Home / Headline / Bagindo: Elite Pemerintahan Provinsi, Pemko dan Pemkab Seperti Kehilangan Ide, Itikad dan Semangat Hadapi Karhutla

Bagindo: Elite Pemerintahan Provinsi, Pemko dan Pemkab Seperti Kehilangan Ide, Itikad dan Semangat Hadapi Karhutla

Bagindo Togar Bb

Palembang, BP–Telah lebih sebulan, beberapa daerah dilanda kabut asap karhutla, secara khusus warga yang berada di ibukota provinsi ini, Kota Palembang, di mana jumlah penduduknya hampir 2 juta jiwa. Warga kota ini tak mampu menolak kiriman asap dari wilayah sekitarnya, yakni di kabupaten OKI, Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Ogan Ilir (OI), dan Ogan Komering Ilir (OKI) daerah yang masih sangat luas potensi hutan, gambut dan lahan perkebunannya, baik yang dimiliki oleh korporasi maupun warga/ pribadi.
Menurut Bagindo Togar Bb, pemerhati sosial, Forum Demokrasi Sriwijaya, BNPB Daerah, Satgas karhutla dan pemerintah telah berusaha menanggulanginya melalui beragam cara, khususnya penyemprotan air dari udara menggunakan helikopter dan upaya pemadaman api melalui armada pemadam kebakaran, tapi hasilnya belum memuaskan semua pihak.
“Upaya pencegahan sudah terlambat untuk dijalankan, penegakan hukum tak melahirkan efek jera bagi para pelakunya, bahkan titik hot spots tak juga berkurang. Muaranya udara panas menyengat dan polusi udara yang menyesakkan pernafasan suka atau tidak, tak mampu dihindarkan masyrakat. Berlarut larut, massif dan akhirnya membuat publik daerah ini semakin merana dan pasrah menjalani penderitaannya yang belum tahun, kapan segera berakhir,” kata Bagindo, Selasa (12/11).
Sementara disisi lain, menurut Bagindo, para pejabat daerah, baik itu elite pemerintahan provinsi, Pemko dan Pemkab diwilayah ini, seperti kehilangan ide, itikad dan semangat dalam menghadapi bencana kabut asap karhutla ini.
“Nyaris rangkaian operasional penanggulangan kabut asap ini, strategi ataupun kebijakannya terkesan mainstream, alias jauh dari unsur aksi antisipatif, tak sensitif dan miskin kreatifitas. Aspek anggaran masih saja andalan implementasi kebijakan serta kepeduliaan untuk melindungi para warganya,” katanya.
Padahal menurutnya , masih banyak cara atau teknis anti mainstream yang efektif untuk dilaksanakan, agar kelak berpengaruh mengurangi gelisah serta derita para warga daerah ini, khususnya masyrakat kota Palembang. Misal yang paling sederhana, mudah dan tergolong murah pembiayaannya, yakni menaikkan jumlah partikel uap air di pusat pusat keramaian dan ruang terbuka publik, dengan mengerahkan armada truk tangki air milik pemda,damkar dan swasta supaya melakukan penyemprotan air dengan volume besar serta berulang kali setiap harinya.
“Kemudian segeralah merancang jaringan instalasi water treatment berbentuk sprayer yang mengitari pusat pusat aktifitas warga dengan mengandalkan jalur konstruksi infrastruktur LRT, semua ini sangat mungkin digagas juga diwujudkan oleh Pemda setempat, dikarenakan sumber airnya sangat berlimpah dari sungai musi yang membelah wilayah Kota ini, berikut anak anak sungai terbesar dipulau sumatera ini,” katanya.
Kabar terkini yang diterima publik, ironisnya water bomber untuk sementara dihentikan dan masa tanggap darurat diperpanjang hingga awal desember.
“Apakah keputusan tak enak didengar seperti itukah yang harus diterima kembali masyarakat? Sudah begitu tak berdaya dan peduli lagikah pemda kepada warganya? Apakah hanya guyuran air hujan yang menjadi lawan sepadan kobaran api dan kabut asap yang bertebaran dilahan hutan, gambut dan perkebunan di beragam lokasi didaerah ini. Dan lebih memprihatinkan lagi, terdengar kabar, para pejabat penting pemerintah daerah tak berempati atas musibah yang dialami para warganya akibat kabut asap karhutla. Yang mana sebagian besar petinggi pemerintahan wilayah ini, tak hadir ditengah derita warganya, malah “exodus keluar daerah” dengan beragam urusan,tugas plus alasan yang tak terbantahkan,” katanya.
Sungguh memilukan sekaligus memalukan. Semoga para pejabat daerah ini menurut Bagindo segera termotivasi dan bertindak cepat juga tangkas dengan format baru, dan ekses kabut asap segera mampu ditanggulangi. Bukan hanya berharap ” rasa kasiihan ” atau pasrah pada Allah semata, yakni dengan berharap turunnya limpahan air hujan yang membasahi permukaan bumi sriwijaya.
Memang.. sesungguhnya pemimpin sejati trampil menonjolkan karsa dan rasanya dalam menyelesaikan permasahan rakyatnya. Bukan hanya dengan menebar retorika dan pesona simpati semata,” katanya.
Prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terjadi hujan di beberapa wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (12/11).
Kian tebalnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terpapar di sebagian besar wilayah Palembang bukanlah bencana biasa. Ketua DPRD Sumsel, Anita Noeringhati, menilai bencana kabut asap sudah berstatus emergency.
“Secepatnya harus ditanggulangi, karena yang kita takutkan asap dari Sumatera ini mengganggu negara tetangga. Saya tidak mengatakan Sumsel, tapi Riau yang banyak, itu yang harus kita jaga,” katanya.
Dia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel mengambil langkah cepat untuk mendukung proses penanganan Karhutla, sehingga instansi yang menangani karhutla bisa terlaksana dan berjalan.
Terpisah, Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) Sumatera Selatan memperpanjang status tanggap darurat dari sebelumnya selesai pada 31 Oktober menjadi 10 November 2019. Perpanjangan status dilakukan karena menjelang akhir Oktober titik api dan luasan lahan terbakar semakin parah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Iriansyah mengatakan, kondisi Sumsel saat ini berbeda dengan 5 provinsi lain yang sama-sama berjibaku dengan karhutla. Wilayah lain sudah berangsur normal namun Sumsel peningkatan titik api masih terjadi.
Mundurnya perkiraan turunnya hujan yang sebelumnya pada dasarian I Oktober menjadi dasarian III pun menjadi salah satu alasan perpanjangan status tanggap darurat.
“Dengan perpanjangan masa tanggap darurat artinya bantuan peralatan dan personel dari pusat pun masih ada di sini. Belum akan ditarik lagi ke pusat. Supaya penanggulangan karhutla masih bisa dilakukan hingga kemarau selesai,” katanya.
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori menambahkan, karhutla yang terjadi pada 2019 di Sumsel lebih parah daripada masa 2016-2018 namun masih di bawah daripada 2015. Meskipun pihaknya belum mengevaluasi lebih detil, namun pihaknya mengakui bahwa karhutla 2019 paling parah sejak 3 tahun terakhir.

Baca:  106.307 Hektar Terkena Karhutla, Dua Kabupaten Ini Paling Parah

Perbandingan year on year pada 4 bulan puncak karhutla, yakni Pada Juli 2015 terdapat 656 titik api sedangkan 2019 terdapat 256 titik. Pada Agustus, 2015 terdapat 1.800 titik api sedangkan pada 2019 terdapat 1.308 titik. Lalu pada September 2015 terdapat 11.285 dibandingkan dengan 2019 yakni 6.829, serta di Oktober 2015 muncul 11.584 titik api dibandingkan dengan 2019 dengan 5.242 titik api.

Baca:  Alex Ajak Masyarakat Awasi Karhutla

“Selain personel dan peralatan, kita juga minta anggaran untuk diperpanjang karena sampai 31 Oktober anggaran kita habis. Padahal karhutla masih terjadi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel Nuga Putrantijo berujar potensi hujan akan berkurang dipengaruhi badai tropis Bualoi yang pusat tekanannya terjadi di Samudera Hindia. Hal itu mengakibatkan potensi asap akan terus terjadi.
Seiring melemahnya Badai Tropis Bualoi akan berpotensi munculnya Borneo Vorteks (Sirkulasi Kalimantan) yang menyebabkan masuknya massa udara dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa ke wilayah Sumsel.
“Ada kemunduran masa musim hujan yang tadinya diprediksi terjadi di Dasarian I mundur ke Dasarian III Oktober. Prediksinya hujan baru terjadi di akhir Oktober sekitar tanggal 27-30 Oktober atau di Dasarian I November sekitar tanggal 1 November. Potensi awan di tanggal itu harus dimanfaatkan untuk hujan buatan,” ujarnya.
Berdasarkan prakiraan BMKG, seperti halnya pagi ini cerah berawan, potensi hujan lokal di wilayah OKI bagian utara dan Banyuasin bagian utara, potensi asap di wilayah OKI, Ogan Ilir, Muara Enim, Prabumulih, PALI, Banyuasin, Musi Banyuasin dan Palembang.
Pada siang hari, berawan dan memiliki potensi hujan lokal di wilayah Lahat, Pagaralam, Muara Enim, Banyuasin dan Musi Banyuasin.
Begitupun malam hari, cerah berawan, masih berpotensi hujan disertai petir di wilayah Muara Enim, PALI, Empat Lawang, Musi Rawas dan Musi Banyuasin, serta terjadi potensi hujan lokal di wilayah OKU, OKU Selatan, Lahat dan Lubuklinggau.
Sampai dengan dini hari, cerah berawah dan masih berpotensi terjadi hujan lokal di wilayah OKI bagian Timur; potensi asap di wilayah OKI, Ogan Ilir, Banyuasin dan Palembang.
Sementara itu, Suhu udara di wilayah Sumsel dataran rendah sekitar Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir dan OKI mencapai 23 sampai 35 derajat celcius dengan kelembaban udara 45 hingga 95 persen.
Pada dataran tinggi sekitar sekitar Empat Lawang, Lubuk Linggau, Lahat, Pagar Alam dan OKU Selatan mencapai 17 sampai 32 derajat celcius dengan kelembaban udara 50 sampai 98 persen.
Selain itu, angin yang bertiup dari Tenggara sampai Barat Daya memiliki kecepatan 03 hingga 27 kilometer perjam. Tinggi gelombang laut di Selat Gelasa, Selat Bangka bagian Selatan dan Selat Bangka bagian Utara yaitu 0.4 sampai 1.0 meter, disertai kondisi cuaca hujan ringan, sedangkan angin yang bertiup dari Timur sampai Tenggara memiliki kecepatan 6 sampai 15 knots.
BMKG juga memberikan peringatan dini untuk waspada terhadap terjadinya potensi hujan, dengan intensitas sedang yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang dengan durasi singkat pada malam hari di wilayah Muara Enim, PALI, Musi Rawas dan Musi Banyuasin, dan tetap waspada potensi mudah terjadinya kebakaran lahan dan hutan di wilayah OKI, OKU Timur, Ogan Ilir dan Banyuasin, serta waspada potensi polusi udara akibat sebaran asap kebakaran lahan dan hutan pada waktu malam hingga dini hari di wilayah OKI, Ogan Ilir, Muara Enim, Prabumulih, Banyuasin dan Palembang.
Informasi prakiraan cuaca ini dihimpun berdasarkan data dari BMKG pada laman resminya, bmkg.go.id.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Sukses Gelar Dua Event Balap, Muba Jadi Sorotan Dunia Internasional

Sekayu, BP–Usai sudah dua gelaran event balap internasional di bumi Serasan Sekate. Setelah pada pekan lalu berhasil menyukseskan Asia Auto ...