Home / Headline / Kinerja Pemprov Sumsel Masih Dalam ‘Klasifikasi Biasa Biasa Saja’

Kinerja Pemprov Sumsel Masih Dalam ‘Klasifikasi Biasa Biasa Saja’

Baginda Togar Bb

Palembang, BP–Genap setahun memimpin Provinsi Sumsel, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Herman Deru dan Mawardi Yahya (HDMY) membuktikan komitemennya menekan angka kemiskinan.
Dibandingkan periode yang sama September 2018, warga miskin Sumsel tercatat berkurang 2,66 ribu orang pada September 2019.
Catatan ini mengacu pada data yang berhasil dihimpun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumsel. Di mana pada tahun 2019 jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumsel mencapai 1.073,74 ribu orang dan turun sebesar 2,66 ribu orang dibanding kondisi September 2018 yang sebesar 1.076,40 ribu orang (12,80 %).
Pemerhati politik Forum Demokrasi Sriwijaya Bagindo Togar Bb menilai akhir akhir ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan melalui Gubernurnya, H. Herman Deru, mengklaim kesuksesaan hasil kerja selama 1 tahun kepemimpinannya.
Dengan pemberitaan yang tergolong massif di beragam media di daerah ini, wajar alias bisa dimaklumi klaim kisah sukses itu digembar gembor ke publik oleh sang gubernur.
“Karena sesungguhnya, siapa pun yang memerintah, mungkin akan melakukan yang sama. Tetapi, alangkah lebih pantas juga berkrediblitasnya suatu pernyataan evaluasi, apabila bersumber dari DPRD Provinsi ini, perguruan tinggi ternama, lembaga sertifikasi kinerja daerah atau ormas/LSM yang independen,” katanya, Kamis (10/10).
Sehingga objektivitasnya bergaransi serta teruji, juga pemerintah daerah memperoleh masukan, saran maupun ragam kritik yang bisa dijadikan referensi konstruktif untuk kontinuitas pembangunan yang lebih terukur juga efektif pelaksanaannya.
Bukan puja puji tanpa takaran yang reasonable, alias bisa meninabobokan plus menyesatkan. Di sisi lain, Pemerintahan Provinsi sekarang adalah keberlanjutan dari kepemimpinan para kepala daerah sebelumnya, lebih bijak dan berjiwa besar, apabila pemerintahan saat ini untuk tidak ragu mengakui juga mengapresiasi segala kekurangan dan kelebihan hasil kerja pemimpin pemerintahan sebelumnya.
Apalagi menurutnya, pemerintahan saat ini, efektif berkuasa baru sekitar 6 bulan, masih ada waktu 4 tahun lagi untuk membuktikan hasil kerjanya, bahwa pemerintahan sekarang lebih berprestasi dari para kepala pemerintahan daerah ini sebelumnya. Misal, kesuksesan kinerja suatu pemerintahan daerah dapat dilihat/diukur dari:
1. Peningkatan kepuasan masyrakat atas kwalitas semua varian pelayan publik.
2. Peningkatan penerimaan Pendapatan Asli Daerah dan sumber sumber keuangan lainnya berikut skema peruntukan, penggunaan dan kemanfaatannya.
3. Peningkatan Jumlah APBD secara signifikan.
4. Peningkatan nilai atau jumlah Investasi yang masuk ,dan yang digunakan untuk pembiayaan pembangunan didaerah.
5. Menguatnya model pembangunan inklusif, dimana terciptanya kultur juga manajemen pembangunan yang partisipatif. Dll.
“Apakah semua faktor diatas telah terkondisi dengan baik di Provinsi ini? Bukan hanya “pamer” dan bangga telah mampu menggembalikan DBH sebesar Rp 1,2 T kepada pemkab/ pemko didaerah ini. Padahal piutang itu diberikan karena ada kebutuhan pembiayaan lain yang urgent diwilayah ini,misal untuk event perhelatan besar, kesehatan dan pendidikan dll, yang disepakati atau wajib dikembalikan pada waktu yang lebih tepat,” katanya.
Kemudian , perbaikan pembangunan infrastruktur jalan juga jembatan, sejak lama sesungguhnya itu sudah menjadi kebutuhan serta hak publik daerah ini, bukan cuma dinikmati tatkala Hari Raya Idul fitri akan tiba saja.
“Rakyat akan memberi acungan jempol bagi pemerintah daerah sekarang, bila mampu konsisten mewujudkan kondisi kwalitas Jalan mengitari seluruh wiayah provinsi ini ” zero hole ” alias mulus total sepanjang masa. Setelah itu juga, bagaimana merawat serta mengembangkan fasilitas dan prasarana pembangunan yang telah digagas atau dibangun oleh pemerintah yang terdahulu. Dan banyak lagi yang bisa dibahas secara jelas dan tuntas,” katanya.
Oleh karena itu, sepertinya pemprov Sumsel saat ini menurutnya , kesuksesan kinerja Pemprov Sumsel masih dalam “klassifikasi biasa biasa saja”, alias belum teraso perubahan yang signifikan. Disarankan kepada pemimpin pemerintahan daerah ini, agar lebih kreatif, inovatif dan solutif dalam mengformulasi kebijakan dan strategi ragam bidang program pembangunan untuk 4 tahun kedepan.
“Masih ada kesempatan untuk melakukan perbaikan dan perubahan yang signifikan. Akhirnya, libatkan semua stakeholder wilayah provinsi tercinta ini, untuk menyusun kajian dari multi dimensi dan profesi yang qualified. Termasuk para Tokoh/ pejabat sebelumnya. Bersikaplah Bijak dan Amanah, tanggalkan perilaku jumawah yang sarat retorika,” katanya.
Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Rabu (9/10) menanggapi Refleksi satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel periode 2018-2023 melontarkan evaluasinya terhadap capaian kinerja masing-masing OPD pada masa kepemimpinannya. Ia mengapresiasi seluruh pejabat pemprov Sumsel telah berhasil merealisasikan inovasi yang digagas oleh HDMY.
“Merasa bersyukur dan bangga dimana ada peningkatan-peningkatan yang cukup baik dan merata, setiap indikator kerja tidak fokus di satu dinas atau instansi karena semua ditonjolkan,” katanya.
Orang nomor satu di Provinsi Sumsel ini mengakui turunya angka kemiskinan, ditopang oleh bantuan semua pihak dengan penuh kebersamaan.
“Hari pertama Saya masuk kerja, Saya ajak semua OPD berkerja dengan nyaman nanti kita nilai dari produk yang kita hasilkan. Dua minggu kerja keluar intruksi Gubernur tentang one agent one inovasion, penurunan angka kemiskinan yang membanggakan meskipun harus tetap diperbaiki karena RPJMD 5 tahun,” katanya.
“Oleh sebab itu Saya minta OPD menghafal betul visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel serta Kewenangan hak dan kewajiban,” pungkasnya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pengemudi Etios Silver yang Meledak Shock dan Lemas Usai Selamat

Inderalaya, BP--Yudi Ade Firdaus, pengemudi mobil sedan Etios Valco brand Toyota warga Komplek Griya Lematang 2 0blok DN rt 69/9 ...