan massa AMSS meminta pihak Kejati untuk melakukan penyelidikan dugaan kasus korupsi pembangunan gedung baru RSUP Dr Mohammad Hoesin yang merugikan keuangan negara.
Dalam orasinya Koordinator aksi Rubi Indiarta mengatakan jika kawan – kawan masih peduli dengan praktek korupsi yang terjadi di negeri ini berarti kalian masih cinta dengan Republik Indonesia.
“Untuk itu kami meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan mengusut tuntas praktek korupsi pembangunan gedung baru RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang yang diduga ikut terlibat Direktur rumah sakit umum pusat Dr Mohammad Hoesin Palembang dan PPK,”katanya.
AMSS datang ke Kejati sebagai bentuk keprihatinan terhadap praktek korupsi di dalam pembangunan rumah sakit umum pusat Dr Mohammad Hoesin Palembang. Belum selesai persoalan BPJS yang melanda negeri ini dan kembali terjadi aksi kongkali kong antara pemborong dengan direktur utama rumah sakit umum pusat Dr Mohammad Palembang.
“Rumah Sakit ini menyangkut hajat orang banyak jadi tidak seharusnya praktek korupsi terjadi di rumah sakit. Kami tidak akan pernah lelah menyampaikan dan melaporkan setiap praktek korupsi yang terjadi di Sumatera Selatan,”tegasnya.
Massa yang diterima oleh Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumsel Khaidirman. Khaidirman meminta kepada Aliansi Masyarakat Sumatera Selatan untuk menyampaikan laporan dugaan korupsi pembangunan gedung baru RSUP Dr Mohammad Hoesin secara formal.
“Sampaikan semua data datanya dengan lengkap lalu laporkan ke kami secara formal inilah proses yang harus dilakukan dimanapun pasti seperti ini,”katanya.
Menurutnya apapun bentuk laporan dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat tidak ada alasan bagi Kejaksaan Tinggi untuk tidak menindaklanjutinya.
“Tapi kalau tidak ada bukti sulit, mungkin saja bisa perbuatannya ada tapi tidak didukung dengan bukti yang kuat percuma.
Contohnya suap siapa yang memberi dan siapa yang menerima suap yang lebih efektif kalau Operasi Tangkap Tangan (OTT),” tandasnya.
Di akhir aksinya massa Aliansi Masyarakat Sumatera Selatan (AMSS) menyerahkan lembar yang berisi tuntutan.
Tangkap dan adili pelaku KKN dalam proses pembangunan gedung RSUP Dr Mohammad Hoesin Batalkan kontrak PT Hutama Buana Internusa karena melakukan pemalsuan dokumen lelang. Tangkap pokja ULP pembangunan RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang.
Tangkap dan adili mafia proyek pembangunan gedung RSUP Dr Mohammad Hoesin. Pecat dan adili Dr Mohammad Syahril Sp PMH selaku direktur utama rumah sakit umum pusat Dr Mohammad Hoesin dan Subhan SKM selaku pejabat pembuat komitmen (PPK).#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Menyambut Milad Ke-5, Prodi Politik Islam Gelar Seminar Kebangsaan

Palembang, BP Menyambut Milad ke-5 Prodi Politik Islam Fakultas Adab dan Humaniroa (FAHUM) UIN Raden Fatah Palembang Menggelar Seminar Kebangsaan ...