Home / Budaya / Nilai Budaya Itu Lebih Tinggi daripada Nilai Bensin,Tapi Bagaimana Konsen Pemerintah? Apakah Pemda Siap?

Nilai Budaya Itu Lebih Tinggi daripada Nilai Bensin,Tapi Bagaimana Konsen Pemerintah? Apakah Pemda Siap?

BP/DUDY OSKANDAR Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo RM Fauwaz Diraja, SH, Mkn

Palembang, BP –Tidak adanya good will pemerintah daerah dalam penyelamatan benda-benda kuno bersejarah atau sejumlah artefak di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terutama di kota Palembang mengakibatkan Sumsel terutama Palembang sedikit demi sedikit kehilangan sejarah, budaya serta jati diri sebagai sebuah bangsa yang besar di masa lalu.
Kejayaan Sumsel terutama Palembang di masa lalu melalui benda-benda kuno bersejarah atau artefak ironisnya berpindah tangan ke daerah lain atau negara lagi , hal ini diperparah dengan minimnya upaya pemerintah daerah untuk melakukan upaya maksimal dalam penyelamatan benda-benda kuno bersejarah atau artefak tersebut.
Hal ini di menjadi keprihatinan bagi , Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo RM Fauwaz Diraja SH Mkn mengaku ironis melihat kondisi banyaknya barang-barang kuno bersejarah yang berasal dari Palembang atau Sumatera Selatan (Sumsel) yang banyak dijual ke luar daerah atau negara lain.
“Bahkan tadi aja, ada mahasiswa S2 dari korea kesini, mereka lebih memperhatikan budaya kita daripada kita sendiri, yang datang ketempat kita ini ada dari Amerika, Jerman, Korea banyak yang datang untuk mencari sejarah, kita sendiri kok enggak? Miris jadinya?,” katanya usai menerima kunjungan sejumlah mahasiswa Rumah Adat Kesultanan Palembang Darussalam, Sabtu (12/10).
Untuk itu pihak Yayasan Kesultanan Palembang Darussalam berkomitmen dengan swadaya , apa yang bisa dikerjakan, dikerjakan guna melakukan upaya penyelamatan sejarah dan budaya terutama di Palembang.
“ Masalah pemerintah mau membantu ya? Alhamdulilah, pemerintah enggak mau bantu ya enggak masalah? Artinya mereka tidak mempunyai good will untuk memajukan kebudayaan kita, kalau mereka mempunyai itikad baik, sudah mereka lestarikan,” katanya.
Dia juga berharap, pemerintah bisa melakukan kerjasama dengan masyarakat dalam mendapatkan benda-benda kuno bersejarah atau artefak , jika tidak, pemerintah bisa membentuk tim penelitian sendiri jika ada temuan-temuan bisa menjadi milik pemerintah.
“Disini saya kita melihat pemerintah kurang sigap menghadapi persoalan tersebut sehingga ketika masyarakat disuruh mengembalikan benda-benda kuno bersejarah atau artefak yang ditemukan , mereka bilang siapa yang mengganti ongkos, biaya-biaya yang sudah keluar dari mereka, mereka tahan tidak berkerja selama 1 minggu untuk mendapatkan benda-benda kuno bersejarah atau artefak, mereka beli makan, mereka beli bensin, itu menjadi hal yang dilematis bagi pemerintah, sebenarnya nilai budaya itu lebih tinggi daripada nilai bensin, tapi bagaimana konsen pemerintah, apakah pemda siap enggak, menanggung biaya-biaya tersebut sehingga hasil penemuan bisa menjadi milik pemerintah,” katanya.
Untuk itu dia mengusulkan, di Dinas terkait agar memiliki tim atau bagian yang menangani permasalahan ini.
“ Mereka harusnya melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang berkepentingan dalam artiannya ada juga organisasi-organisasi atau perkumpulan-perkumpulan yang memang memiliki atau berkerja seperti itu.Mereka bisa ditarik, mereka bisa dapatkan informasi dan bahkan bisa dapat artefak, bahkan pemerintah tidak usah menggaji mereka, pemerintah bisa beli dengan nilai berapa itu benda-benda kuno bersejarah atau artefak, itu lebih ringan tapi dengan kesepakatan dan membuat memorandum dulu, MoU dulu , kalau tidak kasihan juga mereka bukan mencari kebetulan menemukan tapi mereka memang mencari benar, mencari harta karun walaupun yang namanya peluangnya 50:50 atau 90 :10,” katanya.
Sehingga dia, sepakat barang-barang kuno bersejarah yang didapat dimasyarakat harusnya di berikan kompensasi atas jasa mereka sehingga benda tersebut bisa diselamatkan pemerintah.
“Jangan dinilai harga emasnya yang berapa rupiah, tapi cara pembuatan, tehnologi di artefak itu kita bisa mengukur tehnologi zaman dulu,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tim Futsal Putra Putri Muba Melenggang ke Semifinal

Sekayu, BP–Tim futsal putra dan putri Muba berhasil merebut tiket semifinal di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel ke-XII di ...