Home / Bisnis / Menelusuri Barang Kuno di Jalan Cinde Welan, Ada Televisi Lengendaris

Menelusuri Barang Kuno di Jalan Cinde Welan, Ada Televisi Lengendaris

Sejak pukul 04.00 dini hari, ratusan pedagang mulai menyusun barang dagangan. Tikar dan terpal menjadi alas sederhana para pedagang untuk menjajakan barang. Umumnya, pembeli mulai ramai sekitar pukul 06.00.

Pedagang di Jalan Cinde Welan ini menjual barang bekas seperti perkakas elektronik, perabotan rumah tangga, alat olahraga hingga pakaian yang masih layak pakai. Jika beruntung pembeli akan bisa mendapatkan barang yang bagus dengan harga yang murah.

“Dulu sebelum ramai seperti ini, banyak barang antik yang dijual. Hanya saja, berjalanya waktu sudah bisa dilihat sendiri, yang mendominasi justru pakaian bekas, perkakas elektronik,” kata Nunik (53), pedagang koin lama, Minggu, (13/10).

Baca:  Kupas Habis All New Ertiga Sport di Palembang

Nunik bilang, para kolektor barang antik puluhan tahun silam masih cukup ramai, namun kini sudah mulai berkurang, seiring mulai eksisnya penjaja produk seken, dan minat pasar yang mulai bergeser. “Masih ada, namun hanya beberapa saja, penjaja barang antik cenderung bertahan karena masih ada yang membutuhkan,” katanya.

Nunik membeberkan untuk uang koin dan kertas, saat ini pembeli cenderung menggunakan uang lama sebagai mahar, bukan sebagai koleksi yang umumnya diminati pasar puluhan tahun silam. Harganya pun relatif murah, sehingga masih menjadi pilihan meski tak sebanyak dulu.

Uang lama yang biasa dijadikan mahar pernikahan Foto (Reno/BP)

“Selain untuk mahar, paling untuk kebutuhan sebagian kalangan, seperti jenis koin tertentu mengandung bahan logam yang langka, ataukah ada faktor keberuntungan pada koin itu, macam-macam,” kata Nunik sambil menunjukan beberapa jenis koin lama.

Baca:  Potensi Konflik Di Sumsel Harus Jadi Perhatian ‘

Demikian dikatakan penjaja barang antik lainnya, Suherman (44), menurutnya saat ini hanya barang-barang lama seperti televisi, mangkuk, piring dan lainnya saja yang bisa dijual. “Dulu masih banyak yang jual keris, benda lama yang dianggap sakral, tapi sekarang mulai berkurang bahkan sudah mulai menghilang,” katanya.

Suherman mencontohkan, televisi tabung berukuran 5 inchi ini harganya Rp 125 ribu. Televisi ini eksis di tahun 1980an, hingga kini televisi ini masih menyala dan mampu menangkap sinyal tv nasional dengan hasil yang cukup jernih, meski berlayar hitam putih.

Baca:  Jelang Porkot, KONI Palembang Desak Camat Anggarkan Olahraga Korcap

“Setiap Minggu pagi, jalan ini ramai terus, saya berharap makin banyak pedagang yang menjual barang antik, sehingga yang beli makin banyak juga,” kata Suherman.

Televisi hitam putih yang eksis tahun 1980an

Sementara itu, penjual pakaian seken atau yang pamiliar dengan sebutan pakaian BJ mengklaim bahwa, masyarakat yang datang umumnya mencari pakaian karena harganya yang murah, dan kualitas barang cukup baik dan layak.

“Harganya mulai dari Rp 15 ribu, lumayan ramai, dan memang pakaian seken masih dicari. Kalau milih, bisa mendapatkan barang yang bagus dengan harga yang murah,” tutur Saiba (49). #ren

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tim Futsal Putra Putri Muba Melenggang ke Semifinal

Sekayu, BP–Tim futsal putra dan putri Muba berhasil merebut tiket semifinal di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel ke-XII di ...