Home / Headline / Palsukan Dokumen Kepabeanan, Hatta Ansori Kehilangan Ferrari

Palsukan Dokumen Kepabeanan, Hatta Ansori Kehilangan Ferrari

M Hatta Ansori terduduk lesu mendengar amar putusan yang dibacakan majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (13/11).

Palembang, BP–M Hatta Ansori yang dihadapkan ke meja hijau dengan status terdakwa terduduk lesu saat mendengar amar putusan yang dibacakan majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (13/11).
Salah satu staf perusahaan impor PT Bintika Bangun Nusa (BBN) dijatuhi hukuman tiga tahun enam bulan dan denda Rp1 miliar subsider tiga bulan kurungan oleh majelis hakim yang diketuai Erma Suharti.
Tak hanya itu, dalam amar putusan yang dibacakan majelis hakim juga disebutkan bahwa sejumlah barang bukti, di antaranya dua unit kontainer yang di dalamnya berisi satu unit mobil Ferrari, 8.400 botol minuman keras berbagai merek, serta ribuan mainan anak dirampas untuk negara.
Dalam persidangan, majelis hakim berpendapat bahwa perbuatan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja memberitahukan jenis atau jumlah barang impor dalam pemberitahuan pabean secara salah.
Sebagaimana perbuatan salah satu staf perusahaan impor PT Bintika Bangun Nusa (BBN) Palembang tersebut diatur dan diancam dalam Pasal 102 Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2006 tentang kepabeanan.
“Bila tidak sependapat dengan putusan ini, baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum dapat mengajukan upaya hukum banding atau pikir-pikir selama satu pekan,” ucap Erma Suharti saat membacakan amar putusan.
Menanggapi putusan yang lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Naimmullah yang sebelumnya menuntut terdakwa dihukum lima tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan.
Kuasa hukum terdakwa, Aritonang merasa sangat kecewa karena menganggap putusan hakim mengabaikan sejumlah fakta persidangan berikut keterangan saksi. Untuk itu saat ini pihaknya masih pikir-pikir dan kedepan akan mengupayakan langkah hukum selanjutnya, yakni mengajukan banding.
“Tentunya kami selaku kuasa hukum terdakwa sangat kecewa dengan putusan hakim yang telah menjatuhkan vonis 3,5 tahun penjara terhadap klien kami, yang menurut kami sangat tidak adil,” ucap Aritonang.
Berdasarkan data diperoleh, terdakwa M Hatta Ansori yang merupakan salah satu staf perusahaan impor PT BBN Palembang ini diduga telah memberikan laporan jenis/barang impor dalam pemberitahuan yang salah di dalam dua unit kontainer yang berisi puluhan ribu minuman keras serta satu mobil mewah merk Ferarri dan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp25,7 milliar.
Dari total 109 kontainer yang ada, hanya sebanyak 107 kontainer yang dilaporkan, adapun isi kedua kontainer tersebut adalah satu unit kendaraan mewah bermerk Ferarri, 8.400 botol minuman keras berbagai merk serta ribuan mainan anak. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Menjadi Relawan Paling Lama di DDV Sumsel, Ini Suka Duka Reza

Palembang, BP–Hari Relawan Internasional diperingati setiap 5 Desember setiap tahunnya. Adanya peringatan Hari Relawan Internasional, sebagai bentuk apresiasi atas kekuatan ...