Home / Headline / Draft Penerjemahan Alquran Bahasa Palembang Di-Launching

Draft Penerjemahan Alquran Bahasa Palembang Di-Launching

Launching draft penerjemahan Alquran ke dalam Bahasa Palembang dalam acara Dies Natalis ke-5 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang di Gedung Akademik Center, Kamis (17/10).

Palembang, BP–Draft penerjemahan Alquran ke dalam Bahasa Palembang telah selesai dan telah di-launching pada Kamis (17/10) di Gedung Akademik Center dalam acara Dies Natalis ke-5 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.

Karya itu hasil kerja keras para dosen dan tokoh UIN, serta dukungan banyak pihak.
Menurut Ketua Senat UIN Raden Fatah Palembang Prof H Aflatun Muchtar setelah sekian lama, draft terjemahan Alquran dalam bahasa Palembang telah selesai.

“Ide ini kami dapatkan setelah saya diundang menjadi salah satu juri MTQ di Gorontalo, di sana ada Alquran berbahasa Gorontalo, kami pikir bisa juga dibuat dalam bahasa Palembang. Semoga karya ini menjadi catatan sejarah,” katanya.

Baca:  PT Indosat Jalin Kerja Sama Dengan FISIP UIN

Sedangkan Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof HM Sirozi, MA, PhD mengatakan, begitu lahir UIN Raden Fatah dengan tantangan yang luar biasa, ada penambahan program studi (prodi), ada 17 penambahan prodi baru, ada delapan perombakan prodi lama, serta ada penambahan tiga fakultas.

Menurutnya, lahirnya prodi dan fakultas baru ini dapat meyakinkan Kemenristekdikti, bahwa begitu menjadi UIN, kampus B di Jakabaring siap digunakan sarana belajar.
Namun manusia berencana, Allah yang menentukan. Kampus B mulai dibangun Oktober 2018, sekitar Maret 2020 bisa selesai, diperkirakan Juni atau Juli 2020 bisa ditempati,” katanya.

Baca:  Fakultas Adab UIN Raden Fatah Gelar Orientasi Mahasiswa Baru Angkatan 2017

Artinya 17 Oktober 2019 kemarin genap berusia 5 tahun. Intitusi ini cikal bakal lahirnya adalah pada 1957 dalam arena kongres ulama se Indonesia di Palembang.

“Beberapa ulama mencetus gagasan untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi islam. Waktu mendapat dukungan dari peserta kongres dan pemerintah. Sehingga lansung dilakukan persiapan, akhirnya 13 November 1964 diresmikan Institur Agama Islam Negeri Raden Fatah Palembang,” kata Rektor UIN Raden Fatah,

Lanjut Sirozi, berjalan selama 50 tahun, pada 17 Oktober 2014 bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. “Sebenarnya kita merayakan 55 tahun institusi ini,” ungkapnya.

Momen dies natalis mengadung dua arti. Yang pertama sebagai bentuk tasyakuran. Momen bersyukur bagi seluruh civitas akademika UIN Raden Fatah Palembang. “Dalam usianya yang masih 5 tahun bersetatus UIN, alhamdulillah institusi ini sudah bisa bergandengan dengan UIN lain yang usianya lebih tua,” katanya.

Baca:  Cegah Literasi, Fakultas Tarbiyah UIN Gelar Kompetisi Minat Baca

Dengan keterlambatan itu, konsekuensinya mahsisswa terpaksa berdesak-desak di Kampus A yang memang sempit. “Betapa tidak selesai penerimaan mahasiswa baru tahun ini saja, jumlah mahasiswa mencapai 25 ribu. Insya Allah Desember 2019 wisuda berkurang 1.000-1.500 mahasiswa,” katanya.

Kedua adalah dies natalis ini juga menjadi momen intropeksi diri. Sebab tugas UIN ini cukup berat, tidak hanya diamanatkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga diamanatkan menjadi lembaga yang mengembangkan ilmu-ilmu agama Islam.

“Dalam 5 tahun ini, seluruh dosen dan pimpinan bagaimana membuat prodi-prodi yang baru lahir ini menjadi terakreditasi. Agar lulusanya nanti mampu bersaing di dunia kerja. Dan tetap berahlak dengan bekal agama yang baik,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tim Futsal Putra Putri Muba Melenggang ke Semifinal

Sekayu, BP–Tim futsal putra dan putri Muba berhasil merebut tiket semifinal di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel ke-XII di ...