Home / Headline / Jurnalisme Data Tingkatkan Kompetensi Wartawan

Jurnalisme Data Tingkatkan Kompetensi Wartawan

Suasana Media Gathering yang diikuti oleh 73 wartawan tergabung dalam Forum Jurnalis Migas (FJM), pada Kamis (17/10/2019) malam di Swiss-bell Hotel Lampung. BP/DUDY OSKANDAR

Palembang, BP–Dalam usaha untuk meningkatkan kompetensi wartawan, salah satu jalur yang dipilih adalah apa yang disebut jurnalisme data. Istilah ini populer dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya melihatnya sebagai jalan ke arah peningkatan kompetensi kita. Jurnalisme data artinya jurnalisme yang dikerjakan dengan data,” kata Kepala Bagian Riset dan Data The Jakarta Post Fransiscus Surdiasis dalam kegiatan Media Gathering yang diikuti oleh 73 wartawan tergabung dalam Forum Jurnalis Migas (FJM), pada Kamis (17/10/2019) malam di Swiss-bellHotel Lampung.

Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan SKK Migas – KKKS Wilayah Sumbagsel diwakili Manager Humas SKK Migas Wilayah Sumbagsel Andi Arie Pangeran.
Turut hadir Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Wilayah Sumsel, di antaranya PT Pertamina EP yang diwakili Atika, PT Medco diwakili Sari, dan PT Seleraya Belida diwakili Irfan.

Media, menurutnya, sejak dulu sudah mengerjakan hal tersebut di mana dalam pemberitaan banyak muncul data, namun jurnalisme data lebih kepada kerangka berpikir menjadikan data sebagai sumber dari liputan dan sumber persoalan dan mencoba mencari makna dari dalam data.

Baca:  Media Kompetisi Ditandai Gathering dan Seminar Hulu Migas

“Kebanyakan selama ini kalau kita mengutip data, datanya muncul dari nara sumber, bukan data yang disiapkan dari wartawan,“ katanya.

Dan hari ini atau saat ini, menurutnya, kebutuhan tentang jurnalisme yang berbasis dengan data makin meningkat.

“Sebetulnya jurnalisme data ini membutuhkan dua infrastruktur, yaitu mindset (cara berpikir) dan keterampilan tehnis, “ katanya.

Di tingkat mindset sudah ada kesadaran pentingnya jurnalisme dengan data, tetapi di tingkat keterampilan tehnis mereka memiliki keterbatasan soal itu.

“Malam ini kita berdiskusi dilevel midset, sekedar menyamakan pemikiran, ini adalah sesuatu yang boleh jadi menjadi jalan keluar dari sejumlah persoalan yang kita hadapi,” katanya.

Pentingnya data sebagai kerangka acuan atau sumber kerja kita didalam pekerjaan jurnalistik, jurnalisme investigatif jika berbasis data bisa disebut jurnalisme data.

“Investigasi itu sifatnya, jika kita bicara jurnalisme investigatif itu selalu memiliki karakter unik yaitu membongkar sesuatu yang salah, membongkar sesuatu yang ditutup-tutupi,” katanya.

Definisi paling sederhana jurnalisme investigatif adalah mengungkap sesuatu yang keliru sehingga dia berbeda dengan indeft reforting dan kalau dilihat di beberapa kasus memang itu sejalan, “Kita menggunakan basis data di dalam kerja-kerja investigatif,” katanya.

Baca:  400 Praktisi Facility Management Hadiri Kegiatan SKK Migas Bersama KKKS

Apalagi kekuatan feature adalah memiliki integ yang sangat kuat.

“Tetapi kita tidak ingin berhenti di situ contohnya jika anda tidak bisa bayar uang kuliah itu masalah pribadimu, kalau banyak orang tidak bisa bayar uang kuliah berarti ada yang salah, tugas data jurnalisme mengubah kasus yang gradual sifatnya menjadi suatu isu.

Kalau ada tragedi, kita selalu menulis sebagai individual case, kita tidak bertanya jangan-jangan ada yang salah dalam konstruksi jalan itu, karena sering kecelakaan terjadi ditempat yang sama,” katanya.

Terpenting menurutnya, adalah tugas wartawan adalah membawa kasus individual itu menjadi isu publik.

“Prinsip penting di dalam data jurnalisme kita mulai dengan angka terakhir dengan cerita data itu harus diletakkan dalam konteks,” katanya.

Sehingga menurutnya, maraknya perkembangan media informasi publik di era modern ini tentunya memberikan kemudahan bagi banyak orang dalam mengakses dan mendapatkan informasi yang diinginkan. Tidak hanya media cetak, televisi, dan radio, perkembangan media online pun mulai menjamur seiring perkembangan zaman.

Bahkan dalam menyajikan informasi kepada pembacanya media online pun berlomba dengan waktu agar berita yang disampaikan bisa diakses dengan cepat kepada publik.
Hanya saja terkadang berita yang disajikan masih banyak terdapat kekurangan, khususnya dalam penyajian data dalam sebuah berita. Sehingga tidak ada unsur feed back dalam penyampaian berita kepada publik.

Baca:  BPH Migas-Kapolri Bikin Satgas Pengawasan BBM 1 Harga

Sedangkan Ketua FJM Sumsel Oktav Riyadi mengaku materi yang disampaikan sangatlah bermanfaat bagi wartawan. Mengingat masih banyak diantaranya wartawan yang tidak paham dan kurang penguasaan data dalam menulis berita.

“Melalui media gathering ini tentunya kita sama-sama berharap agar materi yang disampaikan bisa menjadi bekal ilmu bagi rekan wartawan di lapangan. Dan kami sangat berterimakasih kepada pemateri, khususnya SKK Migas yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut kepada FJM sebagai mitra dalam menyampaikan informasi seputar migas,” katanya.

 

Kepala Perwakilan SKK Migas – KKKS Wilayah Sumbagsel diwakili Manager Humas SKK Migas Wilayah Sumbagsel Andi Arie Pangeran mengucapkan syukur kegiatan dapat berjalan lancar.

Pihaknya berharap media gathering tersebut dapat makin meningkatkan pengetahuan para jurnalis soal migas dan bagaimana meningkatkan kecakapan soal pemberitaan di sektor tersebut.

“Kita juga berharap FJM yang dibentuk sejak 2014 agar tetap solid, karena tujuan organisasi ini untuk memperlancar membuka sekat komunikasi dari dan ke SKK Migas dan FJM,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tim Futsal Putra Putri Muba Melenggang ke Semifinal

Sekayu, BP–Tim futsal putra dan putri Muba berhasil merebut tiket semifinal di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel ke-XII di ...