Home / Headline / Gubernur Sumsel Nilai Kabut Asap Pagi ini Belum Berbahaya

Gubernur Sumsel Nilai Kabut Asap Pagi ini Belum Berbahaya

Gubernur Sumsel H Herman Deru saat diwawancarai oleh awak media.

Palembang, BP

Kabut tebal menyelimuti di kota Palembang pagi hari ini, Senin (14/10), juga mendapat respon dari Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru. Ia menyatakan jika kabut asap pagi tadi belum menyentuh status Berbahaya jika dilihat dari Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

Dirinya menilai berbahaya atau tidak kabut asap tergantung tingkatan ISPU yang dihadirkan oleh kabut asap tersebut.

“Kabut asap tebal pagi tadi itu saat saya tanyakan kepada BMKG dan DLHK hanya berada di angka 192 atau masih di dalam kategori Tidak Sehat, kalau berbahaya jika Kwalitas udaranya sudah mencapai angka 300,” ungkap Herman Deru saat di jumpai di ruang kerjanya, Senin (14/10) sore.

Meskipun begitu, ia cukup terkejut atas hadirnya kabut asap tebal yang menyelimuti kota Palembang pagi hari ini.

“Kaget juga saya, usai solat subuh kok banyak asap, padahal puncak karhutla udah lewat,” terangnya.

Lanjut Deru, dirinya mendapat laporan dari BMKG Sumsel bahwa kabut asap tersebut terbawa oleh angin Timur yang melewati kota Palembang.

“Jadi kita tidak tahu ini kabut asap dari daerah mana saya tak mau menyalahkan Provinsi lain, tapi kabut asap tebal pagi tadi bukan karena karhutla di Provinsi Sumsel,” tegasnya.

Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang menjelaskan, jika kabut asap pekat pagi ini merupakan yang paling parah atau yang paling ekstrim. Angin permukaan yang tercatat umumnya dari arah Timur–Tenggara dengan kecepatan 5-20 Knot (9-37 Km/Jam) mengakibatkan potensi masuknya asap akibat Karhutla ke wilayah Kota Palembang dan sekitarnya.

Juga sumber dari LAPAN hari ini tercatat di beberapa titik panas di wilayah sebelah Tenggara Kota Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80% yang berkontribusi asap ke wilayah Kota Palembang.

“Kondisi ini menjadikan kondisi terekstrim selama berlangsungnya Karhutla dengan indikasi kwantitas dan jarak pandang yang terjadi. Intensitas Asap umumnya meningkat pada pagi hari (04.00-08.00 WIB) dan sore hari (16.00-20.00) dikarenakan labilitas udara yang stabil pada waktu-waktu tersebut,” ungkap Press Rilis yang diterangkan oleh BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang.#dud*

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tim Futsal Putra Putri Muba Melenggang ke Semifinal

Sekayu, BP–Tim futsal putra dan putri Muba berhasil merebut tiket semifinal di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel ke-XII di ...