Home / Bisnis / Bos Properti di Palembang Berseteru, Kusus Lahan Parkir Komplek Rajawali Village,

Bos Properti di Palembang Berseteru, Kusus Lahan Parkir Komplek Rajawali Village,

PT Musi Lestari Indo Makmur melalui Kuasa Hukumnya Titis Rachmawati, S.H., M.H., C.L.A angkat biacara terkait penyediaan lahan parkir untuk PT Musi Lestari Indo Makmur.

Palembang, BP

Pengusaha properti kelas kakap di Palembang terlibat permasalahan. Awalnya PT Kuala Permai mempertanyakan kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh PT Musi Lestari Indo Makmur milik Koko Gunawan Thamrin yang telah dilaporkan ke Polda Sumsel pada 13 September 2017 lalu.

Kuasa hukum PT Kuala Permai Iir Sugiarto SH dan Mustadi Hartono SH mempertanyakan laporan dengan nomor LP B : /622/IX/2017/SPKT. Kasus ini sebelumnua dilaporkan oleh Noviardus Setiawan Makmur. Laporan ink terkait lahan parkir milik PT Kuala Permai yang dipakai PT PT Musi Lestari Indo Makmur untuk usaha pengembangan hotel yang terletak di kawasan Jalan Rajawali Palembang.

Dalam keterangannya, ada perikatan perjanjian yang telah dilakukan antara PT Kuala Permai dengan perusahaan milik terlapor yang menyebabkan kerugian Rp58 Miliar. Sejak 2017 menurut pihaknya tidak ada kejelasan terhadap kasus tersebut. Padahal dalam kasus ini kita sudah menyerahkan semua bukti-bukti.

Kuasa hukum PT Kuala Permai Iir Sugiarto SH dan Mustadi Hartono SH mempertanyakan laporan dengan nomor LP B : /622/IX/2017/SPKT.

“Kami tidak menuding kasus ini berhenti, namun memang pernah ada SP2HP dari pihak Polda Sumsel tertanggal 25 Juli 2018 hanya saja hingga saat ini tidak ada perkembangan atas kasus ini,” kata Iir dilansir beberapa media online di Palembang.

Sementara itu, PT Musi Lestari Indo Makmur melalui Kuasa Hukumnya Titis Rachmawati, S.H., M.H., C.L.A angkat biacara terkait penyediaan lahan parkir untuk PT Musi Lestari Indo Makmur.

Awalnya, PT Musi Lestari Indo Makmur pada tanggal 18 Desember 2014 telah melakukan pembelian dari PT Kuala Permai terhadap lima unit kios mal (tiga lantai) dan tempat usaha atau shop mal (tiga lantai) serta bangunan koridor di dalam Shop Mal Rajawali Village yang terletak di Komplek Rajawali Village, Jalan Rajawali. “Pada proses ini tidak ada masalah,” katanya.

Kemudian, PT Musi Lestari Indo Makmur ingin melakukan pembangunan lantai 4, 5, 6 dan 7 untuk Hotel Emilia dan Convention Hall. Karena dikhawatirkan lahan parkir tidak mencukupi atas kebutuhan sarana parkir untuk Hotel Emilia maka pada tanggal 18 Januari 2017 antara PT Musi Lestari Indo Makmur dan PT Kuala Permai kembali membuat kesepakatan terhadap penyedian lahan parkir.

Namun dikatakan Titis, lahan parkir yang seharusnya dipergunakan untuk kepentingan PT Musi Lestari Indo Makmur malah akan dibuat oleh PT Kuala Permai di tower A, yang mana terhadap tower A tersebut juga akan dibangun oleh PT Kuala Permai yaitu Rajawali Royal Apartmen 39 lantai. Dimana lantai 8 dan lantai 9 untuk podium, lalu lantai 1 sampai 7 lokasi lahan parkir dan sisanya untuk hunian apartemen 30 lantai.

Maka patut diduga lahan parkir yang direncanakan oleh PT Kuala Permai untuk PT Musi Lestari Indo Makmur dengan biaya pembangunan parkir tersebut akan dibebankan kepada PT Musi Lestari Indo Makmur dan bakal bercampur dengan sarana parkir bagi penghuni apartemen. Apalagi diantara lantai 1-7 tersebut PT Musi Lestari Indo Makmur belum dijelaskan secara legalitas mengelola di lantai berapa.

Kemudian PT Kuala Permai diwakili Noviardus Setiawan Makmur melaporkan PT Musi Lestari Indo Makmur dalam hal ini Koko Gunawan Thamrin, sebagaimana Laporan Polisi dengan nomor LPB : 622/IX/2017/SPKT yang mana Noviardus Setiawan Makmur selaku pelapor dan Koko Gunawan Thamrin selaku terlapor.

“Dikarenakan adanya laporan tersebut, kami selaku kuasa hukum merasa persengketaan ini adalah persengketaan keperdataan dan bukanlah menyentuh ranah pidana. Untuk itu kami mengambil langkah untuk mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Klas IA Kota Palembang dengan pihak PT Musi Lestari Indo Makmur selaku penggugat dan sudah dimenangkan oleh PT Musi Lestari Indo Makmur,” ungkapnya.

Bahkan menurutnya, PT Musi Lestari Indo Makmur telah menang dalam tiga tingkatan yaitu PN, Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung. Putusan isinya menyatakan kesepakatan antara penggugat dengan PT Kuala Permai tertanggal 7 November 2016 dan addendum kesepatan bersama antara dengan PT Kuala Permai tertanggal 18 Januari 2018 batal demi hukum dan tidak mempunyai kekuatan hukum serta akibat hukumnya.

Bahkan menghukum PT Kuala Permai untuk membayar ganti rugi materil sebesar Rp 1.170.000.000 dan ganti rugi immateril sebesar Rp 1 milyar yang harus dibayar oleh PT Kuala Permai secara tunai ditambah dengan denda sebesar 6 persen setiap tahunnya, sampai PT Kuala Permai melunasi kepada PT Musi Lestari Indo Makmur.

“Untuk itu kami selaku kuasa hukum telah mengirimkan surat kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel untuk menghentikan penyidikan atas Laporan Polisi dengan nomor LPB : 622/IX/2017/SPKT yang mana Noviardus Setiawan Makmur selaku pelapor dan Koko Gunawan Thamrin selaku terlapor,” tegasnya.

Sebab menurut dia, laporan tersebut tidak berdasar dan justru pelapor yaitu Noviardus Setiawan Makmur atau PT Kuala Permai telah dinyatakan oleh pengadilan baik dari tingkat I sampai kasasi telah melakukan perbuatan melawan hukum dan diharuskan mengganti kerugian kepada PT Musi Lestari Indo Makmur atau Koko Gunawan Thamrin. #tim

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Bank Sumsel Babel Gelontorkan Rp48 Juta Bantu Korban Kebakaran Tangga Buntung

Direktur Utama (Dirut) Bank Sumsel Babel (BSB) Achmad Syamsyudin menyerahkan bantuan korban kebakaran di Tangga Buntung belum lama ini. Saat ...