Home / Headline / PBVI Sumsel Diminta Profesional 

PBVI Sumsel Diminta Profesional 

PALI, BP–Merasa dicurangi Panitia PBVSI Porprov XII, KONI Kabupaten PALI akan melapor ke Dewan Hakim. Empat pemain tim voli putra Kabupaten PALI tidak boleh bertanding lantaran belum terdaftar di registrasi panitia.
Hal itu sontak membuat Ketua Harian KONI Kabupaten PALI Hendrik A Halim geram. Ia menilai, panitia cabor voli tidak bekerja profesional dan seolah hendak menjegal tim voli Kabupaten PALI.
“Tentu kami sangat marah, karena sebelum pertandingan, baik saat technical meeting (TM) dan screening, tidak ada permasalahan registrasi pemain, namun saat hendak bertanding, empat pemain voli putra dinyatakan tidak terdaftar. Kami akan laporkan masalah ini ke dewan hakim, dan meminta agar pertandingan antara tim voli putra PALI melawan tim voli putra Muba diulang,” tegas Hendrik, Minggu (17/11) yang ditemui di venue cabor bola voli, di kawasan olahraga Prabujaya, kota Prabumulih.
Di tempat yang sama, Rusnah Ketua  PBVSI kabupaten PALI mengaku kecewa dan merasa dirugikan atas keputusan tidak terdaftarnya empat pemain PALI. Ia menduga, ada oknum yang hendak menjegal PALI pada cabor bola voli.
“Jauh sebelum pertandingan, kami sudah melakukan verifikasi para pemain dan mendaftarkannya ke PBVSI provinsi. Tidak ada permasalahan, semua lancar saja. Tapi, detik-detik menjelang pertandingan PALI melawan MUBA,  tiba-tiba panitia pertandingan menyatakan empat pemain PALI tidak terdaftar. Kami sempat meminta untuk ditunda terlebih dahulu pertandingannya sembari kami menyelesaikan masalah registrasi pemain, tetapi panitia tetap melanjutkan. Dan kami tidak bisa bermain maksimal, karena empat pemain yang dilarang main, merupakan pemain inti,” terangnya.
Sementara itu, dari data yang dihimpun empat pemain yang dilarang main oleh panitia yaitu M. Indra Lesmana, M. Rio, Agung Wijaya, dan Bram. Pada set ketiga pertandingan, tim Voli putra PALI terpaksa melakukan walk out dan tidak melanjutkan pertandingan.
Permasalahan registrasi pemain juga hampir terjadi untuk tim voli putri PALI. Lima pemain dinyatakan tidak terdaftar di regiter panitia. Namun, KONI PALI dan PBVSI PALI langsung turun tangan dan memberikan bukti bahwa kelima pemain putri yang dilarang main tersebut sudah teregister sebelum pertandingan.
Pelatih tim voli putra, Bob Alpian menerangkan bahwa keempat pemain yang dilarang main merupakan pemain inti dan menjadi andalan tim voli PALI. “Terpaksa kami walk out pada perjalanan pertandingan set ketiga. Dan masalah ini sudah kami laporkan ke kontingan PALI,” terangnya. #hab
Foto:
Baca:  Bendera PALI Berkibar di Puncak Gunung Dempo
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Sukses Gelar Dua Event Balap, Muba Jadi Sorotan Dunia Internasional

Sekayu, BP–Usai sudah dua gelaran event balap internasional di bumi Serasan Sekate. Setelah pada pekan lalu berhasil menyukseskan Asia Auto ...